Menang Tipis dari Sriwijaya FC, PSMS Amankan Nasib di Liga 2
Baca Juga:
Tambahan tiga poin membuat PSMS mengoleksi 34 angka, jumlah yang sudah tak mungkin lagi dikejar dua tim terbawah Grup I. Di sisi lain, nasib pahit harus diterima Sriwijaya FC yang baru mengantongi 2 poin dan resmi terdegradasi. Persekat Tegal juga gagal memperbaiki posisi usai kalah 2-4 dari PSPS di hari yang sama.
Dengan hanya dua pertandingan tersisa di Pegadaian Championship 2025/2026, posisi PSMS kini aman dari ancaman degradasi. Kepastian itu juga ditegaskan melalui unggahan akun resmi Liga 2.
"STAY! Ayam Kinantan @official_psmsmedan pastikan bertahan di Championship musim depan, usai menangi Derby Andalas lewat kemenangan tipis," tulis akun tersebut.
Tak hanya PSMS, PSPS juga mengamankan status mereka di Liga 2 setelah kemenangan meyakinkan atas Persekat. Saat ini, PSMS berada di peringkat ketujuh dengan 34 poin, disusul PSPS di posisi keenam dengan poin yang sama. Sementara tiga tim terbawah dihuni Persikad (31 poin), Persekat (26 poin), dan Sriwijaya FC (2 poin).
Meski menang, laga melawan Sriwijaya FC jauh dari kata mudah. PSMS memang langsung tampil agresif sejak awal. Baru empat menit berjalan, umpan matang Clayton sukses diselesaikan Felipe menjadi gol cepat yang membakar semangat publik tuan rumah.
Namun, gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang pertandingan.
Sriwijaya FC sempat mencoba bangkit, tetapi lini depan mereka tumpul. Situasi semakin panas jelang turun minum ketika Antoni Putro Nugroho diganjar kartu merah langsung pada menit ke-45, memaksa PSMS bermain dengan 10 orang.
Memasuki babak kedua, Sriwijaya FC mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Pelatih Iwan Setiawan bahkan melakukan tiga pergantian sekaligus. Namun, situasi kembali berimbang setelah VAR menghadirkan kartu merah untuk pemain Sriwijaya FC akibat pelanggaran keras.
Alih-alih mengunci kemenangan, PSMS justru berada di bawah tekanan. Sejumlah peluang emas terbuang, termasuk dua kesempatan Rudi Yana di menit ke-80 dan masa injury time.
PSMS juga harus kehilangan Adlin Cahya yang cedera dan ditarik keluar lapangan.
Usai laga, pelatih PSMS, Eko Purdjianto, mengakui timnya kehilangan ketenangan di babak kedua.
"Pemain terlihat takut untuk mencetak gol. Tidak ada tambahan gol, tapi inilah sepak bola," ujarnya.
Sementara itu, pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya meski harus menerima kenyataan pahit terdegradasi.
"Anak-anak sudah maksimal. Kami sempat unggul jumlah pemain di babak pertama, tapi tidak dimanfaatkan. Kami juga mohon maaf atas sikap ofisial. Selamat untuk PSMS," katanya.
Eko pun menegaskan timnya belum ingin berpuas diri. Dua laga tersisa melawan Persiraja dan Garudayaksa tetap dibidik dengan target kemenangan.
"Laga ke depan berat, tapi kami akan all out," tegasnya.
Bagi PSMS, bertahan di Liga 2 mungkin belum sesuai ambisi awal untuk kembali ke Liga 1. Namun, menghindari degradasi jelas menjadi pencapaian penting bagi klub bersejarah yang telah eksis sejak era Perserikatan.
Asadula Imangazaliev Bungkam Kritik Usai Kalahkan Aslamjon Ortikov dan jadi Juara Kelas Terbang One Championship
Asadula Imangazaliev Buktikan Kelasnya, Rekor Sempurna Aslamjon Ortikov Berakhir di ONE Championship
Ninja Dagestan Asadula Ditantang Petarung Muaythai Uzbekistan Rebut Sabuk Juara
Duet Eko-Ramon Tribulietx Segera Mulai Persiapan PSMS
Duel Panas Semifinal, Garuda Muda Belum Pecahkan Kebuntuan di Babak Pertama