Rematch Usyk vs Rico Verhoeven Makin Panas, Belanda Disebut Jadi Tuan Rumah
Kitakini.news - Kontroversi besar yang menyelimuti duel Oleksandr Usyk melawan Rico Verhoeven tampaknya belum akan berakhir. Setelah pertarungan sengit di Giza, Mesir, wacana laga ulang atau rematch kini semakin menguat, dengan Belanda disebut-sebut berpotensi menjadi tuan rumah pertarungan yang dinanti para penggemar olahraga tarung dunia.
Baca Juga:
Dorongan untuk duel kedua muncul usai kemenangan Usyk atas Verhoeven memicu perdebatan panjang. Banyak pihak menilai penghentian laga pada ronde ke-11 terjadi terlalu cepat dan menyisakan banyak pertanyaan.
Di tengah polemik tersebut, sosok berpengaruh dalam dunia tinju modern, Turki Alalshikh, akhirnya buka suara, dan komentarnya langsung menyedot perhatian.
"Penghentian itu buruk. Rico seharusnya mendapat kesempatan untuk melanjutkan pertarungan," kata Turki Alalshikh.
Turki menilai Usyk memang menguasai jalannya laga di akhir pertarungan, tetapi wasit seharusnya bisa lebih jeli sebelum mengambil keputusan.
"Jelas Usyk mengendalikan jalannya laga di akhir pertarungan, tetapi wasit seharusnya membiarkan duel itu berakhir dengan hasil yang benar-benar jelas," tambahnya lagi.
Komentar itu menjadi sinyal kuat bahwa pihak penyelenggara melihat rematch sebagai sesuatu yang layak diwujudkan.
Turki bahkan mengungkapkan skenario besar yang tengah dipertimbangkan. Menurutnya, Usyk kemungkinan akan lebih dulu menghadapi penantang wajib WBC, Agit Kabayel, sebelum pembahasan mengenai duel ulang kontra Rico Verhoeven dilakukan secara lebih serius.
"Sekarang keputusan ada di tangan Usyk mengenai apa yang akan ia lakukan berikutnya. Kabayel sudah menunggu sangat lama. Setelah itu, kami ingin melihat rematch melawan Rico," ucapnya.
Pernyataan tersebut langsung membakar antusiasme publik Belanda. Bukan tanpa alasan. Rico Verhoeven bukan sosok biasa di negaranya. Mantan penguasa kelas berat GLORY itu merupakan ikon olahraga Belanda, figur yang selama bertahun-tahun mendominasi dunia kickboxing dan memiliki basis penggemar yang sangat besar.
Karena itu, gagasan membawa rematch ke Belanda dianggap masuk akal, bukan hanya dari sisi bisnis, tetapi juga atmosfer pertandingan.
Bayangkan situasinya: Usyk datang sebagai juara ke "wilayah musuh", sementara puluhan ribu pendukung Rico memadati arena. Narasi seperti itu nyaris mustahil diabaikan oleh promotor mana pun.
Apalagi, duel pertama meninggalkan kontroversi yang belum benar-benar reda. Pertarungan berakhir penuh perdebatan setelah wasit menghentikan laga menjelang akhir ronde ke-11. Tim Rico Verhoeven mempertanyakan keputusan tersebut, bahkan muncul laporan bahwa pihak Verhoeven mempertimbangkan kemungkinan mengajukan banding atas hasil pertandingan.
Pelatih Peter Fury menjadi salah satu sosok paling vokal dalam mengkritik keputusan itu. Ia menyebut adanya pengakuan dari wasit terkait situasi bel ronde yang menjadi sorotan publik.
Kontroversi tersebut membuat banyak pengamat menilai Verhoeven layak mendapatkan kesempatan kedua.
Meski keluar sebagai pemenang, performa Usyk sendiri juga memunculkan diskusi baru. Sejumlah analis menilai petinju asal Ukraina itu tidak tampil sedominan biasanya dan harus bekerja lebih keras dari perkiraan saat menghadapi petarung berlatar belakang kickboxing.
Sumber: The Ring/Mike Coppinger, Bad Left Hook, MMA Fighting, TalkSPORT, The National News.
Anthony Joshua Bangkit Setelah Dipukul Jatuh, Pukul KO Prenga Ronde Berikutnya
Jon Jones Buka Peluang Lawan Oleksandr Usyk, Antarkan Sang Juara Pensiun?
Perjalanan Sensasional Maroko di Piala Dunia 2026: Tahan Brasil, Kini Gilas Kanada Menuju Delapan Besar
Belanda dan Jerman Tersingkir, Maroko serta Paraguay Bikin Eropa Terdiam
Belanda vs Maroko di 32 Besar Piala Dunia 2026: Duel Kepagian Dua Tim Top Dunia