Afrika Mengguncang Eropa! Belanda Kalah, Belgia Kehilangan Momentum
Hasil tersebut menjadi pengingat bahwa status unggulan tidak menjamin apa pun ketika turnamen sesungguhnya dimulai.
Baca Juga:
Belanda Dipermalukan Aljazair di Rotterdam
Bermain di Stadion De Kuip, Rotterdam, Kamis (4/6/26) dini hari WIB, Belanda datang dengan kepercayaan diri tinggi. Skuad asuhan Ronald Koeman menguasai permainan sejak menit awal dan menciptakan sejumlah peluang emas. Namun dominasi itu tidak menghasilkan gol.
Justru Aljazair yang tampil disiplin mampu memanfaatkan kelengahan lawan. Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, winger Anis Hadj Moussa mencetak gol kemenangan pada menit ke-86 melalui tembakan keras yang tidak mampu dihentikan penjaga gawang Belanda. Gol tersebut terasa semakin spesial karena tercipta di stadion yang menjadi markas klubnya, Feyenoord.
Kekalahan 0-1 itu menjadi hasil yang sangat mengecewakan bagi publik tuan rumah. Belanda sebenarnya mengawali laga dengan agresif, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal mengubah penguasaan bola menjadi gol.
Kapten tim Virgil van Dijk mengakui timnya membuang terlalu banyak peluang, sementara Koeman tidak menyembunyikan rasa frustrasinya.
Pelatih berusia 63 tahun itu menyebut kekalahan tersebut sebagai "peringatan yang sangat baik" sebelum timnya terbang ke Amerika Serikat untuk mengikuti Piala Dunia. Menurutnya, para pemain tampil terlalu nyaman dan kehilangan intensitas setelah awal pertandingan yang menjanjikan.
Alarm untuk Oranje
Di atas kertas, Belanda masih menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan. Mereka memiliki kombinasi pemain berpengalaman dan generasi baru yang sedang berkembang.
Namun kekalahan dari Aljazair memperlihatkan masalah lama yang belum sepenuhnya teratasi: dominasi tanpa efektivitas. Dalam pertandingan seperti Piala Dunia, tim yang gagal memaksimalkan peluang sering kali harus membayar mahal. Belanda menguasai jalannya laga, tetapi satu momen kehilangan konsentrasi cukup untuk membuat mereka pulang dengan kepala tertunduk.
Koeman tentu berharap hasil buruk ini menjadi pelajaran terakhir sebelum memasuki fase grup yang akan mempertemukan mereka dengan lawan-lawan yang tidak bisa dianggap remeh.
Belgia Kehilangan Momentum
Jika Belanda dipukul kekalahan, Belgia juga gagal mendapatkan suntikan kepercayaan diri yang mereka cari dari laga pemanasan terakhir.
Setelah sebelumnya mengalahkan Kroasia 2-0 dan melihat Romelu Lukaku kembali mencetak gol untuk tim nasional, Belgia berharap bisa menjaga momentum menjelang Piala Dunia.
Namun harapan itu tidak sepenuhnya terwujud ketika mereka harus puas berbagi angka dengan Nigeria dalam pertandingan uji coba berikutnya di Kamis (4/6/2026) dini hari WIB di di Stadion Narodowy, Warsawa, Polandia.
Hasil imbang tersebut menunjukkan bahwa Belgia masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah, terutama dalam menjaga konsistensi permainan selama 90 menit. Generasi emas yang tersisa memang masih dihuni nama-nama besar, tetapi mereka tidak lagi memiliki margin kesalahan sebesar beberapa tahun lalu.
Bagi Nigeria, hasil itu menjadi bukti bahwa mereka mampu bersaing melawan salah satu tim kuat Eropa. Sementara bagi Belgia, kegagalan meraih kemenangan membuat perjalanan menuju Piala Dunia sedikit kurang ideal.
Afrika Kirim Pesan Keras ke Eropa
Menariknya, dua hasil ini menunjukkan meningkatnya daya saing wakil Afrika menjelang Piala Dunia. Aljazair berhasil menaklukkan Belanda di Rotterdam, sedangkan Nigeria mampu mengimbangi Belgia. Kedua tim Afrika itu tampil dengan disiplin tinggi, organisasi permainan yang rapi, dan efektivitas yang lebih baik dibanding lawan mereka.
Dalam beberapa edisi terakhir Piala Dunia, negara-negara Afrika terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hasil-hasil uji coba kali ini menjadi sinyal bahwa mereka tidak lagi sekadar pelengkap turnamen.
Meski hasilnya mengecewakan, baik Belanda maupun Belgia masih memiliki waktu untuk melakukan evaluasi.
Belanda setidaknya mendapat gambaran jelas mengenai kelemahan yang harus segera diperbaiki, terutama dalam penyelesaian akhir dan menjaga intensitas permainan sepanjang laga. Belgia pun dapat menggunakan hasil imbang melawan Nigeria sebagai bahan koreksi sebelum menghadapi tekanan yang jauh lebih besar di panggung Piala Dunia.
Uji coba memang tidak menentukan nasib sebuah tim di turnamen utama. Namun hasil-hasil seperti ini sering menjadi indikator penting tentang kesiapan mental dan taktis sebuah skuad.
Belanda dan Belgia datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar. Akan tetapi, setelah satu kalah dan satu lagi gagal menang, keduanya kini memasuki turnamen dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
Sumber:Reuters
Kontroversi Laga Argentina vs Mesir Memanas, Keputusan VAR dan Polemik Balogun Kembali Menguji Kredibilitas FIFA
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026 WIB: Maroko vs Prancis Buka Perebutan Tiket Semifinal
Swiss Cetak Sejarah, Kubur Mimpi Kolombia dan Tantang Argentina
Argentina Bangkit Tumbangkan Mesir 3-2, The Pharaohs Sempat Unggul Tekan Juara Bertahan
Adu Kedisiplinan Swiss Kontra Organisasi Kolombia, Tiket Perempat Final Jadi Taruhan