Rabu, 08 Juli 2026

Swiss Cetak Sejarah, Kubur Mimpi Kolombia dan Tantang Argentina

Swiss Singkirkan Kolombia, Tantang Argentina di Perempat Final
Sukri - Rabu, 08 Juli 2026 14:10 WIB
Swiss Cetak Sejarah, Kubur Mimpi Kolombia dan Tantang Argentina
istimewa
Pemain, pelatih dan official timnas Swiss berfoto bersama usai mengalahkan Kolombia dan lolos ke perempat final Piala Dunia 2026. (Kolase Foto: swissnatimen/Instagram)
Kitakininews.co.id - Swiss memastikan diri menjadi tim terakhir yang melengkapi daftar perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti. Bertanding di BC Place, Vancouver, Selasa (7/7/2026) waktu setempat atau Rabu (8/7/2026) dini hari WIB, kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 120 menit. Selanjutnya, Swiss keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3 pada babak tos-tosan. Hasil tersebut membawa Die Nati menantang juara bertahan Argentina dalam perebutan tiket semifinal.

Laga berlangsung ketat sejak menit awal. Kolombia tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan berusaha mengendalikan tempo permainan. Dukungan puluhan ribu pendukung mereka membuat suasana stadion terasa seperti kandang sendiri bagi Los Cafeteros. Namun, disiplin lini belakang Swiss membuat setiap serangan lawan sulit menghasilkan peluang bersih.

Baca Juga:

Peluang terbaik Kolombia lahir pada babak pertama ketika Gustavo Puerta melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Gregor Kobel tampil sigap dengan melakukan penyelamatan penting. Beberapa saat kemudian, sundulan Davinson Sánchez dan Jhon Lucumí juga sempat mengancam, bahkan salah satunya membentur mistar gawang sehingga gagal mengubah kedudukan.

Swiss memilih bermain lebih sabar. Granit Xhaka mengatur ritme permainan dari lini tengah, sementara Breel Embolo dan Dan Ndoye mengandalkan kecepatan saat melancarkan serangan balik. Meski beberapa kali mampu memasuki area pertahanan Kolombia, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat Camilo Vargas tidak terlalu banyak mendapat ancaman serius.

Skor 0-0 bertahan hingga waktu normal usai. Memasuki babak tambahan, kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga intensitas permainan. Swiss memasukkan Ruben Vargas, Cedric Itten, serta Zeki Amdouni, keputusan yang belakangan terbukti menjadi salah satu kunci kemenangan mereka.

Kolombia sebenarnya tetap menjadi tim yang lebih agresif sepanjang extra time. Namun, rapatnya organisasi pertahanan Swiss membuat seluruh upaya mereka mentah sebelum mencapai gawang Kobel. Setelah dua kali 15 menit tanpa gol, pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Drama langsung terjadi sejak awal adu penalti. Manuel Akanji gagal menjalankan tugas sebagai penendang pertama Swiss. Akan tetapi, Gregor Kobel segera membalas dengan menggagalkan eksekusi Cucho Hernández. Momen penentu datang ketika tendangan Davinson Sánchez menghantam mistar gawang, membuka jalan bagi Swiss untuk membalikkan keadaan. Ruben Vargas kemudian maju sebagai penendang terakhir dan sukses menaklukkan Camilo Vargas untuk memastikan kemenangan 4-3.

Keberhasilan tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Swiss untuk kembali menembus delapan besar Piala Dunia. Terakhir kali mereka mencapai fase ini terjadi pada edisi 1954 saat menjadi tuan rumah. Setelah beberapa kali tersingkir di babak 16 besar dalam empat edisi sebelumnya, generasi yang dipimpin Murat Yakin akhirnya mampu memutus rekor buruk tersebut.

Pelatih Murat Yakin mengungkapkan bahwa pergantian pemain yang dilakukan pada babak kedua menjadi faktor penting dalam kemenangan timnya. Ia juga memuji mental para pemain yang tetap tenang meski sempat tertinggal dalam adu penalti. Yakin menyebut keberhasilan lolos ke perempat final sebagai pencapaian bersejarah bagi sepak bola Swiss.

Di sisi lain, Kolombia harus mengubur mimpi mengulang pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia setelah sebelumnya mencapai perempat final pada 2014. Tim Amerika Selatan itu tampil solid sepanjang pertandingan, tetapi gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas dan akhirnya menyerah dalam duel yang ditentukan oleh ketenangan dari titik putih.

Pada babak perempat final, Swiss akan menghadapi Argentina yang lebih dulu memastikan tempat setelah bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Mesir 3-2. Pertemuan kedua tim diprediksi berlangsung sengit. Argentina datang dengan kualitas individu yang mumpuni, sedangkan Swiss membawa modal kepercayaan diri tinggi berkat pertahanan kokoh dan mental kuat yang mereka tunjukkan saat menyingkirkan Kolombia.

Sumber: Reuters, Al Jazeera

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Argentina Bangkit Tumbangkan Mesir 3-2, The Pharaohs Sempat Unggul Tekan Juara Bertahan

Argentina Bangkit Tumbangkan Mesir 3-2, The Pharaohs Sempat Unggul Tekan Juara Bertahan

Adu Kedisiplinan Swiss Kontra Organisasi Kolombia, Tiket Perempat Final Jadi Taruhan

Adu Kedisiplinan Swiss Kontra Organisasi Kolombia, Tiket Perempat Final Jadi Taruhan

Messi vs Salah! Argentina dan Mesir Berebut Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026

Messi vs Salah! Argentina dan Mesir Berebut Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026

Rudi Garcia Puji Kedewasaan Belgia Usai Hancurkan Amerika Serikat 4-1: Balogun tak Salah

Rudi Garcia Puji Kedewasaan Belgia Usai Hancurkan Amerika Serikat 4-1: Balogun tak Salah

Kontroversi FIFA Tak Selamatkan Amerika di Piala Dunia, Perempat Final Tanpa Tuan Rumah

Kontroversi FIFA Tak Selamatkan Amerika di Piala Dunia, Perempat Final Tanpa Tuan Rumah

Kesalahan Kecil Berbuah Petaka: Spanyol Kandaskan Mimpi Ronaldo di Piala Dunia 2026

Kesalahan Kecil Berbuah Petaka: Spanyol Kandaskan Mimpi Ronaldo di Piala Dunia 2026

Komentar
Berita Terbaru