Habisi Belal dengan Kemenangan Mutlak, Gabriel Bonfim Tantang Mantan Juara Welter Lainnya
Kitakini.news - Karier Gabriel Bonfim terus menanjak di divisi welter UFC. Petarung asal Brasil itu mencatat kemenangan terbesar dalam perjalanan kariernya setelah mengalahkan mantan juara dunia Belal Muhammad pada laga utama UFC Fight Night: Muhammad vs Bonfim di UFC Apex, Las Vegas, Minggu (7/6/2026) WIB.
Baca Juga:
Bonfim tampil dominan sepanjang lima ronde dan akhirnya dinyatakan menang mutlak melalui keputusan juri dengan skor identik 50-45 dari ketiga juri. Hasil tersebut sekaligus memperpanjang tren positifnya menjadi lima kemenangan beruntun di UFC. Sementara bagi Belal Muhammad, kekalahan itu menjadi pukulan telak karena merupakan kekalahan ketiga berturut-turut dalam kariernya.
Sejak ronde pertama, Bonfim langsung menunjukkan keunggulan dalam aspek striking. Petarung berusia 28 tahun itu berkali-kali mendaratkan jab, tendangan ke kaki, dan kombinasi pukulan yang membuat Muhammad kesulitan menemukan ritme bertarungnya.
Muhammad yang selama ini dikenal dengan kemampuan gulatnya tidak mampu menerapkan strategi khasnya secara efektif. Upaya-upaya takedown yang dilancarkan mantan juara welter UFC tersebut berkali-kali berhasil dipatahkan Bonfim, yang tampil disiplin menjaga jarak dan mengontrol tempo pertarungan.
Memasuki ronde tengah, dominasi Bonfim semakin terlihat. Ia terus menekan dengan kombinasi pukulan lurus dan tendangan rendah yang membuat pergerakan Muhammad semakin terbatas. Bahkan dalam beberapa momen, wajah Muhammad tampak mulai mengalami luka akibat akumulasi serangan yang diterimanya sepanjang pertarungan.
Meski Muhammad memperlihatkan semangat juang tinggi hingga ronde terakhir, ia tidak pernah benar-benar mampu membalikkan keadaan. Bonfim tampil lebih cepat, lebih akurat, dan lebih efektif dalam memanfaatkan setiap peluang yang muncul.
Ketika bel akhir berbunyi, hasil pertandingan terasa hampir tidak menyisakan keraguan. Ketiga juri memberikan kemenangan penuh untuk Bonfim dengan skor 50-45, 50-45, dan 50-45.
Kemenangan tersebut menjadi pernyataan besar dari Bonfim kepada seluruh penghuni divisi welter. Sebelum laga ini, banyak pihak masih mempertanyakan apakah dirinya sudah siap bersaing di level elite. Namun keberhasilannya mengalahkan mantan juara dunia dalam pertarungan lima ronde menjadi jawaban yang sangat meyakinkan.
Dalam wawancara di oktagon usai pertandingan, Bonfim menunjukkan rasa hormat kepada lawannya yang telah lama menjadi salah satu nama besar di divisi welter.
"Belal memiliki perjalanan yang luar biasa. Saya sangat menghormatinya," ujar Bonfim.
Tak berhenti sampai di situ, petarung Brasil tersebut langsung mengarahkan pandangannya ke papan atas divisi dan menantang mantan juara lainnya untuk pertarungan berikutnya.
"Saya ingin Jack Della Maddalena berikutnya," kata Bonfim di dalam oktagon.
Bagi Bonfim, kemenangan ini kemungkinan akan membawanya masuk ke lima besar ranking welter UFC. Posisi yang selama ini ditempati Muhammad berpotensi berpindah tangan setelah hasil dominan tersebut.
Sebaliknya, masa depan Belal Muhammad kini menjadi tanda tanya besar. Setelah kehilangan sabuk juara dari Jack Della Maddalena dan kemudian kalah dari Ian Machado Garry, kekalahan dari Bonfim membuat mantan juara itu kini terjebak dalam rentetan tiga hasil negatif secara beruntun.
Di usia yang semakin mendekati akhir masa puncak karier seorang petarung, Muhammad kini menghadapi tantangan berat untuk kembali masuk ke jalur perebutan gelar. Sementara itu, Gabriel Bonfim justru sedang melesat menuju arah yang berlawanan, semakin dekat dengan lingkaran perebutan sabuk juara welter UFC.
Sumber: UFC.com, MMA Fighting, MMA Mania, Sherdog.
Pelatih GSP Sebut Islam Makhachev sebagai GOAT UFC Usai Kalahkan Ian Garry
Islam Makhachev Ingin Kembali Bertarung Sebelum Ramadan 2027
5 Tanda Usman Nurmagomedov Segera Bertarung di UFC Usai Kemenangan Makhachev
Islam Makhachev Kerja Keras Taklukkan Ian Garry, Juara Dua DIvisi Cetak Rekor di UFC 330
Alexander Volkanovski Hadapi Movsar Evloev di UFC 333 Abu Dhabi