Parlemen Eropa Desak Investigasi Infantino, Mesir Gugat FIFA Usai Kontroversi Argentina
Kitakininews.co.id - Gelombang kritik terhadap FIFA semakin membesar setelah dua polemik berbeda mencuat hanya dalam hitungan hari pada Piala Dunia 2026. Di Eropa, puluhan anggota Parlemen Eropa (MEPs) mendorong penyelidikan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino terkait dugaan campur tangan politik dalam pencabutan larangan bermain penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Sementara itu, Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) resmi mengajukan pengaduan kepada FIFA menyusul kepemimpinan wasit François Letexier saat Mesir kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar.
Baca Juga:
Dua kasus tersebut memunculkan pertanyaan baru mengenai independensi proses pengambilan keputusan FIFA, baik dalam aspek disiplin pemain maupun kepemimpinan pertandingan.
MEPs Minta Peran Infantino Diselidiki
Lebih dari 70 anggota Parlemen Eropa dilaporkan mendukung sebuah surat yang mendesak asosiasi sepak bola di kawasan Eropa agar menekan FIFA untuk membuka investigasi resmi terhadap peran Gianni Infantino dalam kasus Folarin Balogun.
Kontroversi bermula setelah hukuman larangan satu pertandingan yang seharusnya dijalani Balogun usai menerima kartu merah dibatalkan sebelum laga Amerika Serikat menghadapi Belgia di babak 16 besar.
Keputusan tersebut menjadi sorotan karena muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui telah menghubungi Infantino dan meminta FIFA meninjau kembali hukuman Balogun. FIFA kemudian menyatakan keputusan itu diambil oleh Komite
Disiplin yang independen, sementara Infantino membantah adanya intervensi politik dalam proses tersebut.
Namun, para anggota parlemen menilai situasi itu berpotensi melanggar prinsip netralitas politik yang selama ini dijunjung FIFA.
Dalam pernyataan bersama, para legislator menyebut perubahan penerapan sanksi di tengah berlangsungnya turnamen merupakan preseden yang berbahaya bagi integritas sepak bola. Mereka juga meminta seluruh federasi anggota UEFA mendorong investigasi etik terhadap proses pengambilan keputusan FIFA.
UEFA turut menyampaikan kritik keras dengan menyebut keputusan tersebut sebagai langkah yang "belum pernah terjadi sebelumnya" dan berpotensi merusak kredibilitas kompetisi.
Ironisnya, keputusan tersebut tidak mengubah nasib Amerika Serikat. Balogun tetap tampil melawan Belgia, tetapi tim tuan rumah harus tersingkir setelah kalah telak 1-4.
Mesir Ajukan Pengaduan Resmi kepada FIFA
Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Mesir mengambil langkah hukum dengan mengirimkan pengaduan resmi kepada FIFA setelah kekalahan kontroversial 2-3 dari Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
EFA meminta FIFA menyelidiki kepemimpinan wasit asal Prancis François Letexier beserta seluruh tim VAR yang bertugas pada pertandingan tersebut.
Dalam laga yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Letexier dibantu asisten wasit Cyril Mugnier dan Mehdi Rahmouni, sementara ruang VAR dipimpin Jérôme Brisard bersama Willy Delajod dan Bram Van Driessche.
Mesir menilai terdapat sejumlah keputusan krusial yang merugikan mereka. Salah satu insiden paling diperdebatkan adalah pembatalan gol Mostafa Zico melalui tinjauan VAR karena dianggap terjadi pelanggaran dalam proses terciptanya gol. Tak lama kemudian, Mesir juga merasa seharusnya mendapat hadiah penalti setelah Mohamed Salah dijatuhkan di kotak terlarang. Klaim tersebut tidak dikabulkan, sebelum Argentina mencetak gol kemenangan pada masa injury time.
Dalam surat pengaduannya, EFA mempertanyakan konsistensi penggunaan VAR dan meminta FIFA melakukan investigasi menyeluruh terhadap kepemimpinan pertandingan tersebut. Federasi juga meminta evaluasi terhadap François Letexier dan tim ofisial VAR agar tidak lagi memimpin pertandingan selama sisa turnamen apabila terbukti melakukan kesalahan serius.
Sorotan terhadap Integritas Turnamen
Dua kontroversi yang muncul secara beruntun membuat FIFA berada di bawah tekanan besar menjelang babak perempat final.
Kasus Balogun memunculkan tudingan adanya pengaruh politik terhadap keputusan disiplin, sedangkan protes Mesir memperbesar sorotan terhadap konsistensi penggunaan VAR dan kualitas kepemimpinan wasit di lapangan.
Hingga kini FIFA belum mengumumkan adanya investigasi resmi terhadap François Letexier maupun perubahan sikap terkait keputusan Komite Disiplin dalam kasus Balogun. Namun, meningkatnya tekanan dari federasi nasional, UEFA, dan anggota Parlemen Eropa diperkirakan akan membuat isu integritas kompetisi menjadi salah satu perhatian utama sepanjang kelanjutan Piala Dunia 2026.
Sumber; Talksport, Reuters
Deschamps Tak Gentar Kontroversi Wasit Argentina, Fokus Antar Prancis Lewati Maroko
Kontroversi Laga Argentina vs Mesir Memanas, Keputusan VAR dan Polemik Balogun Kembali Menguji Kredibilitas FIFA
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026 WIB: Maroko vs Prancis Buka Perebutan Tiket Semifinal
Swiss Cetak Sejarah, Kubur Mimpi Kolombia dan Tantang Argentina
Argentina Bangkit Tumbangkan Mesir 3-2, The Pharaohs Sempat Unggul Tekan Juara Bertahan