Didier Deschamps Pamit, Prancis Gagal Tutup Piala Dunia dengan Manis
Kitakininews.co.id - Perjalanan Didier Deschamps bersama Timnas Prancis resmi berakhir dengan hasil yang menyakitkan. Les Bleus harus mengakui keunggulan Inggris 4-6 pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Miami, Minggu (19/7) dini hari WIB. Meski Prancis sempat bangkit pada babak kedua, ketertinggalan empat gol di paruh pertama menjadi beban yang terlalu berat untuk dikejar.
Baca Juga:
Inggris tampil dominan sejak awal pertandingan. Declan Rice membuka keunggulan pada menit ketiga, disusul Ezri Konsa pada menit ke-18. Bukayo Saka kemudian mencetak dua gol pada menit ke-37 dan 45+1 sehingga The Three Lions menutup babak pertama dengan keunggulan telak 4-0.
Prancis menunjukkan reaksi positif setelah turun minum. Kylian Mbappe mencetak dua gol pada menit ke-48 dan 66, sementara Bradley Barcola (54') serta Ousmane Dembele (90+6') ikut menyumbang gol. Namun, hattrick Bukayo Saka lewat penalti pada menit ke-87 dan gol Jude Bellingham di menit 90+8 memastikan kemenangan Inggris dengan skor 6-4
Usai pertandingan, Didier Deschamps tidak mencari alasan atas kekalahan tersebut. Pelatih berusia 57 tahun itu secara terbuka menyatakan dirinya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas penampilan buruk Prancis, terutama pada babak pertama.
"Babak pertama kami tidak bisa diterima. Saya bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi," tegas Deschamps.
Menurut Deschamps, para pemain memang menunjukkan semangat luar biasa pada babak kedua, tetapi kerusakan yang terjadi pada 45 menit pertama sudah terlalu besar untuk diperbaiki.
"Kami bereaksi dengan baik setelah jeda, tetapi ketika Anda tertinggal sejauh itu melawan tim sekelas Inggris, semuanya menjadi sangat sulit," ujar pria 57 tahun itu.
Deschamps mengakui kegagalan mencapai target menjadi penyesalan terbesar dalam turnamen ini. Prancis datang ke Amerika Utara dengan ambisi merebut gelar Piala Dunia ketiga, tetapi harus puas finis di posisi keempat.
"Tentu saja ada rasa kecewa karena kami memiliki ambisi yang sangat besar. Kami merasa memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh," katanya.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan para pemain selama turnamen dan menilai skuadnya telah memberikan segalanya hingga pertandingan terakhir.
Kekalahan dari Inggris sekaligus menandai berakhirnya masa jabatan Deschamps yang telah memimpin Timnas Prancis sejak 2012. Selama 14 tahun, ia membawa Les Bleus meraih gelar Piala Dunia 2018, juara UEFA Nations League 2021, serta tampil di final Euro 2016 dan Piala Dunia 2022. Ia juga mencatat 20 kemenangan di putaran final Piala Dunia, terbanyak sepanjang sejarah untuk seorang pelatih.
Deschamps mengaku meninggalkan tim dengan penuh kebanggaan meski pertandingan terakhir berakhir dengan kekalahan.
"Perjalanan ini penuh emosi. Kami telah melalui begitu banyak momen luar biasa bersama. Saya bangga dengan apa yang telah dicapai tim ini selama bertahun-tahun," sebut pria yang mengantarkan Prancis meraih trofi Piala Dunia 1998 bersama Zinedine Zidane, penggantinya mengarsiteki timnas Prancis.
Masa kepemimpinan Deschamps dikenang sebagai salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola Prancis. Ia menjadi salah satu dari sedikit sosok yang mampu menjuarai Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih, sekaligus mengembalikan Les Bleus menjadi kekuatan dominan di pentas internasional.
Meski laga terakhirnya berakhir dengan kekalahan dramatis, Deschamps meninggalkan warisan besar berupa budaya kompetitif, konsistensi di turnamen besar, dan generasi pemain yang siap melanjutkan estafet prestasi Prancis di bawah pelatih berikutnya.
Sumber: Reuters, AP News
Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Ketajaman Bertemu Benteng Terkuat Dunia
Gubernur Bobby Nasution Hadiri Nobar Final Piala Dunia, Satlantas Polres Nias Lakukan Rekayasa Kalukintas
Thomas Tuchel Bangga Inggris Raih Medali Perunggu, Pencapaian Terbaik 60 Tahun
Mbappe Ukir Rekor Piala Dunia, Namun tak Mampu Selamatkan Prancis dari Inggris
Inggris Rebut Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026, Bungkam Prancis 6-4 dalam Duel 10 Gol