Kamis, 01 Oktober 2026

Nurisa Dian Ukir Sejarah, Emas Kelima Indonesia dari Panahan

Nurisa Dian Tundukkan Pemanah Filipina, Cetak Sejarah Panahan Indonesia dan Persembahkan Emas Kelima di Asian Games 2026.
Sukri - Kamis, 01 Oktober 2026 18:08 WIB
Nurisa Dian Ukir Sejarah, Emas Kelima Indonesia dari Panahan
istimewa
Nurisa Dian. (Foto: AINAGOC)

Kitakininews.co.id - Nurisa Dian Ashrifah menghadirkan kejutan besar untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Atlet panahan berusia 20 tahun itu berhasil merebut medali emas nomor compound individu putri sekaligus mempersembahkan emas kelima bagi kontingen Merah Putih.

Baca Juga:

Bertanding di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Aichi, Kamis (1/10/2026), Nurisa tampil tenang dalam pertandingan final menghadapi pemanah Filipina, Amaya Amparo Cojuangco.

Persaingan berlangsung ketat hingga akhir. Nurisa akhirnya mengamankan kemenangan dengan skor 139-137, hanya unggul dua poin atas lawannya. Medali perunggu menjadi milik wakil Korea Selatan, Kang Yeonseo.

Kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan emas untuk Indonesia. Nurisa juga mencatat sejarah karena menjadi atlet yang membawa pulang medali emas pertama panahan Indonesia sepanjang keikutsertaan di Asian Games.

Keberhasilan itu terasa semakin istimewa karena Nurisa tidak datang ke Aichi-Nagoya dengan target pribadi yang tinggi. Dalam perjalanannya menuju final, ia memilih berkonsentrasi pada setiap tembakan.

"Dari awal saya tidak berekspektasi. Yang penting enak nembaknya," kata Nurisa dalam keterangan tertulis.

Nurisa sebelumnya hanya menempati posisi kedelapan pada babak kualifikasi dengan 701 poin. Namun, hasil tersebut tidak membuatnya terbebani. Ia kemudian melewati sejumlah lawan tangguh hingga mencapai partai puncak.

"Ini plot twist banget dalam hidup saya. Saya lawan India dan Korea yang sudah menguasai panahan dan atlet top. Ternyata saya bisa," ujar Nurisa.

Pada semifinal, Nurisa menghadapi wakil Korea Selatan dan menang 147-143. Kondisi angin sempat menjadi tantangan tersendiri sebelum pertandingan final, tetapi ia mampu menjaga konsentrasi sampai anak panah terakhir.

Emas ini juga memiliki makna personal bagi Nurisa. Ia menyebut ibunya sebagai sosok yang ingin ia bahagiakan melalui prestasi tersebut.

"Jelas untuk ibunda tercinta," ucap Nurisa. Ia juga mengungkapkan keinginannya menggunakan bonus untuk mewujudkan harapan sang ibu menjalankan ibadah umrah.

Ketua Umum PB Perpani Arsjad Rasjid menyebut pencapaian Nurisa sebagai sejarah baru bagi panahan Indonesia.

"Itu sejarah bagi panahan Indonesia. Nurisa tampil tenang, konsisten, dan mampu melewati lawan-lawan kuat hingga final," kata Arsjad.

Tambahan emas tersebut membuat Indonesia mengoleksi lima emas, tujuh perak, dan 20 perunggu. Sebelumnya, Merah Putih telah meraih emas dari bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing.

Bagi Nurisa, perjalanan belum selesai. Setelah menciptakan sejarah di Asian Games, ia sudah memiliki sasaran berikutnya.

"Goal saya memang main di Olimpiade," tegasnya.

Sumber: detiksport, Tribrata News, Antara News

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Desak Made Rita Pertahankan Emas di Asian Games 2026

Desak Made Rita Pertahankan Emas di Asian Games 2026

Rekor Dunia Pecah, Rahmat Erwin Persembahkan Emas Kedua Indonesia di Asian Games 2026

Rekor Dunia Pecah, Rahmat Erwin Persembahkan Emas Kedua Indonesia di Asian Games 2026

Indonesia Ukir Emas Pertama Asian Games 2026 Lewat Drama Sengit

Indonesia Ukir Emas Pertama Asian Games 2026 Lewat Drama Sengit

Leica Al Humaira Lubis, Dari Emas PON hingga Perunggu Asian Games 2026

Leica Al Humaira Lubis, Dari Emas PON hingga Perunggu Asian Games 2026

Timnas Voli Putra Indonesia Geber Persiapan Asian Games

Timnas Voli Putra Indonesia Geber Persiapan Asian Games

Komentar
Berita Terbaru