Kamis, 22 Oktober 2026

Ultras PSG Sindir Keras FFF yang tak Izinkan Jeda Pertandingan saat Pemain buka Puasa

- Selasa, 04 April 2023 19:54 WIB
Ultras PSG Sindir Keras FFF yang tak Izinkan Jeda Pertandingan saat Pemain buka Puasa

Kitakini.news - Surat larangan Federasi Sepakbola Prancis (FFF) yang melarang wasit memberikan jeda untuk pemain buka puasa menuai reaksi keras dari berbagai pihak. kelompok suporter Ultras Paris Saint Germain (PSG) bahkan melontarkan sindiran keras.

Baca Juga:

Sindiran keras itu disampaikan fans PSG lewat spanduk yang dibentangkan saat PSG menjamu Olympique Lyon, Senin (03/04/2023) di Stadion Parc des Princes, Paris.

Foto spanduk tersebut beredar luas di media sosial, termasuk akun Twitter Get French Football News, juga membagikannya. Sejumlah media online di Indonesia juga telah ramain memberitakan hal itu.


Pada pertandingan yang berakhir kekalahan 0-1 untuk PSG, spanduk kecil panjang yang dibentangkan fans mencuri perhatian. Posisi spanduk berada di tribun penonton di belakang gawang di Stadion Parc des Princes.

‘Sebiji kurma, segelas air, mimpi buruk bagi FFF,” demikian tulisan di spanduk fans garis keras PSG, Collectif Ultras Paris tersebut.

Berbeda dengan Liga Inggris, Federasi Sepakbola Prancis (FFF) melarang jeda sejenak untuk pemain bisa buka puasa selama Ramadan ini. Larangan tersebut disampaikan mengatasnamakan netralitas pada pelaksanaan sepakbola.

Pada email yang dikirim ke pejabat sepak bola Prancis, Komisi Wasit Federal (CFA) FFF telah melarang "interupsi" pertandingan apa pun untuk memungkinkan pesepakbola Muslim berbuka puasa, dengan mengatakan bahwa "interupsi ini tidak menghormati ketentuan Statuta FFF. ”

Federasi dan badan-badannya "mempertahankan nilai-nilai dasar Republik Prancis dan harus menerapkan cara untuk mencegah diskriminasi atau pelanggaran martabat seseorang karena ... keyakinan politik dan agama mereka," kata email tersebut melansir Morocco World News, Sabtu (01/04/2023).

Surat tersebut juga menekankan bahwa FFF melarang "penampilan afiliasi politik, ideologis, agama, atau serikat dagang” selama pertandingan.

“Lapangan sepak bola, stadion, gimnasium, bukanlah tempat ekspresi politik atau agama, melainkan tempat netralitas di mana nilai-nilai olahraga, seperti kesetaraan, persaudaraan, ketidakberpihakan, belajar menghormati wasit, diri sendiri, dan orang lain , harus menang, ”tambah email itu.

Bahkan, FFF mengultimatum, ketidakpatuhan untuk mematuhi instruksi ini akan membuat pelanggar dikenakan “proses disipliner dan/atau pidana.” Email diakhiri dengan menyerukan kepada semua pejabat sepak bola untuk memastikan bahwa ketentuan ini dihormati.

FFF telah menerima kritik luas atas keputusannya, dengan banyak yang turun ke media sosial untuk mengecam pemecatan federasi atas kewajiban agama dan kesejahteraan fisik pemain Muslim.

Redaksi

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
28 Cabor Medan Ancam Mundur seperti Pertina, Desak Wali Kota Rico Turun Tangan

28 Cabor Medan Ancam Mundur seperti Pertina, Desak Wali Kota Rico Turun Tangan

Pertina Medan Keberatan Kontingen Porprovsu Dikelola Dispora, Ancam Tak Berangkatkan Atlet

Pertina Medan Keberatan Kontingen Porprovsu Dikelola Dispora, Ancam Tak Berangkatkan Atlet

Rico Waas Suntik Semangat Atlet Medan, KONI Bidik 148 Emas di Porprovsu 2026

Rico Waas Suntik Semangat Atlet Medan, KONI Bidik 148 Emas di Porprovsu 2026

Menemukan Harmoni dan Ketenangan Jiwa Lewat Ayunan Lembut Tai Chi

Menemukan Harmoni dan Ketenangan Jiwa Lewat Ayunan Lembut Tai Chi

Sofyan Tan Ungkap Filosofi Kepemimpinan dari Barongsai: Sehati, Kompak dan Peka terhadap Sesama

Sofyan Tan Ungkap Filosofi Kepemimpinan dari Barongsai: Sehati, Kompak dan Peka terhadap Sesama

Turnamen 3x3 ST Bhinneka Bertabur Beasiswa, Sofyan Tan Bicara Olahraga dan Masa Depan Anak Muda

Turnamen 3x3 ST Bhinneka Bertabur Beasiswa, Sofyan Tan Bicara Olahraga dan Masa Depan Anak Muda

Komentar
Berita Terbaru