Kamis, 27 Agustus 2026

Ultras PSG Sindir Keras FFF yang tak Izinkan Jeda Pertandingan saat Pemain buka Puasa

- Selasa, 04 April 2023 19:54 WIB
Ultras PSG Sindir Keras FFF yang tak Izinkan Jeda Pertandingan saat Pemain buka Puasa

Kitakini.news - Surat larangan Federasi Sepakbola Prancis (FFF) yang melarang wasit memberikan jeda untuk pemain buka puasa menuai reaksi keras dari berbagai pihak. kelompok suporter Ultras Paris Saint Germain (PSG) bahkan melontarkan sindiran keras.

Baca Juga:

Sindiran keras itu disampaikan fans PSG lewat spanduk yang dibentangkan saat PSG menjamu Olympique Lyon, Senin (03/04/2023) di Stadion Parc des Princes, Paris.

Foto spanduk tersebut beredar luas di media sosial, termasuk akun Twitter Get French Football News, juga membagikannya. Sejumlah media online di Indonesia juga telah ramain memberitakan hal itu.


Pada pertandingan yang berakhir kekalahan 0-1 untuk PSG, spanduk kecil panjang yang dibentangkan fans mencuri perhatian. Posisi spanduk berada di tribun penonton di belakang gawang di Stadion Parc des Princes.

‘Sebiji kurma, segelas air, mimpi buruk bagi FFF,” demikian tulisan di spanduk fans garis keras PSG, Collectif Ultras Paris tersebut.

Berbeda dengan Liga Inggris, Federasi Sepakbola Prancis (FFF) melarang jeda sejenak untuk pemain bisa buka puasa selama Ramadan ini. Larangan tersebut disampaikan mengatasnamakan netralitas pada pelaksanaan sepakbola.

Pada email yang dikirim ke pejabat sepak bola Prancis, Komisi Wasit Federal (CFA) FFF telah melarang "interupsi" pertandingan apa pun untuk memungkinkan pesepakbola Muslim berbuka puasa, dengan mengatakan bahwa "interupsi ini tidak menghormati ketentuan Statuta FFF. ”

Federasi dan badan-badannya "mempertahankan nilai-nilai dasar Republik Prancis dan harus menerapkan cara untuk mencegah diskriminasi atau pelanggaran martabat seseorang karena ... keyakinan politik dan agama mereka," kata email tersebut melansir Morocco World News, Sabtu (01/04/2023).

Surat tersebut juga menekankan bahwa FFF melarang "penampilan afiliasi politik, ideologis, agama, atau serikat dagang” selama pertandingan.

“Lapangan sepak bola, stadion, gimnasium, bukanlah tempat ekspresi politik atau agama, melainkan tempat netralitas di mana nilai-nilai olahraga, seperti kesetaraan, persaudaraan, ketidakberpihakan, belajar menghormati wasit, diri sendiri, dan orang lain , harus menang, ”tambah email itu.

Bahkan, FFF mengultimatum, ketidakpatuhan untuk mematuhi instruksi ini akan membuat pelanggar dikenakan “proses disipliner dan/atau pidana.” Email diakhiri dengan menyerukan kepada semua pejabat sepak bola untuk memastikan bahwa ketentuan ini dihormati.

FFF telah menerima kritik luas atas keputusannya, dengan banyak yang turun ke media sosial untuk mengecam pemecatan federasi atas kewajiban agama dan kesejahteraan fisik pemain Muslim.

Redaksi

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Bupati Deliserdang Buka Gebyar Olahraga Diikuti 22 Kecamatan

Bupati Deliserdang Buka Gebyar Olahraga Diikuti 22 Kecamatan

Minum Air Kelapa Muda Bisa Jaga Berat Badan dan Redakan Mabuk Alkohol; Ini khasiat Lainnya

Minum Air Kelapa Muda Bisa Jaga Berat Badan dan Redakan Mabuk Alkohol; Ini khasiat Lainnya

Kembali ke Arena Pacuan Kuda, Manda Cello: Berencana untuk Ikut Tanding

Kembali ke Arena Pacuan Kuda, Manda Cello: Berencana untuk Ikut Tanding

Rico Waas Optimis Stadion Teladan Medan Siap Jadi Venue Potsial AFF Cup 2026

Rico Waas Optimis Stadion Teladan Medan Siap Jadi Venue Potsial AFF Cup 2026

Bangun 20 Gedung Baru dan Kapolri Beri Penghargaan Pada Kapolda Sumut

Bangun 20 Gedung Baru dan Kapolri Beri Penghargaan Pada Kapolda Sumut

Pansus PAD DPRD Medan Kebut Optimalisasi Rettribusi Fasilitas Olahraga dan Ruang Publik

Pansus PAD DPRD Medan Kebut Optimalisasi Rettribusi Fasilitas Olahraga dan Ruang Publik

Komentar
Berita Terbaru