Selasa, 21 Juli 2026

Rilis Rhythm Inside, Marthin Siahaan Mantap di Panggung Amerika

Fitri - Minggu, 19 Juli 2026 22:09 WIB
Rilis Rhythm Inside, Marthin Siahaan Mantap di Panggung Amerika
ig@marthin_siahaan
Marthin Siahaan
Kitakininews.co.id - Musisi Marthin Siahaan baru saja mengeluarkan lagu baru yang bertajuk Rhythm Inside sekaligus terus melanjutkan perjalanan musikalnya di Amerika Serikat.

Melansir berbagai sumber, Minggu (19/7/2026), lagu tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Marthin Siahaan dalam membangun eksistensi sebagai musisiIndonesia di Amerika.

Baca Juga:

Pun, sekaligus menjaga agar pendengar di Indonesia tetap dapat mengikuti jejak musikalnya.

Secara musikal, Rhythm Inside membawa identitas Marthin Siahaan yang kuat melalui beat yang dominan, progresi chord yang kaya, serta pesan lirik yang hangat dan penuh harapan.

Lagu itu berbicara tentang rasa syukur, cinta, harmoni, dan keberanian untuk menjalani hidup dengan lebih utuh.

"Dengarkan terus irama itu, karena hidup bisa membawa kita ke tempat-tempat yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Dan dari situ, mungkin ada legacy yang bisa kita tinggalkan," jelas Marthin Siahaan.

Dalam single ini, Marthin Siahaan kembali berkolaborasi dengan sahabat sekaligus rekan musikal lamanya, Albert Fakdawer.

Keduanya memiliki sejarah panjang dalam berkarya bersama di Indonesia. Kehadiran Albert memberi makna yang lebih personal baginya, terutama karena lagu ini juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa talenta Indonesia memiliki kualitas yang dapat dibawa ke panggung dunia.

"Apa pun yang saya kerjakan di Amerika, saya ingin tetap representatif sebagai musisi Indonesia. Karena itu, penting bagi saya untuk membawa elemen talenta Indonesia dalam karya saya. Salah satunya dengan mengajak Albert di lagu ini," ujarnya.

Bagi Marthin Siahaan, Rhythm Inside juga menjadi bentuk nyata dari mimpinya untuk bergaul dan berkarya di tengah komunitas musikAmerika yang selama ini diagumi.

Menurutnya, memimpikan industri musikAmerika dari Indonesia dan menjalaninya langsung dari Amerika adalah dua pengalaman yang berbeda.

"Ketika saya ada di sini, saya bisa melihat langsung lingkungannya, ritmenya, dan cara kerja industrinya. Ini menjadi manifestasi dan proyeksi untuk karya-karya saya ke depan," jelas Marthin Siahaan.

Komitmen itu juga terlihat dari keterlibatan Matt Marin, mixing engineer berbasis di Amerika Serikat yang pernah meraih Billboard No. 1 dan Stellar Award.

Menurutnya, melibatkan talenta dari Amerika bukan semata-mata untuk memperkuat produksi, tetapi juga menjadi bagian dari proses belajar dan membangun koneksi kreatif yang lebih luas.

"Ke depan, saya ingin karya saya bisa semakin terkoneksi dengan musisi dan pelaku industri musik di sini," pungkas Marthin Siahaan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tetap Bermusik meski Berusia 80 Tahun, Achmad Albar: Saya Berhenti kalau Sudah Mati

Tetap Bermusik meski Berusia 80 Tahun, Achmad Albar: Saya Berhenti kalau Sudah Mati

Surga Kopi Sumatra Hadir di Medan, Cicipi 45 Kopi Terbaik Tanpa Harus Keliling Pulau

Surga Kopi Sumatra Hadir di Medan, Cicipi 45 Kopi Terbaik Tanpa Harus Keliling Pulau

Ini Enam Danau Memukau di Indonesia, Danau Toba Juaranya

Ini Enam Danau Memukau di Indonesia, Danau Toba Juaranya

Uang Korban Scam Rp200 Miliar Selamat, OJK Blokir Ratusan Ribu Rekening Bank

Uang Korban Scam Rp200 Miliar Selamat, OJK Blokir Ratusan Ribu Rekening Bank

Prancis Siap Hentikan Ambisi Spanyol Menuju Partai Akhir, La Roja tak Gentar

Prancis Siap Hentikan Ambisi Spanyol Menuju Partai Akhir, La Roja tak Gentar

Persaingan Ketat, John Herdman Pilih Pemain yang Paling Siap Bela Indonesia di ASEAN Championship 2026

Persaingan Ketat, John Herdman Pilih Pemain yang Paling Siap Bela Indonesia di ASEAN Championship 2026

Komentar
Berita Terbaru