Jumat, 11 September 2026

Wisata Hantu Marak di Jepang, Tempat Horor jadi Favorit

Fitri - Minggu, 14 September 2025 21:03 WIB
Wisata Hantu Marak di Jepang, Tempat Horor jadi Favorit
ig@trail.hikes.jp
Hutan Aokigahara, salah satu tempat wisata hantu favorit di Jepang
Kitakini.news - Kini wisata hantu di Jepang sedang naik daun. Banyak tur yang menjual kunjungan ke tempat-tempat horor di negara itu.

Melansir berbagai sumber, Minggu (14/9/2025), sejatinya Ide wisata hantu bukanlah hal baru di Jepang. Sejak periode Edo, orang-orang tertarik mengunjungi kuil karena cerita-cerita supernatural yang populer.

Baca Juga:

Ketika Jepang membuka diri terhadap dunia Barat dan mengalami industrialisasi, cerita hantu pun ikut berevolusi, berpindah ke rel kereta api dan bangunan-bangunan baru.

Setelah Perang Dunia II, pariwisata hantu meledak dan terus berkembang secara budaya. Sekarang, bahkan dapat menemukan tur hantu di kota-kota besar seperti Osaka dan Tokyo, yang mengisahkan peristiwa-peristiwa mengerikan yang pernah terjadi di sana.

Tren ini lahir dari kekayaan spiritual dan kepercayaan kuno Jepang terhadap roh dan legenda.

Agama Shinto meyakini bahwa segala sesuatu memiliki roh. Saat seseorang meninggal, rohnya tetap berada di bumi.

Jika seseorang meninggal dengan penyesalan atau mengalami akhir yang tragis, roh mereka yang penuh kesedihan akan tetap tinggal di lokasi kematian.

Meskipun terdengar menyeramkan, konsep ini telah menjadi bagian dari budaya, bahkan muncul dalam manga, film, dan video game.

Beberapa tempat paling berhantu yang sering dikunjungi termasuk Hutan Memorial di Prefektur Iwate, yang merupakan lokasi kecelakaan pesawat All Nippon Airways Penerbangan 58.

Ada juga Hutan Aokigahara, yang terkenal sebagai 'Hutan Bunuh Diri' dan muncul dalam banyak karya fiksi serta video kontroversial Logan Paul.

Kini, pertumbuhan wisata hantu berbarengan dengan kondisi ekonomi Jepang yang juga berdampak pada pasar propertinya.

Ada stigma kuat di masyarakat terhadap properti yang memiliki riwayat kematian, baik karena bunuh diri maupun pembunuhan.

Uniknya, meski deklarasi publik ini sering kali mengurangi minat pembeli, tetapi justru menciptakan peluang aneh bagi sebagian orang.

Para penggemar wisata hantu memanfaatkan informasi ini untuk mencari properti yang konon dihantui.

Mereka tertarik pada suasana menyeramkan dan bahkan mencari tempat di mana jasad mungkin tergeletak tanpa ditemukan selama beberapa waktu, yang meninggalkan bau produk pembersih industri dan lantai atau wallpaper yang baru diganti.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ihwan Ritonga Dukung Jalan Alternatif Medan-Berastagi, Dorong Sinergi APBN dan APBD

Ihwan Ritonga Dukung Jalan Alternatif Medan-Berastagi, Dorong Sinergi APBN dan APBD

Pemprovsu Siapkan Jalur Alternatif Medan–Berastagi Untuk Wisatawan

Pemprovsu Siapkan Jalur Alternatif Medan–Berastagi Untuk Wisatawan

Turis Paling Royal Itu AS, Urusan Kuliner Lokal Milik India, dan Tersopan Jatuh ke Jepang

Turis Paling Royal Itu AS, Urusan Kuliner Lokal Milik India, dan Tersopan Jatuh ke Jepang

Erupsi Sinabung Berpotensi Lebih Besar, Wisata Danau Lau Kawar Sudah Tutup sejak 19 Agustus

Erupsi Sinabung Berpotensi Lebih Besar, Wisata Danau Lau Kawar Sudah Tutup sejak 19 Agustus

Salmon Sumihar: Pengutipan Parkir Rp20 Ribu di Deleng Singkut Karo Rusak Kepercayaan Wisatawan

Salmon Sumihar: Pengutipan Parkir Rp20 Ribu di Deleng Singkut Karo Rusak Kepercayaan Wisatawan

Car Free Night Kesawan Dorong Ekonomi UMKM, Rico Waas Perkuat Ekosistem Wisata Kota Medan

Car Free Night Kesawan Dorong Ekonomi UMKM, Rico Waas Perkuat Ekosistem Wisata Kota Medan

Komentar
Berita Terbaru