BEI Beri Strategi Investor Mengelola Risiko di Tengah Gejolak Politik Global
Kitakini.news - Gejolak politik global sering kali menjadi tantangan besar bagi pasar modal di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Baca Juga:
Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Utara, Pintor Nasution, menegaskan meskipun isu politik global sulit diprediksi dan berada di luar kendali investor, ada strategi yang dapat diterapkan untuk mengelola risiko dan memanfaatkan peluang.
Menurut Pintor, investor yang matang harus menjaga perspektif jangka panjang dan tidak mudah panik saat pasar mengalami volatilitas akibat isu politik.
"Gejolak ini biasanya bersifat sementara, dan fundamental ekonomi akan kembali menjadi penentu utama arah investasi," ujar Pintor Nasution, Rabu (1/10/2025).
Menurut Pintor, diversifikasi portofolio menjadi kunci penting dalam menghadapi ketidakpastian. Menempatkan investasi pada berbagai instrumen seperti saham, obligasi, dan reksa dana dapat menekan risiko.
"Jangan menaruh seluruh dana pada satu sektor atau wilayah yang rentan terhadap dampak politik global," tambahnya.
Selain itu, investor juga perlu memahami keterkaitan makroekonomi dengan isu politik. Misalnya, kenaikan harga minyak dunia akibat konflik politik akan berdampak berbeda bagi negara importir dan eksportir minyak.
"Indonesia sebagai negara net importir minyak akan merasakan tekanan pada neraca perdagangan dan nilai tukar rupiah, yang pada akhirnya memengaruhi pasar saham," jelas Pintor.
Pintor juga mengingatkan pentingnya disiplin dalam pengelolaan portofolio dan kemampuan menyaring informasi di era digital.
"Investor harus memiliki rencana investasi yang jelas dan tidak terbawa emosi oleh berita yang belum tentu berdampak fundamental. Literasi informasi sangat penting agar tidak terjebak panic selling," tuturnya.
Dengan strategi yang tepat, investor dapat bertahan dan bahkan mengambil peluang di tengah ketidakpastian politik global.
"Pasar modal memang dinamis dan penuh peluang. Mentalitas investor yang matang adalah kunci untuk menghadapi badai politik global," pungkas Pintor Nasution.
Penghimpunan Dana Pasar Modal Indonesia Capai Rp123,21 Triliun, Investor Tembus 30 Juta
Mengenal Berrynomad, Kreator TikTok yang Sukses Menghidupkan Kisah Keluarga Absurd Lewat Teknologi AI
Danantara Optimistis, Penguatan IHSG Bukti Investor Percaya Fundamental Indonesia
IHSG Anjlok Dekati Autoreject, Rupiah Justru Menguat
Integritas Pasar Modal Diperkuat, Free Float Naik 15%, Sanksi Rp96 Miliar hingga Maret 2026