Resolusi Finansial 2026, Pasar Modal sebagai Strategi Pengelolaan Aset Jangka Panjang
Kitakini.news - Memasuki tahun 2026, banyak orang menetapkan resolusi untuk memperbaiki kesehatan finansial, mulai dari menabung rutin hingga mengurangi utang. Namun, di tengah inflasi yang terus menggerus nilai uang, sekadar menabung tidak cukup.
Baca Juga:
Pasar modal muncul sebagai alternatif produktif untuk mengembangkan dana secara terencana, membantu masyarakat menjaga daya beli dan mencapai tujuan jangka panjang seperti pendidikan anak atau dana pensiun.
Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara, Pintor Nasution, dalam wawancara, Rabu (21/1/2026), menekankan pentingnya pengelolaan aset yang lebih strategis. "Pasar modal menyediakan instrumen fleksibel untuk berbagai jangka waktu, dari pendek hingga panjang, yang dapat disesuaikan dengan profil risiko masing-masing individu," ujarnya.
Dengan investasi konsisten, sambungnya, potensi imbal hasil di atas inflasi bisa terwujud, menjaga nilai kekayaan di masa depan. Pintor juga bilang, di era ketidakpastian ekonomi global, seperti akselerasi teknologi dan dinamika geopolitik, pasar modal bukan hanya alat investasi, tetapi juga sarana partisipasi dalam pertumbuhan perusahaan Indonesia.
Pintor menjelaskan bahwa investasi yang matang, didasarkan pada tujuan jelas dan pemahaman risiko, dapat membangun ketahanan finansial berkelanjutan. "Ini bukan tentang keuntungan instan, melainkan proses membangun kebiasaan yang rasional," tambahnya.
Fakta menarik, pada 2025, BEI mencatat pertumbuhan investor yang signifikan, didorong oleh program edukasi. Dengan pendekatan ini, masyarakat bisa mengubah resolusi finansial menjadi realitas, memberikan nilai tambah berupa keamanan ekonomi di tengah tantangan masa depan. Untuk memulai, Pintor sarankan memahami produk seperti saham atau reksa dana melalui perusahaan sekuritas.
Mengenal Berrynomad, Kreator TikTok yang Sukses Menghidupkan Kisah Keluarga Absurd Lewat Teknologi AI
IHSG Anjlok Dekati Autoreject, Rupiah Justru Menguat
Integritas Pasar Modal Diperkuat, Free Float Naik 15%, Sanksi Rp96 Miliar hingga Maret 2026
OJK, BEI, dan KSEI Tuntaskan 4 Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia
Gen Z Jadi Penggerak Pasar Modal Sumut, BEI Targetkan Literasi hingga ke Nias