Senin, 14 September 2026

Purbaya Kena Reshuffle, Ekonom Sumut: Menkeu Baru Harus Prudent dan Realistis

Siti Amelia - Senin, 14 September 2026 16:56 WIB
Purbaya Kena Reshuffle, Ekonom Sumut: Menkeu Baru Harus Prudent dan Realistis
Dokumentasi
Gunawan Benjamin

Kitakininews.co.id - Keputusan Presiden mereshuffle Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan menggantikannya dengan Suahasil Nazara mengejutkan publik. Menanggapi perombakan anggaran negara tersebut, Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin, menilai menteri keuangan yang baru harus mampu menjaga kestabilan fiskal dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian atau prudent.

Baca Juga:

Gunawan menyebutkan, Suahasil Nazara sebenarnya bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Latar belakang dan rekam jejaknya selama menjabat Wakil Menteri Keuangan dinilai mumpuni serta berpengalaman dalam mengelola anggaran negara.

"Dengan pergantian Menteri Keuangan yang baru, masyarakat menaruh harapan agar pengelolaan fiskal menjadi lebih prudent dan mampu menyusun skala prioritas pengeluaran yang memberikan dampak ekonomi luas," ujar Gunawan Benjamin di Medan, Senin (14/9/2026).

Menurut Gunawan, alokasi pengeluaran APBN ke depan sebaiknya lebih diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya melalui program pengendalian harga atau inflasi.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penyelarasan antara kebijakan fiskal dan moneter di tanah air. Pengelolaan anggaran diharapkan dapat berjalan efisien tanpa bergantung pada pembiayaan berlebih dari penerbitan surat utang.

"Sekalipun likuiditas dapat dipaksakan memadai melalui utang, kebijakan tersebut rentan jika tidak dibarengi alokasi anggaran pada proyek strategis yang memberi manfaat riil bagi masyarakat," jelasnya.

Gunawan mengingatkan, ketergantungan pada utang tanpa alokasi yang tepat berisiko menambah beban jangka panjang. Hal itu dapat mempersempit ruang gerak APBN di masa depan karena habis dialokasikan hanya untuk pembayaran bunga dan pokok utang.

Lebih lanjut, dia mendorong Menkeu yang baru untuk bertindak realistis dalam melihat kondisi perekonomian masyarakat saat ini. Penyusunan asumsi makro dalam postur anggaran,.seperti target pertumbuhan ekonomi, inflasi, penerimaan pajak, hingga nilai tukar rupiah,harus dibuat secara masuk akalatau feasible.

"Asumsi angka jangan sekadar mencerminkan harapan, melainkan target yang benar-benar bisa direalisasikan di lapangan," kata Gunawan.

Terkait hubungan kerja di kabinet, Gunawan menegaskan bahwa Menteri Keuangan memegang peran krusial sebagai pembantu Presiden. Keleluasaan dalam memberikan analisis kritis terhadap rencana keuangan pemerintah sangat diperlukan.

Ia berharap adanya komunikasi dua arah yang terbuka antara Presiden dan Menteri Keuangan, sehingga setiap program kerja dapat terukur dampak positif dan negatifnya.

"Menteri Keuangan hendaknya tidak hanya berperan sebagai eksekutor program yang dicanangkan Presiden, tetapi juga mampu menjadi balancing atau penyeimbang dalam setiap pengambilan keputusan dan kebijakan ekonomi nasional," pungkasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Putra Nias Suahasil Nazara Resmi Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Putra Nias Suahasil Nazara Resmi Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Imbas Konflik Timur Tengah, Pemerintah Wacanakan Pangkas Gaji Pejabat

Imbas Konflik Timur Tengah, Pemerintah Wacanakan Pangkas Gaji Pejabat

Ini Daftar 70 Pejabat Ditjen Pajak Akan Digeser Purbaya Ketempat “Sepi”

Ini Daftar 70 Pejabat Ditjen Pajak Akan Digeser Purbaya Ketempat “Sepi”

DPRD Sumut Bantah Dana Pemprovsu di Bank Rp3,1 Triliun

DPRD Sumut Bantah Dana Pemprovsu di Bank Rp3,1 Triliun

DPRD Sumut Akan Dalami Info Uang Pemprovsu Ngendap Rp 3,1 T di Bank

DPRD Sumut Akan Dalami Info Uang Pemprovsu Ngendap Rp 3,1 T di Bank

Sutarto Dukung Rencana Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan Mandiri

Sutarto Dukung Rencana Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan Mandiri

Komentar
Berita Terbaru