Pasar Keuangan dan Harga Emas Kompak Ditutup Naik
Kitakini.news - IHSG ditutup menguat 1.11% di level 7.359,56, Kamis (4/1/2024). IHSG menguat disaat mayoritas bursa di Asia mengalami pelemahan.
Baca Juga:
Anomali yang terjadi pada IHSG di hari ini justru dibarengi dengan aksi jual investor asing. Dimana investor asing membukukan transaksi jual bersih senilai Rp 919 miliar.
"Tidak jauh berbeda dengan IHSG, mata uang Rupiah juga berhasil menguat tipis meskipun sempat melemah di awal sesi perdagangan. Rupiah ditutup di level 15.485 per US Dolar. Setelah sempat melemah hingga ke level 15.550 di sesi perdagangan awal," ujar ekonom Sumut Gunawan Benjamin, Kamis petang.
Rupiah juga melawan tekanan selama sesi perdagangan. Sekalipun imbal hasil US Treasury mengalami kenaikan. Pembalikan kinerja pasar keuangan pada hari ini membalikkan kekuatiran akan terjadinya koreksi di sesi pembukaan perdagangan.
Hal yang sama juga ditunjukan oleh harga emas. Yang sempat tertekan di awal sesi perdagangan, berbalik menguat di level $2.048 per ons troy pada perdagangan sore.
"Pada dasarnya pelaku pasar masih dihantui oleh sikap The FED yang masih belum memastikan kapan bunga akan diturunkan. Tetapi data ketenagakerjaan yang akan dirilis besok bisa menjadi indikasi yang baru. Dimana kalau penyerapan tenaga kerja melemah, maka ekspektasi bahwa suku bunga akan turun lebih cepat tetap terbuka," tandasnya.
BEI Sumut Ungkap Industri Pasar Modal Masih Minim SDM Bersertifikat WPPE
Investor Pasar Modal Tembus 31 Juta, ETF Emas Resmi Jadi Pilihan Investasi Baru
Geopolitik Memanas dan Erupsi Anak Krakatau Bayangi Pasar, Rupiah Tertekan ke Rp17.665
Harga Minyak Meroket, IHSG dan Rupiah Justru Tampil Perkasa di Zona Hijau
IHSG Bertahan Menguat di Tengah Gejolak Minyak Dunia dan Koreksi Rupiah