Harga Minyak Meroket, IHSG dan Rupiah Justru Tampil Perkasa di Zona Hijau
Kitakininews.co.id -Kinerja pasar keuangan domestik menunjukkan daya tahan yang mengesankan. Di tengahnya menampilkan harga minyak mentah dunia dan memanasnya tensi geopolitik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah justru dibuka secara kompak pada perdagangan hari ini.
Baca Juga:
Ekonom asal Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, memaparkan bahwa derasnya aliran modal masuk (capital inflow) melalui pasar obligasi menjadi motor utama penguatan sektor keuangan tanah air.
"IHSG pada sesi pembukaan pagi ini ditransaksikan menguat ke level 6.632, sejalan dengan tren positif sebagian besar bursa saham Asia. Ada peluang besar bagi IHSG untuk menguji level psikologis 6.700 dan bertahan di zona hijau selama sesi perdagangan," jelas Gunawan, Kamis (3/9/2026).
Sejalan dengan IHSG, nilai tukar Rupiah juga terpantau perkasa dengan bertengger di posisi Rp17.695 per dolar AS. Penguatan ini juga ditopang oleh pelemahan Indeks Dolar AS (USD Index) yang turun ke kisaran 99,5.
Meski pasar domestik menghijau, Gunawan mengingatkan akan adanya ancaman eksternal yang terus membayangi. Diungkapkannya, tekanan penjualan pada pasar obligasi global masih berlanjut. Tercermin dari imbal hasil (yield) US Treasury 10 tahun yang sempat menyentuh 4,8% sebelum berada di kisaran 4,78% pada sesi Asia.
Di sisi lain, harga minyak mentah melonjak tajam ke level USD95,6 per barel. Peningkatan ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya konfrontasi aktif antara fasilitas militer Amerika Serikat dan Iran.
"Tensi geopolitik ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ancaman serangan lanjutan dari kedua belah pihak berpotensi memberikan tekanan lebih lanjut pada pasar keuangan global," tambah Gunawan.
Sementara itu, untuk komoditas aset aman (safe haven), harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level USD4.410 per troy ons, atau setara dengan Rp2,53 juta per gram.
Menurut Gunawan, kenaikan harga emas saat ini lebih didorong oleh sentimen teknis pasar, mengingat emas pada dasarnya tidak langsung diuntungkan oleh penayangan harga minyak.
Meski tetap rawan terhadap tekanan eksternal lanjutan, derasnya aliran modal masuk diyakini masih mampu menopang IHSG dan Rupiah untuk bertahan di jalur positif.
Harga CPO Naik tapi TBS Turun, Petani Sawit Belum Diuntungkan
IHSG Bertahan Menguat di Tengah Gejolak Minyak Dunia dan Koreksi Rupiah
Tensi Geopolitik Memanas, IHSG dan Rupiah Tertekan di Awal Pekan
Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Pasar Keuangan RI Dibayangi Risiko Inflasi dan Pelemahan Rupiah
IHSG dan Rupiah Bergerak Sideways, Harga Emas Tertekan Koreksi Teknikal