Satu dari 10 Perempuan Indonesia Punya Beban Ganda
Kini, hal itu mulai berubah. Banyak perempuan yang sudah berganti peran. Mereka punya beban ganda, jadi istri sekaligus menjadi female breadwinners.
Baca Juga:
Melansir berbagai sumber, Rabu (23/4/2025), data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2024 mencatat, sebanyak 14,37 persen atau sekitar 1 dari 10 pekerja perempuan di Indonesia merupakan female breadwinners.
Laporan BPS tersebut menyebut female breadwinners adalah perempuan yang menjadi pencari nafkah utama dalam rumah tangga, baik sebagai satu-satunya penyedia ekonomi atau sebagai kontributor terbesar dalam pendapatan keluarga.
Laporan juga menyebut, kontribusi ekonomi female breadwinners dalam rumah tangga pun terbilang signifikan. Hampir separuh dari female breadwinners berkontribusi sebesar 90-100 persen dalam pendapatan rumah tangga.
Laporan itu mengatakan tren ini dipengaruhi oleh meningkatnya tingkat pendidikan perempuan, perubahan struktur keluarga, serta kebutuhan ekonomi yang semakin besar.
Mayoritas perempusn pencari nafkah ini tinggal di perkotaan dengan capaian pendidikan masih di tingkat dasar. DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Sulawesi Utara adalah provinsi dengan persentase female breadwinners tertinggi.
Sebagian besar dari mereka juga berstatus kawin dan berperan sebagai istri. Artinya, sebagian besar dari mereka masih memiliki suami sebagai kepala rumah tangga.
Kenapa bisa terjadi?
Sebuah penelitian tahun 2004 pernah menemukan bahwa banyak female breadwinners mempunyai suami dengan pendapatan yang tidak stabil.
Female breadwinners dalam rumah tangga modern terjadi bukan karena kebutuhan. Tapi, untuk memastikan stabilitas finansial keluarga, investasi dalam pendidikan anak, atau meningkatkan standar hidup.
Hal ini dapat dilihat dari laporan BPS yang juga menyebutkan bahwa sebanyak 40,77 persen female breadwinners berperan sebagai istri dalam keluarga. Sebagian besar dari mereka masih memiliki suami sebagai kepala rumah tangga.
Sayangnya, menjadi pencari nafkah utama tak serta merta membuat perempuan terbebas dari tugas domestik.
Selain mencari nafkah, mereka juga harus tetap mengurus rumah tangga dan merawat anak.
Hal di atas membuat female breadwinners rentan mengalami kelelahan fisik, emosional, dan mental akibat tanggung jawab ganda yang ditanggungnya.
Dukung Ekonomi Keluarga, OJK dan Pemko Tebing Tinggi Perkuat Literasi Keuangan Perempuan
Indosat Hadirkan SheHacks 2026 untuk Dorong Perempuan Indonesia Manfaatkan AI dalam Bisnis
Ruben Onsu Akui Sudah Enam Bulan Tak Kirim Nafkah ke Mantan Istri, Sebulannya Rp225 Juta
Imelda Budiman Jadi Perwakilan Perempuan Maju di Amerika Serikat
Minta Keadilan, Penasehat Hukum Pasien Dugaan Malapraktik RSU Muhammadiyah Sumut Surati MKDKI