Senin, 13 Juli 2026

Awas Penipuan Online Jelang Lebaran: Bisa Berupa Diskon dan Ucapan Selamat

Fitri - Jumat, 29 Maret 2024 22:17 WIB
Awas Penipuan Online Jelang Lebaran: Bisa Berupa Diskon dan Ucapan Selamat
Ilustrasi pexels.com
Ilustrasi pishing jelang lebaran.
Kitakini.news -Aksi kejahatan bisa terjadi kapan dan di mana saja. Namun, jelang Lebaran masyarakat diminta lebih awas alias waspada terhadapa penipuan online atau yang lebih dikenal dengan phishing.

Baca Juga:

Pasalnya, jelang Lebaran modus phishing lebih patutu diwaspadai karena sangat menggoda. Dia bisa berupa penawaran diskon bahkan ucaapan selamat.

Melansir berbagai sumber, Jumat (29/3/2024), hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Lembaga Konsumen Digital Indonesia (LKDI) Kholid Basmalah dalam keterangannya di Jakarta.

"Biasanya, menjelang lebaran para pelaku phishing menggunakan iming-iming penawaran diskon, ucapan selamat, atau informasi tentang transaksi belanja sebagai umpan untuk menarik perhatian korban, harus hati-hati," kata Kholid Basmalah.

Sebagai informasi, menurut data LKDI, kasus penipuan online, termasuk phishing pada 2023 meningkat sebesar 30 persen selama Ramadan terutama menjelang lebaran. Angka itu lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mereka dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk melindungi diri mereka dari serangan phishing.

Beberapa langkah yang bisa diambil, antara lain mewaspadai pesan yang mencurigakan, memverifikasi sumber pesan berasal dari sumber yang sah.

Phishing adalah praktik penipuan daring, di mana pelaku berusaha memperoleh informasi sensitif seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau data pribadi lainnya. Modusnya dengan menyamar sebagai entitas tepercaya melalui surat elektronik (email), pesan teks, atau situs web palsu.

Pelaku kejahatan daring, lanjut Kholid, memanfaatkan momen seperti ini di mana biasanya lalu lintas transaksi keuangan sedang tinggi-tingginya untuk melakukan penipuan dan pencurian identitas.

Mereka dapat menciptakan situs web palsu yang menyerupai toko online terkenal atau lembaga keuangan. Juga dengan mengirimkan email palsu yang mengandung tautan berbahaya untuk mencuri informasi korban.

"Dari itu kemudian pelaku membobol uang yang tersimpan di bank milik korban," katanya.

Karena itu, masyarakat diminta waspada dengan berbagai modus kejahatan menjelang lebaran 1445 H dan masa libur panjang mudik ke kampung halaman.

"Apabila mengalami masalah dengan aktivitas phishing, atau memerlukan informasi terkait edukasi dan mitigasi ancaman kejahatan digital, bisa mengakses akun Instagram LKDI di @lkd_indonesia," pungkasnya.*

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polres Sidimpuan Bongkar Kasus Penipuan Investasi Bodong, 51 Orang Jadi Korban

Polres Sidimpuan Bongkar Kasus Penipuan Investasi Bodong, 51 Orang Jadi Korban

Nyaris Ricuh, Ratusan Ojol Medan Demo Kantor Gubernur Tuntut Aturan 8 Persen

Nyaris Ricuh, Ratusan Ojol Medan Demo Kantor Gubernur Tuntut Aturan 8 Persen

Bayar 819 Juta untuk Berangkat Umrah dengan Hanania Group, Praz Teguh: Jujur Kita Dapat Diskon

Bayar 819 Juta untuk Berangkat Umrah dengan Hanania Group, Praz Teguh: Jujur Kita Dapat Diskon

Lebaran Idul Adha Berdua Saja, Wulan Guritno: Semoga Penuh Berkah

Lebaran Idul Adha Berdua Saja, Wulan Guritno: Semoga Penuh Berkah

Hilang Kendali, Mobil Taksi Online Hantam Tiang Lampu di Medan

Hilang Kendali, Mobil Taksi Online Hantam Tiang Lampu di Medan

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Sumut Terjaga di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Sumut Terjaga di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Komentar
Berita Terbaru