BBM Langka di Medan, Robi Barus: Pemko Medan Harus Segera Koordinasi Dengan Pertamina
Kitakininews.co.id - Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta untuk tidak tinggal diam atas kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di kota ini. Pasalnya, kelangkaan tidak hanya terjadi pada BBM bersubsidi seperti Bio Solar dan Pertalite, tetapi juga pada BBM non subsidi seperti Pertamax 92.
Baca Juga:
"Hari ini kita melihat pemandangan antrian panjang kendaraan disejumlah SPBU di Medan, seperti di Jalan Putri Hijau, Krakatau, Perintis Kemerdekaan, Sutomo dan Brigjen Katamso (Singapore Station). Kondisi ini dinilai sudah sangat menyusahkan dan merugikan masyarakat. Arus Lalulintas menjadi macet, maka Pemko Medan tidak boleh tinggal diam," ujar Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Robi Barus SE MAP kepada wartawan di Medan, Senin (12/7/2026).
Selain itu, Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta Pemko Medan segera berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan BBM ini.
"Masyarakat berhak untuk tahu, apa yang sebenarnya terjadi sehingga BBM di Kota Medan menjadi langka. Sampai kapan kondisi ini akan berlangsung, dan apa solusi yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Pemko Medan tidak boleh diam saja melihat situasi ini," tandasnya.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan ini juga menjelaskan, bahwa Pemko Medan harus mendorong Pertamina untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM Subsidi dan Non Subsidi ke seluruh SPBU yang ada di Kota Medan. Sebab bila kondisi kelangkaan BBM ini terus berlangsung, maka kerugian masyarakat akan semakin besar, baik kerugian secara materil maupun immateril.
"Sejak BBM langka di Kota Medan, ada berapa sopir angkot, driver ojol, dan masyarakat lainnya yang mengalami kerugian besar secara ekonomi. Transportasi itu adalah urat nadi perekonomian, sementara alat transportasi membutuhkan BBM untuk terus bergerak. Ini baru kerugian secara materil saja," bebernya.
Sementara secara immateril, Robi Barus menegaskan banyaknya masyarakat yang mengeluhkan kemacetan parah di sejumlah ruas jalan akibat antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi BBM pada SPBU-SPBU di Kota Medan.
"Masyarakat juga mengeluhkan banyaknya waktu yang terbuang hanya untuk mengantre pengisian BBM. Kemacetan parah karena antrean di SPBU juga sangat menggangu pengguna jalan lainnya, ini semua harus menjadi perhatian Pemko Medan," tegasnya.
Terkhusus masalah kemacetan akibat antrean BBM pada sejumlah SPBU, Robi Barus meminta Dinas Perhubungan Kota Medan untuk membantu kelancaran arus Lalulintas.
"Jangan biarkan masyarakat yang sudah susah mendapatkan BBM jadi semakin susah karena tidak adanya petugas yang mengatur lalulintas saat kemacetan terjadi akibat antrean pengisian BBM di SPBU. Dishub Medan harusnya bisa mengambil peran dalam hal ini," pungkasnya. (**)
BBM Langka di Medan, Eko Afrianta: Pertamina Harus Segera Selesaikan
Antrean BBM Mengular, DPRD Sumut Khawatir Aktivitas Ekonomi dan Logistik Lumpuh
Antrian Kendaraan di SPBU Seperti Ular, Rudi Alfahri: Pertamina Harus Jujur Ada Apa
Konsumsi BBM di Sumut Melonjak, Pertamina Tambah Armada dan Awak Mobil Tangki
Nyaris Ricuh, Ratusan Ojol Medan Demo Kantor Gubernur Tuntut Aturan 8 Persen