Rabu, 14 Oktober 2026

Aceh Besar di Ambang Kekeringan, BPBD: Sudah Terlalu Panjang

Fitri - Kamis, 11 Juli 2024 23:01 WIB
Aceh Besar di Ambang Kekeringan, BPBD: Sudah Terlalu Panjang
Instagram @bpbdacehbesar
Mobil tangki yang dikerahkan untuk kebutuhan air bersih untuk warga sebanyak 10 unit sampai 15 unit armada.
Kitakini.news - Sejak Mei 2024 sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh dilanda kekeringan. Dilaporkan sumur-sumur warga hingga sumber pengairan sawah juga kering.

Melansir berbagai sumber, Kamis (11/7/2024), kawasan terparah terjadi di Kecamatan Lhoknga. Posko pendistribusian air bersih pun sudah beroperasi di kantor camat setempat.

Baca Juga:

Kepala BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil mengatakan posko itu untuk mempermudah penanganan pendistribusian air bersih. Pun sebagai tempat warga menyampaikan informasi terkini.

"Kekeringan yang melanda kawasan Lhoknga sudah terlalu panjang, sehingga BPBD Aceh Besar mengambil kendali untuk penanganan ketersediaan air bersih akibat dampak kekeringan di Kecamatan Lhoknga," katanya.

Ridwan menerangkan, sejauh ini rata-rata mobil tangki yang dikerahkan untuk kebutuhan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan sebanyak 10 unit sampai 15 unit armada.

Air tersebut dipasok setiap hari dengan menggunakan mobil tangki baik itu dari BPBD, PDAM Tirta Mountala dan dibantu Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Aceh.

"Pendistribusian air bersih untuk warga di Kecamatan Lhoknga disesuaikan dengan permintaan dan laporan yang disampaikan oleh masing-masing kepala desa," katanya.

Sementara itu, Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto menyebutkan pihaknya sudah memberlakukan status siaga darurat bencana kekeringan, khususnya di Kecamatan Lhoknga.

Dia mengatakan penetapan status darurat tersebut adalah untuk memaksimalkan penanganan terdampak kekeringan, melibatkan personel instansi terkait, termasuk membuat skema operasional yang lebih teratur.

"Kita telah membahas melalui rangkaian rapat yang melibatkan legislatif, hingga lahir keputusan penetapan Siaga Darurat Bencana," pungkas Iswanto.*

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Bocah 8 Tahun yang Hanyut di Sungai Sei Sikambing Medan Ditemukan Meninggal Dunia

Bocah 8 Tahun yang Hanyut di Sungai Sei Sikambing Medan Ditemukan Meninggal Dunia

Wali Kota Medan Siaga Penuh Hadapi Puncak Musim Hujan, 53 Personil TRC BPBD Diterjunkan

Wali Kota Medan Siaga Penuh Hadapi Puncak Musim Hujan, 53 Personil TRC BPBD Diterjunkan

Pasca Banjir di Koto Tangah, Warga Kecewa Sistem Peringatan Banjir tidak Berfungsi

Pasca Banjir di Koto Tangah, Warga Kecewa Sistem Peringatan Banjir tidak Berfungsi

Sempat Rendam Tiga Kecamatan, Banjir di Medan Berangsur Surut Senin Sore

Sempat Rendam Tiga Kecamatan, Banjir di Medan Berangsur Surut Senin Sore

Banjir Padang Terjang Tiga Kecamatan, 672 Warga Mengungsi dan Akses Jalan Terputus

Banjir Padang Terjang Tiga Kecamatan, 672 Warga Mengungsi dan Akses Jalan Terputus

Diguyur Hujan Deras, Pemukiman Warga di Kota Padang Terendam Banjir Hingga 80 Cm

Diguyur Hujan Deras, Pemukiman Warga di Kota Padang Terendam Banjir Hingga 80 Cm

Komentar
Berita Terbaru