Oknum ASN Dinas P3AKB Sumut Aniaya Anak Tirinya dengan Air Panas
Kitakini.news - Seorang ASN diduga aniaya anak tirinyanya di Kota Medan, Sumatera Utara dengan cara menyiram air panas. Ironisnya, pelaku yang berinisial FD (33), bekerja sebagai ASN ini bertugas di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Provinsi Sumatera Utara.
Baca Juga:
Hal itu diketahui setelah video seorang anak menangis histeris akibat luka yang dialaminya yang beredar di sebuah medsos Facebook "Dede Siregar" yang diketahui merupakan ayah kandung anak tersebut.
Terlihat Korban AN berusia 10 tahun menangis kesakitan dengan kondisi tanpa busana dan hanya kain handuk saja untuk menutupi sebagian tubuhnya. Peristiwa itu terjadi pada 21 Januari 2025 lalu di salah satu rumah yang ada di Jalan Abadi Medan, Sumatera Utara.
Terkait itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Utara Sri Suriani Purnamawati angkat bicara pada Selasa siang (11/2/2025).
Dirinya membenarkan jika anak buahnya ada dugaan melakukan penyiraman tersebut. Namun dirinya menyebutkan belum mengetahui selengkapnya tentang peristiwa itu karena belum ada bertemu.
FD bekerja sejak tahun 2023 di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Utara. Terkait itu, Sri Suriani melarang keras perbuatan tersebut dan akan segera memanggil pelaku.
Tidak hanya pelaku saja, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Utara akan berkoordinasi ke pimpinan tempat ayah kandung korban bekerja karena diketahui merupakan seorang anggota TNI Aktif.
Untuk itu dalam kasus ini dinas terkait akan mendalami kasus tersebut untuk mengusut penyebab penganiayaan terhadap anak usia 10 tahun.
Pungli Ditertibkan, Pengunjung Pemandian Air Panas Sidebuk-Debuk Membludak
Perkuat Upaya Bebas Pungli, Bobby Siapkan Dua Akses Jalan ke Wisata Air Panas Karo
Soal Retribusi, Bobby Bantu Penyelesaian Persoalan Wisata Air Panas Karo Dengan Dua Opsi
Intensitas Hujan Tinggi Saat Longsor di Karo, 10 Orang Hilang
Kasus Aniaya Anak, Satpam Akui Warga Sering Dengar Suara Menangis