Tantangan Komunikasi Dokter-Pasien di Rumah Sakit, Columbia Asia Medan Upayakan Solusi
Hal ini disampaikannya saat ditemui wartawan di sela kegiatan Fun Walk With Family di Area Parkir Belakang Columbia Asia Hospital Medan, Minggu (23/11/2025).
Baca Juga:
Menurut dr. Beni, standar waktu komunikasi dokter-pasien idealnya 15-20 menit per pasien. Namun, di rumah sakitnya, antrian pasien sering mencapai 20-30 orang per dokter, bahkan hingga 40 orang, dengan beberapa pasien harus menunggu berhari-hari untuk mendapatkan jadwal.
"Kalau di luar negeri, pasien bisa berkonsultasi setengah jam hingga satu jam tanpa keluhan karena jumlah pasien sedikit, mungkin hanya 6-10 orang. Di sini, satu dokter bisa menghadapi antrian panjang, sehingga waktu konsultasi sering terbatas hanya 5-10 menit," ujarnya.
Akibatnya, sambung dr Beni, keluhan pasien sering muncul terkait waktu konsultasi yang singkat, di mana dokter tidak dapat menjelaskan penyakit secara mendalam.
"Komunikasi ini memang tantangan serba salah. Pasien merasa tidak puas karena penjelasan kurang, sementara dokter juga bisa jenuh dengan beban kerja," tambah dr. Beni.
Untuk mengatasi hal ini, rumah sakit telah menerapkan sistem antrian dan berupaya merekrut dokter residen yang bisa bekerja full-time dari pagi hingga sore.
"Kami juga menghadapi tantangan SDM, di mana sekitar 70% dokter kami adalah PNS yang praktek di beberapa tempat, seperti RSUP H. Adam Malik dan RS USU. Ini membuat mereka tidak bisa fokus penuh di sini," jelasnya.
Dr. Beni optimis dengan program Kementerian Kesehatan yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah dokter, sehingga kualitas komunikasi bisa ditingkatkan. Dia juga menekankan bahwa dari segi alat medis, Columbia Asia Medan sudah memadai.
"Untuk pasien dengan kondisi kompleks, seperti di ICU atau yang membutuhkan kolaborasi spesialis jantung, penyakit dalam, anestesi, dan saraf, kami selalu mengumpulkan dokter untuk edukasi bersama pasien. Mereka duduk bersama pasien, menjelaskan penyakit, prognosis, dan tindakan selanjutnya, sehingga pasien merasa puas," pungkasnya.
Ihwan Ritonga Dukung Prabowo, Rumah Sakit Jangan Bedakan Pasien BPJS dan Umum
Targetkan Sumut Bebas Rabies, Pemprovsu Gelar Bulan Bakti Peternak 2026
20 Tahun Alami Kelainan Tulang Belakang, Alyssa Soebandono Akhirnya Pilih Operasi
Sidang Pemilik Jasa Telekomunikasi Tanpa Izin, Penahanan Yogi Ditangguhkan Majelis Hakim PN Padang
Komdigi Tegaskan Sisa Kuota adalah Hak Pelanggan, Bisa Rollover hingga Refund