Senin, 06 Juli 2026

Ratusan Warga Korban Tanah Bergerak di Tandiahat Menanti Solusi Dari Pemerintah

Azzaren - Rabu, 17 Desember 2025 11:05 WIB
Ratusan Warga Korban Tanah Bergerak di Tandiahat Menanti Solusi Dari Pemerintah
(Ampri)
Porman warga Desa Tandihat saat melihat kondisi rumahnya yang rusak berat akibat tanah bergerak

Kitakini.news -Sebanyak 673 jiwa, warga Desa Tandiahat, Kecamatan Angkola Selatan, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara terpaksa harus meninggalkan desanya usai menjadi korban pergerakan tanah.Mereka berharap pemerintah dapat memberikan solusi agar warga mempunyai tempat tinggal.

Baca Juga:

Khususnya untuk Desa Tandiahat, sebanyak 186 Kepala Keluarga yang hidup di daerah itu yang rumahnya rusak. Selain itu, gedung sekolah, Kantor desa dan infrastruktur jalan juga ada yang amblas.

Dari amatan, Desa tersebut seperti kampung mati karena tidak berpenghuni. Tentunya kondisi membuat sedih warga dan juga derita, seperti halnya Bahanal Nasution beserta istri dan anaknya yang harus rela meninggalkan rumah mereka.

Kepada wartawan, Bahanal mengaku bahwa dirinya memiliki usaha toko kelontong, namun akibat adanya pergerakan tanah, dirinya buset anak istri dengan berat hati meninggalkan usaha yang telah digelutinya selama puluhan tahun.

"Tak hanya itu saja, Kebun Salak milik saya, yang tidak jauh jaraknya dari rumah, harus kami tinggalkan, sejak akhir November lalu," ujar Bahanal, Rabu (17/12/2026).

Meski demikian, Bahanal juga mengaku sesekali datang melihat rumah dan Kebun Salak miliknya itu yang kini dalam kondisi rusak.

Kini Bahanal bersama istrinya Faizah Dalimunthe hanya bisa berharap pada pemerintah untuk segera mendapatkan hunian baru sebagai tempat tinggalnya.

Hal yang sama juga dialami oleh Porman Lubis. Setiap pagi hingga sore melihat rumahnya dan hewan ternaknya seperti Kambing.

Menurutnya, ketakutan untuk menuju desa tersebut ada pada dirinya. Tanah setiap hari bergerak cepat dan merusak bagunan yang ada di desanya.Seperti jalan masuk menuju desanya, keretakan dan aspal jalan bergelombang dan ambles jelas terlihat.

Porman terpaksa setiap hari mendatangi desanya, untuk keberlangsungan hidupnya. Meski saat ini tinggal di pengungsian Porman mesti harus berusaha untuk menutupi kebutuhan hidup keluarganya.

Kini baik Porman Lubis dan Bahanal Nasution, beserta 637 warga lainnya masih tinggal di pengungsian. Belum dapat kepastian kapan tempat tinggal baru akan diberikan oleh Pemerintah. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Heru
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polsek Batangangkola Amankan Pria di Depan Gerobak Es Gegara Sabu

Polsek Batangangkola Amankan Pria di Depan Gerobak Es Gegara Sabu

Polres Tapsel Amankan Pria Pelaku Curas di Batangangkola

Polres Tapsel Amankan Pria Pelaku Curas di Batangangkola

Diduga Korsleting Listrik, Tiga Rumah di Aek Badak Ludes Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Tiga Rumah di Aek Badak Ludes Terbakar

Polres Sidimpuan Ringkus Pelaku Rampok

Polres Sidimpuan Ringkus Pelaku Rampok

Polda Sumut Tetapkan Dua Tersangka Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik 12 Excavator Diburu

Polda Sumut Tetapkan Dua Tersangka Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik 12 Excavator Diburu

Seorang Pria di Angkola Sangkunur Tewas Tergantung

Seorang Pria di Angkola Sangkunur Tewas Tergantung

Komentar
Berita Terbaru