Pekerja Non Prosedural Ditahan Imigrasi Kamboja, Doli Kurnia Temui Keluarga
Kitakini.news -Untuk mendengar langsung kondisi dan kronologis penahanan Ardiansyah yang telah hampir dua bulan ditahan oleh pihak Imigrasi Phnom Penh, Kamboja, anggota Komisi II DPR RI, Doli Kurnia Tanjung, mengunjungi kediaman Bardiah, ibu kandung Ardiansyah Putra.
Baca Juga:
Kunjungan itu langsung dilakukan di kediamannya di Jalan T. Umar, Lingkungan VI, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, Minggu (1/3/2026) sore.
Seperti diketahui sebelumnya, Ardiansyah berangkat ke Kamboja pada 2024 dengan menggunakan paspor pelancong. Namun, masa izin tinggalnya melebihi batas waktu (overstay) sehingga dianggap sebagai pekerja nonprosedural. Keberadaannya di Kamboja sejak 2024 hingga 2026 dinilai tidak sesuai prosedur keimigrasian.
Doli mengaku mengetahui kasus tersebut setelah membaca pemberitaan viral mengenai Ardiansyah. Ia kemudian berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh.
"Saya tadi malam sudah berkomunikasi dengan pimpinan Komisi I DPR RI yang membidangi urusan luar negeri. Tadi pagi juga saya berkomunikasi dengan Duta Besar RI di Phnom Penh, Pak Santo," ujar Doli.
Berdasarkan informasi dari KBRI, kata Doli, saat ini terdapat sekitar 5.000 warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan pihak Imigrasi Kamboja karena dianggap bekerja secara nonprocedural seperti di bidang penipuan daring (scam).
Pihak KBRI disebut tengah mengupayakan proses pemulangan ribuan WNI tersebut secara bertahap. Saat ini, sekitar 1.500 orang telah menyelesaikan administrasi dan tengah menunggu giliran untuk dipulangkan ke Indonesia.
"Biasanya, bagi warga pendatang yang overstay menggunakan paspor wisata akan ditangkap dan dikenakan denda yang cukup besar," ucapnya.
Ia menambahkan, setelah seluruh dokumen dan persyaratan lengkap untuk proses deportasi, diharapkan para WNI yang dipulangkan tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama dengan bekerja ke luar negeri secara ilegal.
"Pemerintah melalui KBRI sedang berupaya membantu proses pemulangan, bukan hanya Ardiansyah tetapi juga warga lainnya. Kita berharap persoalan ini segera selesai," tuturnya.
Sebelumnya beredar sebuah video di media sosial yang menampilkan nasib seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Binjai, Ardiansyah Putra. Video tersebut viral dan telah ditonton ribuan warganet.
Dalam video yang beredar, Ardiansyah terlihat mengenakan jaket hitam dan menyampaikan permohonan bantuan kepada pemerintah Indonesia, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Kami adalah WNI yang saat ini ditahan pihak Imigrasi Kamboja. Sejak awal Januari kami ditangkap di sebuah kantor scamming di Kamboja. Sekarang kami ditahan di penjara Phnom Penh. Hari-hari kami lewati dalam ketidakpastian," ujarnya dalam video.
"Kami sangat berharap pemerintah membantu proses pemulangan kami kembali ke tanah air," kata Ardiansyah lebih lanjut dalam video tersebut.
Video itu pun memantik perhatian publik dan mendorong berbagai pihak untuk ikut menyoroti kasus tersebut. Pemerintah melalui perwakilan di luar negeri dikabarkan tengah mengupayakan proses pendataan serta pemulangan para WNI yang ditahan secara bertahap sesuai prosedur yang berlaku.
Gajah Perang Hancurkan Kamboja! Thailand Melenggang ke Final ASEAN U-19
Dari Unggul 2-0 ke Skor 2-2 Hadapi Kamboja, Australia Jumpa Indonesia di Semi Final
Minta Pemuda Masjid Dunia Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional
Pemuda Masjid Dunia Sesalkan Pernyataan Amien Rais Tanpa Disertai Tabayyun
Ikuti MTQ Antarabangsa di Melaka, DMDI indonesia kirim Qori Qoriah Terbaik dari 27 Provinsi