Minggu, 05 Juli 2026

Dukung Penuh MBG, Presiden Pemuda Masjid Dunia: Kebijakan Ini Untuk Kesejahteraan dan Masa Depan Anak Bangsa

Heru - Kamis, 09 April 2026 09:50 WIB
Dukung Penuh MBG, Presiden Pemuda Masjid Dunia: Kebijakan Ini Untuk Kesejahteraan dan Masa Depan Anak Bangsa
(Dok. Pemuda Masjid Dunia)
Presiden Pemuda Masjid Dunia Datuk H Said Aldi Al Idrus SE MM (Kiri) saat bersama Menteri Kanan Kamboja Okna Othman Hasan.

Kitakini.news - Menurut data Bank Dunia, jumlah penduduk miskin di Indonesia berkisar mencapai 196 juta jiwa dari total 280 juta penduduk. Ini mengindikasikan, lebih dari separuh populasi di Tanah Air masih terjepit dalam kategori ekonomi rendah.

Baca Juga:

Demikian disampaikan Presiden Pemuda Masjid Dunia, Datuk H Said Aldi Al Idrus SE MM di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Hal ini disampaikan Said Aldi merespon kritikan tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sering dinilai berdalih demi kepentingan rakyat.

Said Aldi menilai, program MBG yang sampai hari ini masih berjalan dinilai sudah sangat tepat dan sangat membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi dan makan siang anak-anak mereka. Adanya program ini, dikarenakan Presiden Prabowo Subianto telah terjun langsung ke rakyat untuk melihat kondisi anak-anak Indonesia, terutama yang terkena Stunting.

"Sejak masa kepemimpinan lalu, Stunting sudah menjadi fokus pemerintah, namun pada masa Pak Prabowo inilah baru dijalankan pengentasannya, salah satunya yakni dengan program MBG. Tujuannya agar tidak ada lagi anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi," tegas Said Aldi sembari menambahkan bahwa untuk India dan beberapa negeri di Asia sudah terlebih dahulu menjalankan program MBG ini.


Said Aldi juga mengungkapkan bahwa terjadinya ketimpangan ekonomi di Indonesia dikarenakan kekayaan alam Tanah Air selama ini hanya dinikmati segelintir orang saja. Sementara masyarakat tak mampu dibiarkan dalam kondisi yang memprihatinkan. Kondisi yang terkesan pembiaran itu tak ubahnya sebuah penjajahan terhadap bangsa sendiri.

Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) ini juga menyayangkan sorotan miring terhadap upaya Presiden Prabowo Subianto dalam mendistribusikan kekayaan negara melalui APBN melalui program MBG.

"Harusnya bila memberikan penilaian maupun kritikan di media sosial harusnya melihat secara realitas sosial. Jangan hanya berpijak pada perspektif keilmuan teknis semata. Harus melihat secara keseluruhan," cetusnya.

Said Aldi juga menekankan, bila kondisi malnutrisi di Indonesia tidak segera diintervensi, maka beban kesehatan dan hilangnya produktivitas masa depan anak-anak bangsa akan berdampak pada rendahnya IQ dan akan jauh lebih mahal dibandingkan nilai kontrak makanan saat ini.

Tak hanya itu, Said Aldi juga menyoroti anggapan bahwa dana MBG akan menguap sia-sia, itu merupakan penilaian yang tak masuk akal. Sebab, skema logistik berbasis ekonomi kerakyatan telah diterapkan, bahkan program MBG yang selama ini telah berjalan menjadi motor penggerak UMKM di Indonesia.

Sebab, lanjutnya, petani lokal memiliki pembeli siaga untuk pasokan telur, susu, dan sayuran, sehingga sirkulasi uang masif terjadi di akar rumput.

"Intinya harus kita ingat, bahwa bagi keluarga yang ada di garis kemiskinan, 1 porsi makanan bergizi standar adalah asupan utama harian yang sangat berharga. Dan mereka tentunya sangat bersyukur mendapat perhatian dari Pak Prabowo," imbuh Ketua Umum Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) ini.

Sebagai sosok tokoh muda dunia yang aktif dalam gerakan sosial kemanusiaan, Said Aldi melihat adanya dampak psikologis dan motivasi sekolah yang besar dari kepastian makanan di meja siswa. Maka dari itu, melihat Indonesia tidak bisa hanya dari kacamata Jakarta semata. Sebab, negara ini adalah negara kepulauan yang masih banyak memiliki daerah tertinggal.


Lebih lanjut Said Aldi menilai bahwa tantangan operasional dalam pengiriman MBG ke daerah-daerah bukanlah berarti cacat konseptual, terlebih dengan adanya digitalisasi rantai pasok dan peran krusial TNI/Polri telah mengawal pasokan hingga ke tiap desa.

Terakhir, Said Aldi menegaskan bahwa sebuah kesia-siaan jika hanya mengkritik kurikulum tanpa memperbaiki nutrisi siswa. Mengacu pada teori pendidikan, anak yang lapar tidak akan optimal menyerap informasi, ibarat menginstal perangkat lunak canggih pada perangkat keras yang rusak, analoginya.

"Kita sama sama sepakat kritik itu diperlukan untuk menjaga transparansi, namun kritik yang bertujuan menghentikan program tanpa solusi alternatif gizi yang setara telah kehilangan basis kemanusiaannya. Dinamika ini mencerminkan pertarungan antara kepentingan sektoral dan agenda pemerataan. Bangsa ini perlu pemimpin yang peduli terhadap masa depan generasi muda. Kalau kita memang peduli terhadap nasib dan masa depan anak-anak, yang harus kita soroti tajam dan perangi adalah peredaran Narkoba yang semakin merajalela dan yang bisa merusak dan menghancurkan masa depan anak anak kita. Bukan program MBG yang telah sangat membantu para orang tua," pungkasnya. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kasus Korupsi MBG Tambah Deretan 'Bintang' Jadi Tersangka

Kasus Korupsi MBG Tambah Deretan 'Bintang' Jadi Tersangka

SPPG Yayasan Affa Adicitta Mitra Berjaya Dorong Dukungan Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis

SPPG Yayasan Affa Adicitta Mitra Berjaya Dorong Dukungan Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis

Gerebek Sarang Narkoba Jalan Nasional Medan, Seorang Gadis Menangis Histeris Memohon Polisi

Gerebek Sarang Narkoba Jalan Nasional Medan, Seorang Gadis Menangis Histeris Memohon Polisi

Usai Viral Emak-emak Gerebek Pengedar Narkoba, BNNP Sumut Tangkap Pelaku

Usai Viral Emak-emak Gerebek Pengedar Narkoba, BNNP Sumut Tangkap Pelaku

Sumut Marak Narkoba, Zeira: Jangan Biarkan Warga Bertaruh Nyawa Karena Negara Absen

Sumut Marak Narkoba, Zeira: Jangan Biarkan Warga Bertaruh Nyawa Karena Negara Absen

Viral Emak-emak Grebek Bandar Narkoba Labura, Ihwan Ritonga: Kapolres Labuhanbatu Harus Tangkap Bandarnya, Jangan Hanya Bakar Barak

Viral Emak-emak Grebek Bandar Narkoba Labura, Ihwan Ritonga: Kapolres Labuhanbatu Harus Tangkap Bandarnya, Jangan Hanya Bakar Barak

Komentar
Berita Terbaru