Tahun Ajaran Baru Tak Lagi Ditenda, Ini Target Satgas PRR Pascabencana Sumatera
Kitakini.news - Tahun ajaran baru 2026 ini, penyiapan ruang belajar (siswa sekolah) merupakan prioritas dalam upaya pemulihan di sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Karena itu Satuan Tugas (Satgas) PercepatanRehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menargetkan tak ada lagi yang bersekolah di dalam tenda mulai Juli mendatang.
Baca Juga:
Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat, sebanyak 4.922satuan pendidikan terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Namun,proses pembelajaran saat ini telah berjalan 100 persen dengan mayoritassiswa kembali belajar di sekolah asal masing-masing. Dari totaltersebut, sebanyak 4.828 sekolah sudah melaksanakan kegiatan belajar disekolah asal, sementara sebagian kecil lainnya masih belajar di kelasdarurat, tenda, maupun menumpang di sekolah lain.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavianmengatakan, pemerintah terus memprioritaskan percepatan pemulihanfasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah yang masih berada di zonamerah dan membutuhkan relokasi.
"Kemudian proses pembelajaran berjalan, tapi dari 4.922 ada beberapasekolah yang ada di tenda dan terutama di daerah merah yang harusrelokasi, ini sedang kita bicarakan mengenai kesiapan tempat untukrelokasinya. Kemudian ada juga yang menumpang di sekolah lain, ada jugayang di kelas darurat, itu ada beberapa. Tapi mayoritas sudah di sekolahmasing-masing," kata Tito.
Di Aceh, dari total 3.120 sekolah terdampak, sebanyak 3.056 sekolahtelah kembali belajar di sekolah asal, sementara 34 sekolah masihmenggunakan kelas darurat, 26 sekolah berada di tenda, dan empat sekolahmenumpang. Kondisi serupa terjadi di Sumatera Utara dengan 1.133 dari1.149 sekolah sudah belajar di lokasi asal, sedangkan di Sumatera Baratsebanyak 639 dari 653 sekolah telah kembali beroperasi normal di sekolahmasing-masing.
Satgas PRR bersama Kemendikdasmen saat ini mempercepat pembangunan ruangkelas darurat bagi sekolah yang masih belajar di tenda, khususnyasekolah yang masih menunggu kepastian lahan relokasi. Targetnya, padatahun ajaran baru mendatang tidak ada lagi siswa yang belajar di tenda,minimal seluruhnya telah berpindah ke fasilitas sekolah darurat yanglebih layak dan aman.
Upaya pemulihan pendidikan juga diperkuat melalui program RevitalisasiSatuan Pendidikan Tahun 2026. Hingga 18 Mei 2026, sebanyak 3.087 sekolahdi tiga provinsi telah melaksanakan Perjanjian Kerja Sama (PKS)revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp2,98 triliun. Dari jumlahtu, sebanyak 2.988 sekolah telah menerima penyaluran dana tahap pertamasenilai Rp2,03 triliun.
Pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui dua skema, yakni swakelolaoleh sekolah untuk 2.820 satuan pendidikan serta kolaborasi dengan TNIAD untuk 267 sekolah dengan kategori rusak berat dan relokasi. Selainitu, sebanyak 223 sekolah lainnya juga masih berada dalam prosespenyaluran bantuan dengan nilai mencapai Rp83,3 miliar.
Melalui percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sektor pendidikan ini,Satgas PRR menargetkan pemulihan tidak hanya memastikan kegiatan belajarmengajar tetap berlangsung, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajaryang lebih aman, layak, dan berkelanjutan bagi siswa di wilayahterdampak bencana.
Satgas PRR Percepat Relokasi Sekolah Terdampak Bencana, Administrasi dan Konstruksi Berjalan Paralel
Satgas PRR Perkuat Kolaborasi Penanganan Sungai Krueng Tamiang
GMP Sumut Desak KPK Usut Dugaan Pengaturan Proyek BMBK Cipta Karya Sumut
Ratusan Jembatan Rampung Dibangun, Kasatgas PRR Apresiasi Satgas dari TNI
Satgas PRR Bangun Kawasan Huntap untuk 1.133 Penyintas Bencana di Padangsidimpuan