Minggu, 23 Agustus 2026

Rudi Alfahri Desak Bulog Atasi Kelangkaan Beras Premium di Tanjung Balai

Heru - Selasa, 07 Juli 2026 19:50 WIB
Rudi Alfahri Desak Bulog Atasi Kelangkaan Beras Premium di Tanjung Balai
(Kitakini.news/Heru Soesilo)
Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi PAN, Rudi Alfahri Rangkuti SH MH

Kitakininews.co.id - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Rudi Alfahri Rangkuti SH MH mendesak Perum Bulog bersama Pemerintah Provinsi Sumu (Pemprovsu) segera mengambil langkah cepat mengatasi kelangkaan beras premium yang mulai terjadi di Kota Tanjungbalai dan sekitarnya.

Baca Juga:

Menurut Rudi, kelangkaan tersebut diduga dipicu menurunnya pasokan gabah dari petani di Sumut. Akibatnya, sejumlah penggilingan padi besar di Kabupaten Asahan mengalami kesulitan bahan baku sehingga produksi beras premium, seperti merek AA dan Cap Jeruk, menurun drastis.

"Kami mendesak Bulog segera melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi gejolak di masyarakat. Dinas terkait juga harus turun ke lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di tingkat petani maupun penggilingan sehingga solusi dapat segera diambil," ujar Rudi kepada wartawan di Medan, Selasa (7/7/2026).

Wakil rakyat dari Dapil Sumut XII Binjai-Langkat itu mengatakan, penurunan produksi yang disebut mencapai sekitar 80 persen membuat sejumlah merek beras premium mulai sulit ditemukan di pasaran. Jika tidak segera diatasi, kondisi tersebut dikhawatirkan memicu kenaikan harga beras dan berdampak terhadap keberlangsungan usaha penggilingan padi.

Anggota Komisi B ini lebih lanjut menegaskan, bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan persoalan itu berlarut-larut.

"Jangan sampai terjadi istilah tikus mati di lumbung padi. Sumatera Utara memiliki potensi pertanian yang besar, sehingga pemerintah harus bergerak cepat memastikan pasokan pangan masyarakat tetap aman," tegas Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Ia juga meminta Bulog mempercepat penyaluran beras SPHP dan menggelar operasi pasar di wilayah yang mengalami kelangkaan. Selain itu, dinas terkait dan Satgas Pangan diminta memperketat pengawasan distribusi gabah dan beras serta mencari penyebab menurunnya produksi di tingkat petani.

Pasokan Gabah Minim

Sementara itu, pihak manajemen PT Jampalan Baru mengakui produksi beras mengalami penurunan akibat minimnya pasokan gabah dari petani.

Bahkan, stok beras yang tersedia di gudang perusahaan diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam dua hingga tiga bulan ke depan apabila pasokan bahan baku belum kembali normal.

Kondisi serupa juga terjadi di Kilang Padi AA. Pemilik kilang menyebut produksi beras premium turun hingga sekitar 80 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurunnya produksi dari dua penggilingan besar di Asahan itu dinilai menjadi salah satu penyebab beras premium lokal mulai langka di sejumlah pasar di Kota Tanjung Balai dan sekitarnya. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Mourinho Bawa Real Madrid Menang Dramatis di Kandang Espanyol

Mourinho Bawa Real Madrid Menang Dramatis di Kandang Espanyol

Akui Pernah Pakai Susuk, Nunung Srimulat: Nggak Ada Perubahan

Akui Pernah Pakai Susuk, Nunung Srimulat: Nggak Ada Perubahan

Car Free Night Kesawan Dorong Ekonomi UMKM, Rico Waas Perkuat Ekosistem Wisata Kota Medan

Car Free Night Kesawan Dorong Ekonomi UMKM, Rico Waas Perkuat Ekosistem Wisata Kota Medan

Pojok PBB Hadir di Medan DigiFest 2026, Bapenda Medan Permudah Pembayaran Pajak Digital

Pojok PBB Hadir di Medan DigiFest 2026, Bapenda Medan Permudah Pembayaran Pajak Digital

DPRD dan Pemprov Sumut Sepakati P-APBD 2026, Diproyeksi Rp12,92 Triliun

DPRD dan Pemprov Sumut Sepakati P-APBD 2026, Diproyeksi Rp12,92 Triliun

Asal Usul Kayu Belum Diperiksa, DPRD Sumut Prihatin Gakkum Langsung Tetapkan Sopir Truk Sebagai Tersangka

Asal Usul Kayu Belum Diperiksa, DPRD Sumut Prihatin Gakkum Langsung Tetapkan Sopir Truk Sebagai Tersangka

Komentar
Berita Terbaru