Senin, 20 Juli 2026

Rudi Alfahri Desak Bulog Atasi Kelangkaan Beras Premium di Tanjung Balai

Heru - Selasa, 07 Juli 2026 19:50 WIB
Rudi Alfahri Desak Bulog Atasi Kelangkaan Beras Premium di Tanjung Balai
(Kitakini.news/Heru Soesilo)
Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi PAN, Rudi Alfahri Rangkuti SH MH

Kitakininews.co.id - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Rudi Alfahri Rangkuti SH MH mendesak Perum Bulog bersama Pemerintah Provinsi Sumu (Pemprovsu) segera mengambil langkah cepat mengatasi kelangkaan beras premium yang mulai terjadi di Kota Tanjungbalai dan sekitarnya.

Baca Juga:

Menurut Rudi, kelangkaan tersebut diduga dipicu menurunnya pasokan gabah dari petani di Sumut. Akibatnya, sejumlah penggilingan padi besar di Kabupaten Asahan mengalami kesulitan bahan baku sehingga produksi beras premium, seperti merek AA dan Cap Jeruk, menurun drastis.

"Kami mendesak Bulog segera melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi gejolak di masyarakat. Dinas terkait juga harus turun ke lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di tingkat petani maupun penggilingan sehingga solusi dapat segera diambil," ujar Rudi kepada wartawan di Medan, Selasa (7/7/2026).

Wakil rakyat dari Dapil Sumut XII Binjai-Langkat itu mengatakan, penurunan produksi yang disebut mencapai sekitar 80 persen membuat sejumlah merek beras premium mulai sulit ditemukan di pasaran. Jika tidak segera diatasi, kondisi tersebut dikhawatirkan memicu kenaikan harga beras dan berdampak terhadap keberlangsungan usaha penggilingan padi.

Anggota Komisi B ini lebih lanjut menegaskan, bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan persoalan itu berlarut-larut.

"Jangan sampai terjadi istilah tikus mati di lumbung padi. Sumatera Utara memiliki potensi pertanian yang besar, sehingga pemerintah harus bergerak cepat memastikan pasokan pangan masyarakat tetap aman," tegas Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Ia juga meminta Bulog mempercepat penyaluran beras SPHP dan menggelar operasi pasar di wilayah yang mengalami kelangkaan. Selain itu, dinas terkait dan Satgas Pangan diminta memperketat pengawasan distribusi gabah dan beras serta mencari penyebab menurunnya produksi di tingkat petani.

Pasokan Gabah Minim

Sementara itu, pihak manajemen PT Jampalan Baru mengakui produksi beras mengalami penurunan akibat minimnya pasokan gabah dari petani.

Bahkan, stok beras yang tersedia di gudang perusahaan diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam dua hingga tiga bulan ke depan apabila pasokan bahan baku belum kembali normal.

Kondisi serupa juga terjadi di Kilang Padi AA. Pemilik kilang menyebut produksi beras premium turun hingga sekitar 80 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurunnya produksi dari dua penggilingan besar di Asahan itu dinilai menjadi salah satu penyebab beras premium lokal mulai langka di sejumlah pasar di Kota Tanjung Balai dan sekitarnya. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 130 Kg Sabu di Aceh, Sopir Ditangkap,

Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 130 Kg Sabu di Aceh, Sopir Ditangkap,

Polda Sumut Ungkap 3.865 Kasus Narkoba, Sita 5,3 Ton Barang Bukti

Polda Sumut Ungkap 3.865 Kasus Narkoba, Sita 5,3 Ton Barang Bukti

Unjukrasa di DPRD Sumut, Massa Ojol Minta Kepastian Payung Hukum

Unjukrasa di DPRD Sumut, Massa Ojol Minta Kepastian Payung Hukum

Polda Sumut Periksa 6 Personel Terlibat Narkoba, Empat Jalani Sidang Kode Etik

Polda Sumut Periksa 6 Personel Terlibat Narkoba, Empat Jalani Sidang Kode Etik

Aswin Parinduri Minta Pembangunan Tol Medan–Berastagi Jadi Prioritas

Aswin Parinduri Minta Pembangunan Tol Medan–Berastagi Jadi Prioritas

Luis de la Fuente Usai Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Kami Seharusnya Menang Jauh Lebih Cepat

Luis de la Fuente Usai Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Kami Seharusnya Menang Jauh Lebih Cepat

Komentar
Berita Terbaru