Selasa, 28 Juli 2026

Kepala BGN Pecat Ratusan Pegawainya, Singgung soal Disiplin Hingga Tutup 833 SPPG

M Iqbal - Selasa, 28 Juli 2026 12:17 WIB
Kepala BGN Pecat Ratusan Pegawainya, Singgung soal Disiplin Hingga Tutup 833 SPPG
Teks foto : Kepala BGN, Sudaryono saat menyampaikan keterangan pers terkait pemecatan pegawai. (Tangkapan layar video)

Kitakininews.co.id -Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memecat sebanyak 261 pegawai non aparatur sipil negara (ASN), memberhentikan sembilan ASN hingga menutup 833 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

Baca Juga:

"Per hari ini 27 Juli 2026, kami mencoba untuk bersih-bersih, mencoba untuk memberikan sanksi kepada pelanggar. Kami telah memberhentikan sebanyak 261 pegawai yang terdiri dari 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli," sebut Sudaryono, Senin (27/7/2026).

Pemecatan ini kata Sudaryono adalah karena persoalan melanggar aturan atau tidak disiplin. Apalagi persoalan yang tengah menimpa badan ini tengah diproses di lembaga kejaksaan. Sehingga pihaknya juga membuka diri terhadap upaya penegakan hukum.

"Adanya perilaku koruptif di BGN sebagaimana sedang diproses kejaksaan, dan kita menyerahkan sepenuhnya mekanisme penanganannya. Kami membuka akses seluasnya terhadap apapun informasi yang dibutuhkan dalam peneylidikan maupun penyidikan dalam proses hukum kepada orang-orang yang diduga telah melakukan pelanggaran," katanya.

Aksi 'pembersihan' ini katanya telah dimulai dari proses pemeriksaan terkait pelanggaran oleh para pegawainya. Bahkan pihaknya juga memberhentikan sembilan pegawai ASN karena pelanggaran berat serta 39 orang dinilai melanggar disiplin ringan.

Adapun pelanggaran oleh pegawai ASN itu lanjut Sudaryono, diantaranya terlibat judi online hingga penyalahgunaan dana. Dan kepada mereka, pihaknya akan memberikan sanksi pemecatan kepada sembilan orang.

"Dan kami temukan 39 pelanggaran disiplin ringan, yang kemudian akan kami lakukan mutasi, demosi serta sanksi administrasi maupun peringatan," sebutnya.

Selain itu Sudaryono juga mengungkap ada 833 SPPG atau dapur MBG yang mereka berhentikan operasionalnya secara permanen. Alasannya karena tidak melakukan evaluasi serta perbaikan standar makanan dalam tenggat waktu tertentu.

Mulai dari soal higienis, sanitasi, kualitas makanan, hingga temuan keracunan. Kategori yang menurutnya sangat tidak layak dalam mendukung program MBG. "Ini namanya makan bergizi gratis, bukan makan enak gratis, bukan makan banyak gratis. Artinya kecukupan gizi menjadi tolok ukur," tambahnya.

Adapun dapur SPPG yang dihentikan permanen berada di wilayah Sumatera (98 dapur), Jawa Madura (311 dapur), serta Kalimantan hingga Papua (424 dapur).

Lokasi dapur bermasalah tersebut tersebar di sejumlah wilayah, sebanyak 98 dapur di wilayah Sumatera, 311 dapur di wilayah Jawa dan Madura, serta 424 dapur di wilayah Kalimantan hingga Papua.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sudaryono Resmi Gantikan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN

Sudaryono Resmi Gantikan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN

Baru Sebulan Dilantik, Kepala BGN Nanik S. Deyang Mengundurkan Diri

Baru Sebulan Dilantik, Kepala BGN Nanik S. Deyang Mengundurkan Diri

Beredar Dugaan Bukti Transfer Rp40 Juta untuk Dapur MBG, Haidar: Tidak Ada Jual Beli

Beredar Dugaan Bukti Transfer Rp40 Juta untuk Dapur MBG, Haidar: Tidak Ada Jual Beli

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Pakai Rompi Pink, Resmi Jadi Tahanan Kejagung

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Pakai Rompi Pink, Resmi Jadi Tahanan Kejagung

Komentar
Berita Terbaru