Kamis, 03 September 2026

Rico Waas Minta TPID Bergerak Lebih Dini Kendalikan Inflasi dan Deflasi

CT2 - Kamis, 03 September 2026 21:17 WIB
Rico Waas Minta TPID Bergerak Lebih Dini Kendalikan Inflasi dan Deflasi
Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, saat bersamq panitia dan narasumber Capacity Building Anggota TPID Kota Medan ,Kamis, 3 September 2026, di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan. (Foto : Baoenda Medan)

Kitakininews.co.id -Medan : Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Medan bergerak lebih dini dan tidak menunggu harga melonjak hingga masyarakat mengeluhkan dampaknya.

Baca Juga:

Menurut Rico Waas, pengendalian inflasi dan deflasi harus dilakukan secara antisipatif, berbasis data, serta diperkuat melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan agar stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Pesan tersebut disampaikan Rico Waas melalui sambutan tertulis yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, saat membuka kegiatan Capacity Building Anggota TPID Kota Medan untuk Meningkatkan Pemahaman dan Tanggung Jawab dalam Pengendalian Inflasi dan Deflasi Kota Medan, Kamis (3 September 2026), di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan.

Rico Waas menilai persoalan harga merupakan isu yang langsung bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, seluruh anggota TPID harus memahami dinamika inflasi dan deflasi, termasuk penyebab serta dampaknya, dengan menjadikan data dan informasi terkini sebagai pijakan dalam menentukan kebijakan.

Ia menjelaskan inflasi yang terlalu tinggi dapat menekan daya beli masyarakat. Di sisi lain, deflasi yang terjadi secara luas dan berlangsung terus-menerus juga perlu menjadi perhatian karena dapat menjadi indikator melemahnya permintaan dan aktivitas ekonomi.

"Jangan sampai kita baru bergerak ketika harga sudah naik dan masyarakat sudah mengeluh," kata Rico Waas.

Untuk itu, Wali Kota Medan meminta TPID memperkuat empat aspek penting dalam pengendalian harga, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Potensi kekurangan pasokan, menurutnya, harus dideteksi sejak dini. Gangguan distribusi juga perlu segera diketahui penyebabnya, sementara pergerakan harga yang terjadi secara cepat harus direspons dengan langkah konkret dan terukur.

Rico Waas juga berharap data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan dapat dimanfaatkan sebagai bahan analisis dalam merumuskan kebijakan strategis yang selanjutnya diterjemahkan ke dalam berbagai program daerah terkait pengendalian inflasi dan deflasi.

Menurutnya, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Pemko Medan harus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah lain, Bank Indonesia, BPS, Perum Bulog, pelaku usaha, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), kalangan akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

"Jangan kita bekerja sendiri-sendiri karena data harus tersambung, informasi harus cepat, dan ketika ada persoalan di lapangan kita harus tahu siapa yang bisa langsung bergerak," ujarnya.

Rico Waas berharap kegiatan capacity building tersebut tidak berhenti sebatas peningkatan pengetahuan. Seluruh anggota TPID diminta menerjemahkan pemahaman yang diperoleh menjadi komitmen dan tindakan nyata dalam menghadapi dinamika ekonomi.

Ia meminta anggota TPID Kota Medan semakin peka membaca pergerakan harga, cepat mengantisipasi berbagai risiko, serta memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas perekonomian Kota Medan.

"Pada akhirnya, yang kita jaga bukan sekadar angka inflasi, tetapi daya beli, ketenangan, dan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan semangat Medan Untuk Semua dan Semua Untuk Medan," pungkasnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Setda Kota Medan, Reza Hanafi, melaporkan kegiatan capacity building digelar untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas anggota TPID mengenai dinamika inflasi dan deflasi, berbagai faktor yang memengaruhinya, serta strategi yang dapat diterapkan dalam pengendalian harga di lapangan.

Menurut Reza Hanafi, stabilitas harga memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan iklim perekonomian yang kondusif dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut mengusung tema "Penguatan Sinergi dan Kapasitas Anggota TPID Kota Medan dalam Pengendalian Inflasi dan Antisipasi Deflasi untuk Menjaga Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat".

Capacity building menghadirkan Kepala BPS Kota Medan, Hafsyah Aprillia, dengan materi "Menjaga Stabilitas, Menguatkan Ekonomi: Analisis Inflasi dan Kondisi Perekonomian Kota Medan".

Selain itu, Dr. Ade Gunawan, S.E., M.S., membawakan materi "Strategi Penguatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Pengendalian Inflasi dan Antisipasi Deflasi, Studi Kasus: Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara".

Turut hadir sebagai narasumber Tutut Tiana yang memberikan materi terkait Capacity Building TPID.

Kegiatan tersebut dihadiri antara lain perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, BPS Kota Medan, kalangan akademisi, jajaran pimpinan perangkat daerah, serta unsur dunia usaha.

Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, saat bersamq panitia dan narasumber Capacity Building Anggota TPID Kota Medan ,Kamis, 3 September 2026, di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan. (Foto : Baoenda Medan)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tim Penagihan Tunggakan Pajak Medan Tagih Rp2 Miliar Lebih hingga Agustus 2026

Tim Penagihan Tunggakan Pajak Medan Tagih Rp2 Miliar Lebih hingga Agustus 2026

Gallery Mustika Deli Dongkrak UMKM Medan, Omzet Tembus Rp509,9 Juta

Gallery Mustika Deli Dongkrak UMKM Medan, Omzet Tembus Rp509,9 Juta

Rico Waas Dorong Pembiayaan PNM Jadi Mesin Penggerak Usaha Ultra Mikro

Rico Waas Dorong Pembiayaan PNM Jadi Mesin Penggerak Usaha Ultra Mikro

Bukan Cuma Bangun Sarana Fisik, Pemko Medan Dorong Warga Bangkit Lewat Digitalisasi Ekonomi

Bukan Cuma Bangun Sarana Fisik, Pemko Medan Dorong Warga Bangkit Lewat Digitalisasi Ekonomi

Terbukti Melanggar Disiplin, Camat Medan Timur dan Lurah Aur Copot Jabatan

Terbukti Melanggar Disiplin, Camat Medan Timur dan Lurah Aur Copot Jabatan

Bapenda Medan Luruskan Isu BPHTB, Agha Novrian Tegaskan Pengelolaan Pajak Harus Transparan dan Berkeadilan

Bapenda Medan Luruskan Isu BPHTB, Agha Novrian Tegaskan Pengelolaan Pajak Harus Transparan dan Berkeadilan

Komentar
Berita Terbaru