Sabtu, 26 September 2026

Sebungkus Tape dan Doa di Sepertiga Malam, Pertemukan Rizal dengan dr. Sofyan Tan

CT2 - Sabtu, 26 September 2026 15:10 WIB
Sebungkus Tape dan Doa di Sepertiga Malam, Pertemukan Rizal dengan dr. Sofyan Tan
Rizal, berterima kasih da. memeluk erat dr Sofyan Tan karena mimpi anaknya kuliah bisa terwujud. (Foto : Nal)

Kitakininews.co.id -MEDAN : Sebungkus tape yang dijajakan di tepi Jalan Sunggal menjadi awal dari sebuah pertemuan singkat yang kemudian membuka jalan bagi Hamzani Mubaraq untuk mengejar kembali mimpinya berkuliah.

Baca Juga:

Di balik kisah itu ada doa Asyuni Azramsyah, seorang pembantu rumah tangga yang tak pernah putus berharap di sepertiga malam setelah menunaikan salat tahajud. Doanya sederhana, tetapi sangat berarti bagi keluarganya: agar anaknya, Hamzani Mubaraq, bisa merasakan bangku kuliah.

Harapan itu sempat nyaris pupus. Hamzani yang lulus SMA pada Mei 2026 belum dapat menerima ijazah karena masih memiliki tunggakan uang sekolah selama enam bulan. Kondisi ekonomi keluarga membuat upaya menebus ijazah tersebut menjadi perjuangan tersendiri.

Di tengah situasi tersebut, Muhammad Rizal, suami Asyuni Azramsyah, tanpa sengaja bertemu dr. Sofyan Tan saat melintas di depan lapak tape miliknya di tepi Jalan Sunggal pada akhir pekan lalu.

Rizal kemudian menghampiri Sofyan Tan, sosok yang dikenal masyarakat Sunggal sebagai pejuang pendidikan. Dalam pertemuan yang berlangsung kurang dari dua menit itu, Rizal menceritakan persoalan anaknya yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi terkendala ijazah yang belum dapat diambil.

Pertemuan singkat itu ternyata membekas bagi Sofyan Tan.

Lapak tape milik Rizal hanya berjarak sekitar 100 meter dari sekolah yang selama 39 tahun didirikannya dan kampus yang kini berdiri megah. Namun, di tengah lingkungan pendidikan yang terus berkembang, masih ada keluarga yang kesulitan mengakses pendidikan.

Hari-hari setelah pertemuan itu berlalu. Namun, cerita pedagang tape tersebut masih terngiang dalam pikiran Sofyan Tan.

Sebungkus tape yang kemudian terhidang di atas meja kembali mengingatkannya pada Rizal dan keluarganya. Sofyan Tan mengaku kembali termenung dan bahkan tidak nyenyak tidur.

Tanpa menunggu lebih lama, Sofyan Tan meminta staf ahli di Rumah Aspirasi dr. Sofyan Tan untuk mencari sekaligus memvalidasi kondisi ekonomi keluarga Muhammad Rizal dan Asyuni Azramsyah.

Hasil penelusuran menunjukkan keluarga tersebut masih tinggal dengan cara mengontrak rumah sederhana di Jalan Setiabudi Gang Untung Nomor 4, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kondisi rumah mereka juga jauh dari kata mewah. Bagian dalam rumah hanya memiliki tembok berplester kasar tanpa cat, sementara bagian luar rumah bahkan tidak seluruhnya diplester.

Kondisi tersebut semakin menyentuh ketika diketahui Hamzani Mubaraq harus bekerja keras mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk menebus ijazahnya yang telah tertahan selama beberapa bulan.

Sofyan Tan kemudian meminta agar tunggakan uang sekolah Hamzani dilunasi menggunakan uang pribadinya. Ia juga meminta agar Hamzani segera didaftarkan untuk memperoleh beasiswa KIP Kuliah sehingga dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Namun, persoalan kembali muncul.

Berdasarkan data yang ada, keluarga Muhammad Rizal dan Asyuni Azramsyah ternyata tercatat dalam desil 6-10. Kondisi tersebut membuat mereka masuk dalam kategori yang dinilai tidak menjadi prioritas penerima bantuan pendidikan.

Sofyan Tan kemudian meminta agar kondisi ekonomi keluarga tersebut segera diverifikasi kembali melalui Badan Pusat Statistik (BPS).

Berbagai dokumen dilengkapi. Kondisi rumah difoto dari berbagai sudut, rekening listrik 900 VA dilampirkan, serta sejumlah surat dan persyaratan lainnya segera diurus untuk mendukung proses verifikasi.

Kurang dari 12 jam, proses verifikasi BPS menghasilkan perubahan data sehingga keluarga Muhammad Rizal dan Asyuni Azramsyah masuk dalam desil yang lebih rendah dan dapat diusulkan sebagai penerima beasiswa.

Bagi Asyuni, perubahan tersebut menjadi jawaban atas doa yang selama ini dipanjatkannya di sepertiga malam.

"Terusnya tiap malam saya berdoa, tahajud. Berharap anak saya ini bisa kuliah, bisa diambilnya ijazahnya. Dan baru hari ini berkat Pak Sofyan Tan doa saya dijawab. Terima kasih banyak, Pak," ujar Asyuni sambil meneteskan air mata haru.

Sabtu, 26 September 2026, Rizal dan Asyuni kemudian bertemu kembali dengan Sofyan Tan di Kampus Satya Terra (ST) Bhinneka.

Kali ini, pertemuan mereka membawa suasana berbeda. Jika sebelumnya Rizal datang membawa cerita tentang anaknya yang terancam kehilangan kesempatan kuliah, kini Hamzani sudah memiliki kesempatan untuk mendaftar sebagai mahasiswa.

Rizal dan Asyuni tak mampu menyembunyikan rasa haru. Keduanya bahkan mengaku masih sulit mempercayai apa yang terjadi.

"Saya sampai hari ini masih merasa mimpi," ujar Rizal sambil mencubit pipinya sendiri.

Di hadapan keluarga tersebut, Sofyan Tan mengatakan bantuan yang diberikan tidak pernah dimaksudkan untuk mendapatkan balasan dalam bentuk apa pun.

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan, kepeduliannya kepada masyarakat tidak didasarkan pada latar belakang suku, agama maupun ras. Ia berharap anak-anak yang mendapatkan bantuan pendidikan dapat belajar lebih tekun dan sungguh-sungguh hingga kelak menjadi orang sukses yang mampu mengangkat martabat keluarganya.

Sofyan Tan juga berpesan agar keberhasilan yang kelak diraih tidak berhenti pada diri sendiri. Mereka yang telah berhasil diharapkan dapat kembali membantu masyarakat lain yang membutuhkan tanpa melihat latar belakang suku, agama maupun ras.

"Saya ingin tanggal 25 September 2026 kemarin, jadi titik awal bagi anak bapak ibu untuk bangkit, tekun belajar sungguh-sungguh hingga suatu saat jadi orang sukses untuk bantu orang lain seperti yang sudah saya lakukan pada keluarga ini," ungkap Sofyan Tan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tersangka Penganiayaan Wanita di Jalan Ringroad Medan Ditangkap Polisi

Tersangka Penganiayaan Wanita di Jalan Ringroad Medan Ditangkap Polisi

“Jangan Berhenti, Pak”: Kisah di Balik Buku yang Diluncurkan di Usia 67 Tahun Sofyan Tan

“Jangan Berhenti, Pak”: Kisah di Balik Buku yang Diluncurkan di Usia 67 Tahun Sofyan Tan

Kebakaran Hebat di Kelurahan Kantin Padangsidimpuan, 9 Rumah Ludes dan 1 Warga Meninggal Dunia

Kebakaran Hebat di Kelurahan Kantin Padangsidimpuan, 9 Rumah Ludes dan 1 Warga Meninggal Dunia

Polda Sumut Sebut Penahanan Dhody Taher Sesuai Prosedur, Kuasa Hukum Menduga “Dikriminalisasi”

Polda Sumut Sebut Penahanan Dhody Taher Sesuai Prosedur, Kuasa Hukum Menduga “Dikriminalisasi”

Sofyan Tan Ungkap Filosofi Kepemimpinan dari Barongsai: Sehati, Kompak dan Peka terhadap Sesama

Sofyan Tan Ungkap Filosofi Kepemimpinan dari Barongsai: Sehati, Kompak dan Peka terhadap Sesama

Ombudsman Bongkar “Kamar Apartemen” di Lapas Cibinong, Ada Dugaan Napi Bayar untuk Fasilitas Khusus

Ombudsman Bongkar “Kamar Apartemen” di Lapas Cibinong, Ada Dugaan Napi Bayar untuk Fasilitas Khusus

Komentar
Berita Terbaru