Banjir Langkat, Rudi Alfahri: Pemerintah Didesak Perbaiki Tanggul dan Normalisasi Sungai
Kitakininews.co.id - Persoalan banjir yang berulang disejumlah wilayah Kabupaten Langkat mendapat sorotan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Rudi Alfahri Rangkuti SH MH, yang meminta pemerintah tidak hanya menangani banjir saat bencana terjadi, tetapi melakukan normalisasi sungai dan memperbaiki tanggul secara permanen.
Baca Juga:
Rudi mengatakan, banjir di Langkat tidak semata-mata disebabkan tingginya curah hujan dan luapan sungai. Kondisi sungai yang mengalami pendangkalan serta sejumlah tanggul yang tidak mampu menahan debit air juga menjadi persoalan yang perlu segera ditangani.
Sejumlah kawasan di Langkat kembali dilanda banjir pada awal September 2026, antara lain Batang Serangan, Padang Tualang, Tanjung Pura, Hinai, Sei Lepan dan Besitang. Pada, Senin (14/9/2026), banjir kembali melanda Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, yang berdampak terhadap puluhan kepala keluarga.
Menurut Rudi, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait pendangkalan Sungai Wampu dan Sungai Batang Serangan. Mereka meminta dilakukan pengerukan atau normalisasi agar kapasitas tampung sungai meningkat dan risiko luapan air dapat dikurangi.
Selain normalisasi sungai, masyarakat meminta pemerintah memperbaiki dan memperkuat benteng atau tanggul secara permanen. Infrastruktur pengendali banjir tersebut dinilai harus mampu menahan tekanan air ketika debit sungai meningkat dan melebihi kapasitas normal.
Rudi menyebutkan, aspirasi itu disampaikan masyarakat di sejumlah wilayah saat kegiatan reses. Karena itu, ia meminta Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait berkoordinasi dengan Pemprov Sumut dan Pemkab Langkat untuk menyusun penanganan banjir secara terpadu.
"Yang dibutuhkan masyarakat adalah penanganan permanen. Sungai yang dangkal perlu dikeruk dan tanggul yang rawan jebol harus diperkuat agar mampu menghadapi debit air yang tinggi," ujar Rudi melalui sambunagn telepon dari Kota Binjai, Selasa (29/9/2026).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menegaskan, penanganan banjir tidak boleh berhenti pada perbaikan tanggul setelah mengalami kerusakan. Normalisasi sungai, penguatan tanggul dan pemetaan titik rawan banjir perlu dilakukan secara berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
"Jangan menunggu tanggul jebol dan masyarakat kembali menjadi korban. Penanganannya harus dilakukan dari hulu sampai hilir dan direncanakan secara berkelanjutan," tandas Wakil rakyat dari Dapil Sumut XII meliputi Kota Binjai dan Kabupaten Langkat ini. (**)
Kurangi Aktivitas di Dunia Hiburan, Anji Fokus Kembangkan Domino
Jangan Rugikan Masyarakat, Ihwan Ritonga: Pendataan Desil Harus Diperbarui
Desil Semraut, Irham Buana: Pentingnya Sistem Data Harus Terintegrasi
Leo/Daniel Juara! Indonesia Raih Emas Ketiga Asian Games 2026
Dameria Desak Kemensos Tindalanjuti Kekurangan Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat di Medan