Ancaman Bencana Berulang, Bupati Berencana Pindahkan Kompleks Perkantoran Bupati ke Lokasi Lama
Kitakininews.co.id -Sehubungan dengan adanya ancaman bencana alam yang terus berulang, Pemerintah Kabupaten Solok berencana akan memindahkan kompleks perkantoran Bupati Solok ke daerah Koto Baru, tempat kantor bupati yang lama.
Baca Juga:
Sementara, Kepala Balai Penataan Bangunan,
Prasarana dan Kawasan, Sumatera Barat juga tidak merekomendasikan bangunan
kantor pemerintah di kompleks kantor Bupati Solok yang terkena dampak banjir
bandang yang saat ini dilakukan rehap rekon.
Seluruh bangunan kantor yang rusak berat,
sedang maupun ringan, harus di relokasikan ke lokasi baru, karena lokasi saat
ini merupakan bantaran sungai Aie Baliang.
Bupati Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu, Rabu
(30/9/2026), menyebutkan sebanyak 12 unit bangunan kantor terdampak terhadap
bencana banjir bandang yang terjadi di Aro Suka, Kayu Aro, Kecamatan Gunung
Talang. Bahkan kantor DPRD juga mengalami rusak parah.
Meskipun kondisi bangunan perkantoran rusak
parak, namun pelayan publik harus tetap berjalan. Baik menggunakan bangunan
kantor lain yang tidak terkena dampak banjir bandang maupun menggunakan tenda
posko.
Bupati Jon Firman Pandu mengatakan ada wacana
untuk memindahkan kantor bupati ke lokasi kantor bupati lama di daerah Koto
Baru. Rencana relokasi kompleks perkantoran tersebut tentunya menindaklanjuti
hasil kajian tim Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan, Sumatera Barat
yang melakukan kajian sejak hari pertama bencana banjir bandang terjadi.
Jon Pandu juga menyebutkan, perpindahan
kompleks perkantoran ini, tentunya juga membutuhkan penelitian secara akademik,
maupun melalui kajian yang dilakukan BNPB terkait fotograpi daerah Aro Suka,
Kayu Aro. Kecamatan Gunung Talang ini.
Meskipun ada arahan dari Presiden Prabowo
melalui menteri yang datang ke lokasi bencana ini, menyebutkan perpindahan
lokasi disarankan namun tentu saja tergantung keputusan daerah.
Keputusan daerah tersebut tentu saja
berdasarkan dari hasil kajian yang mendalam baik dari pakar akademisi, maupun
kajian yang dilakukan BNPB.
Kondisi lokasi bencana di Aro Suka hingga saat
ini masih belum pulih, sementara masa tanggap darurat yang akan habis pada
Minggu, 4 Oktober mendatang, atau hanya tinggal tiga hari, direncanakan bakal
diperpanjang paling lama lima hari.
Hal itu mengingat masih banyaknya material
banjir bandang yang terdapat di kompleks perkantoran maupun di pemukiman
penduduk.
Kegiatan yang butuh perhatian yakni, pada normalisasi sungai batang aie Baliang serta pembuatan cik dam dan sabo dam di daerah hulu. Jika masa tanggap darurat tidak diperpanjang, maka masa pemulihan dari tim BWS dan relawan lainnya akan terganggu.
Material Banjir Bandang Solok Masih Menumpuk, Garda Pemuda Nasdem Bersihkan Rumah Warga
Jalan Lingkar Baypass Solok Masih Tutup, Pemasangan Jembatan Bailey terus Dilakukan
Hujan Deras dan Angin Kencang Kepung Sumut, Warga di Lima Daerah Terdampak
Korban Banjir Bandang yang Hanyut di Sungai Pasaman akhirnya Ditemukan
Pasca Banjir Bandang, Pelayanan 12 Kantor Pemkab Solok “Lumpuh”