Kapolda Sumbar Kerahkan 200 Personel Gabungan, Korban Banjir Mengungsi di Musala
Kitakininews.co.id -Satuan Brimob Polda Sumbar mengerahkan personel untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir di sejumlah kawasan Kota Padang.
Baca Juga:
Banjir akibat hujan berintensitas tinggi itu
merendam sekitar 305 rumah dan memaksa ratusan warga mencari tempat yang lebih
aman.
Ratusan warga terdampak banjir di kawasan Lumin
Park, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, di lokasi terparah
dievakuasi tim gabungan pada Sabtu sore (10/10/2026). Evakuasi dilakukan
menyusul meluapnya aliran sungai yang merendam sejumlah permukiman.
Tim gabungan yang diterjunkan terdiri dari
personel Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD, kantor SAR
Padang, serta relawan dan masyarakat setempat.
Satbrimob Polda Sumbar membagi personel ke
dalam tiga tim untuk mempercepat penanganan banjir. Tim pertama memusatkan
operasi di Perumahan Lumin Park dengan dukungan 200 personel.
Petugas juga menyiapkan perahu karet, mesin
tempel, pelampung, serta kendaraan taktis SAR untuk menjangkau kawasan yang
terendam. Sementara itu, tim kedua dan ketiga masing-masing menempatkan 50
personel di Dadok Tunggul Hitam dan Guo Kuranji.
Kapolda Sumba, Irjen Pol. Jawari yang berada di
lokasi banjir, mengatakan lebih dari 200 personel gabungan dikerahkan untuk
melakukan penyisiran dan evakuasi warga yang masih terjebak banjir.
Hingga proses evakuasi berlangsung, ratusan
warga dilaporkan telah berhasil dievakuasi. Petugas memprioritaskan kelompok
rentan, seperti anak-anak, bayi dan lansia.
Sebagian warga yang telah dievakuasi sementara
di tempatkan di musala setempat dan pihak keluarga yang berada di lokasi aman
untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Di lapangan, petugas menggunakan perahu karet
untuk menjangkau permukiman yang terendam. Selain itu, petugas juga memasang
tali pengaman pada pohon dan tiang listrik sebagai jalur evakuasi untuk
mencegah warga terseret arus.
Pihak kepolisian juga memastikan pengamanan permukiman yang ditinggalkan warga menjadi perhatian selama proses pengungsian. Langkah ini diharapkan memberikan rasa aman agar masyarakat dapat memprioritaskan keselamatan diri dan keluarga.
Pasca Banjir di Koto Tangah, Warga Kecewa Sistem Peringatan Banjir tidak Berfungsi
Banjir Padang Terjang Tiga Kecamatan, 672 Warga Mengungsi dan Akses Jalan Terputus
Diguyur Hujan Deras, Pemukiman Warga di Kota Padang Terendam Banjir Hingga 80 Cm
Banjir Padang Meluas, 498 Warga Terdampak dan 238 Jiwa Dievakuasi
Kesedihan Warga Terdampak Bencana di Pengungsian GOR Pandan Tapteng saat Ramadan