Selasa, 13 Oktober 2026

Kapolda Sumbar Kerahkan 200 Personel Gabungan, Korban Banjir Mengungsi di Musala

Azzaren - Senin, 12 Oktober 2026 18:00 WIB
Kapolda Sumbar Kerahkan 200 Personel Gabungan, Korban Banjir Mengungsi di Musala
Teks foto : Sebagian warga yang telah dievakuasi sementara di tempatkan di musala setempat dan pihak keluarga yang berada di lokasi aman. (Isti)

Kitakininews.co.id -Satuan Brimob Polda Sumbar mengerahkan personel untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir di sejumlah kawasan Kota Padang.

Baca Juga:

Banjir akibat hujan berintensitas tinggi itu merendam sekitar 305 rumah dan memaksa ratusan warga mencari tempat yang lebih aman.

Ratusan warga terdampak banjir di kawasan Lumin Park, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, di lokasi terparah dievakuasi tim gabungan pada Sabtu sore (10/10/2026). Evakuasi dilakukan menyusul meluapnya aliran sungai yang merendam sejumlah permukiman.

Tim gabungan yang diterjunkan terdiri dari personel Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD, kantor SAR Padang, serta relawan dan masyarakat setempat.

Satbrimob Polda Sumbar membagi personel ke dalam tiga tim untuk mempercepat penanganan banjir. Tim pertama memusatkan operasi di Perumahan Lumin Park dengan dukungan 200 personel.

Petugas juga menyiapkan perahu karet, mesin tempel, pelampung, serta kendaraan taktis SAR untuk menjangkau kawasan yang terendam. Sementara itu, tim kedua dan ketiga masing-masing menempatkan 50 personel di Dadok Tunggul Hitam dan Guo Kuranji.

Kapolda Sumba, Irjen Pol. Jawari yang berada di lokasi banjir, mengatakan lebih dari 200 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penyisiran dan evakuasi warga yang masih terjebak banjir.

Hingga proses evakuasi berlangsung, ratusan warga dilaporkan telah berhasil dievakuasi. Petugas memprioritaskan kelompok rentan, seperti anak-anak, bayi dan lansia.

Sebagian warga yang telah dievakuasi sementara di tempatkan di musala setempat dan pihak keluarga yang berada di lokasi aman untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Di lapangan, petugas menggunakan perahu karet untuk menjangkau permukiman yang terendam. Selain itu, petugas juga memasang tali pengaman pada pohon dan tiang listrik sebagai jalur evakuasi untuk mencegah warga terseret arus.

Pihak kepolisian juga memastikan pengamanan permukiman yang ditinggalkan warga menjadi perhatian selama proses pengungsian. Langkah ini diharapkan memberikan rasa aman agar masyarakat dapat memprioritaskan keselamatan diri dan keluarga.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pasca Banjir di Koto Tangah, Warga Kecewa Sistem Peringatan Banjir tidak Berfungsi

Pasca Banjir di Koto Tangah, Warga Kecewa Sistem Peringatan Banjir tidak Berfungsi

Banjir Padang Terjang Tiga Kecamatan, 672 Warga Mengungsi dan Akses Jalan Terputus

Banjir Padang Terjang Tiga Kecamatan, 672 Warga Mengungsi dan Akses Jalan Terputus

Diguyur Hujan Deras, Pemukiman Warga di Kota Padang Terendam Banjir Hingga 80 Cm

Diguyur Hujan Deras, Pemukiman Warga di Kota Padang Terendam Banjir Hingga 80 Cm

Banjir Padang Meluas, 498 Warga Terdampak dan 238 Jiwa Dievakuasi

Banjir Padang Meluas, 498 Warga Terdampak dan 238 Jiwa Dievakuasi

Kesedihan Warga Terdampak Bencana di Pengungsian GOR Pandan Tapteng saat Ramadan

Kesedihan Warga Terdampak Bencana di Pengungsian GOR Pandan Tapteng saat Ramadan

Banjir Kembali Rendam Jalur Padang Sidimpuan–Sibolga, Puluhan Warga Tapanuli Tengah Mengungsi

Banjir Kembali Rendam Jalur Padang Sidimpuan–Sibolga, Puluhan Warga Tapanuli Tengah Mengungsi

Komentar
Berita Terbaru