Kementan Siapkan Rp30 Triliun Antisipasi El Nino
Kitakini.news - Kementerian Pertanian berkomitmen memajukan
sektor pertanian dengan tujuan Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045. Bukti
keseriusan tersebut, tahun ini Kementan siapkan Rp30 Triliun dana untuk para
petani di seluruh Indonesia.
Baca Juga:
Para gubernur dan wali kota serta bupati menandatangani nota
kesepahaman pembiayaan dan pelaku agribisnis di Kota Padang, Sumatera Barat,
Jumat malam (9/6/23). Nota kesepahaman ini disaksikan Menteri Pertanian Syahrul
Yasin Limpo, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan,
Ali Jamil serta pelaku perbankan.
Kegiatan dimaksudkan untuk membangun dan memantapkan
komitmen bersama antara Bank Himbara, Bank Daerah, BSIP, Gubernur dan Walikota
seluruh Indonesia untuk penyerapan KUR dan KUA (Kredit Usaha Alsintan).
Setiap Gubernur berkomitmen menyerap KUR dan KUA ini sebesar
Rp100 miliar, dan Bupati/Walikota sebesar Rp50 miliar. Melalui komitmen ini
minimal akan terserap KUR sektor pertanian sebesar Rp30 triliun.
Momentum ini sangat penting untuk menunjukan eksistensi dan
keberpihakan dalam menyediakan permodalan/pembiayaan bagi petani melalui
penggalian sumber-sumber pembiayaan lain non APBN yaitu melalui KUR dan Kredit
Usaha Alsintan.
Menurut Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian
(PSP) Kementan, Ali Jamil, komitmen ini akan sangat bermanfaat, apalagi pada
bulan Juni ini, BMKG memprediksi Indonesia akan memasuki awal periode fenomena
EL Nino, dengan intensitas lemah kemudian menguat hingga moderat setelah Juni.
Potensi kekeringan hampir meliputi sebagian besar wilayah di
Indonesia dan periode musim kemarau 2023 diprediksi akan lebih kering dibanding
musim kemarau 3 tahun terakhir.
Dampak dari El Nino ini tidak bisa dianggap remeh. Pada
sektor pertanian El Nino akan berdampak pada krisis pangan yang serius.
Hingga saat ini, penyerapan KUR sektor pertanian menunjukan
angka yang sangat menggembirakan. Tercatat penyerapan KUR sektor pertanian
tahun 2022 sebesar Rp113,43 trilliun (126,04%) dari target penyerapan sebesar
Rp 90 trilliun dengan debitur sebesar Rp2,7 juta debitur.
Tahun 2023 ini target penyerapan KUR sektor pertanian
sebesar Rp100 trilliun. Sampai dengan tanggal 10 Juni 2023 tercatat telah
terserap sebesar Rp25, 12 triliun (25, 12%) dengan 5 debitur sebesar 532.321.
Penyerapan KUR tersebut terdistribusi untuk sektor tanaman
pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan mix farming serta jasa
pertanian lainnya.
Sementara untuk penyerapan kredit pembelian alsintan tahun
2023 mencapai Rp9,5 milyar untuk pembelian alsintan sebanyak 22 unit antara
lain untuk pembelian Combine Harvester dan TR 4.
Selanjutnya untuk akselerasi implementasi penyerapan Kredit
Usaha Alsintan akan dilakukan dengan mengoptimalkan brigade alsintan diseluruh
Indonesia bekerjasama dengan Badan Standarisasi lnstrumen Pertanian (BSIP)
melalui BPSIP di seluruh Indonesia yang menjadi komandannya.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan dengan
penyaluran KUR tersebut petani memudahkan memproduksi hasil tanamnya dan
menggenjot ketahanan pangan nasional. Pemerintah menargetkan, Indonesia Lumbung
Pangan Dunia 2045.
Kontributor: Azzareen
Surga Kopi Sumatra Hadir di Medan, Cicipi 45 Kopi Terbaik Tanpa Harus Keliling Pulau
Ini Enam Danau Memukau di Indonesia, Danau Toba Juaranya
Uang Korban Scam Rp200 Miliar Selamat, OJK Blokir Ratusan Ribu Rekening Bank
Persaingan Ketat, John Herdman Pilih Pemain yang Paling Siap Bela Indonesia di ASEAN Championship 2026
Bahas RUU HPI di DPR, PERADI Profesional Usulkan Penguatan Kepastian Hukum Internasional