Hari Sumpah Pemuda, Puan: Pemuda Indonesia Harus Jadi Pelopor Persatuan dan Kesatuan
"Tidak boleh ada satupun anak muda yang ditinggalkan. Karena pemuda/pemudi Indonesia yang akan memimpin bangsa ini ke depan lewat orkestrasi gerak mereka dalam semangat gotong royong," tegas Puan.
Baca Juga:
Untuk mencapai itu semua, Puan mengatakan diperlukan dorongan dan pendampingan bagi generasi muda dari seluruh elemen bangsa. Mulai dari Pemerintah, DPR, dunia pendidikan, lingkungan kerja, organisasi masyarakat, dan stakeholder lainnya. Menurut Puan, tidak ada bakat yang percuma kalau diasah dan didik dengan baik.
"Kita semua harus bergotong royong dalam pemberdayaan generasi pemuda dengan mendukung semua potesi dan bakat mereka. Baik potensi akademis, olahraga, bisnis atau entrepreneur, UMKM, ekonomi kreatif, teknologi, dan banyak lagi," jelasnya.
Puan juga mendorong anak muda ikut terlibat dalam sektor konservatif, misalnya dalam dunia agraria yang membutuhkan inovasi demi keberlanjutan sektor pertanian Indonesia. Hal ini mengingat diperlukan gebrakan dalam mendukung pertanian yang berkelanjutan.
"Dan itu bisa dilakukan oleh generasi muda yang memiliki segudang ide dan pengetahuan. Maka program petani milenial harus makin dimaksimalkan agar anak-anak muda semakin tertarik dengan industri pertanian sebagai cara untuk menjaga kedaulatan pangan," ucap Puan.
"Dengan mengkolaborasikan pertanian dan teknologi, para petani milenial ini akan menjawab tantangan bagaimana negara kita memiliki kedaulatan pangan demi ketahanan pangan di masa yang akan datang dan untuk kemandirian bangsa," pungkasnya.
Kontributor: Guruh Ismoyo
Anak Kepulauan Nias Jadi Lulusan Terbaik, Darni Gulo Buktikan KIP Kuliah Aspirasi Sofyan Tan Buka Jalan Masa Depan
Sofyan Tan: Cahaya Ada di Hati, Bukan di Mata
Aksi Massa Berujung Kesepakatan, DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Selesai 15 Desember
F-PKS DPRD Sumut Soroti Kenaikan Harga Bahan Pokok
QRESTO, Inovasi Rico Waas Persempit Celah Kebocoran Pajak Restoran di Medan