Prancis Melaju ke Perempat, Penalti VAR Akhiri Perlawanan Gigih Paraguay
Satu-satunya gol dalam pertandingan dicetak Kylian Mbappe melalui titik penalti pada menit ke-70. Hadiah penalti diberikan setelah wasit meninjau tayangan ulang VAR dan menyatakan terjadi pelanggaran terhadap Desire Doue di dalam kotak terlarang. Keputusan tersebut langsung memicu protes keras dari para pemain Paraguay yang merasa insiden itu tidak layak berbuah penalti.
Baca Juga:
Paraguay Bertahan Luar Biasa
Sejak peluit awal dibunyikan, Paraguay memilih bermain disiplin dengan garis pertahanan rendah untuk meredam kreativitas lini depan Prancis.
Strategi itu berjalan efektif. Meski mendominasi penguasaan bola, Prancis kesulitan menemukan ruang untuk menembus rapatnya pertahanan wakil Amerika Selatan tersebut.
Peluang demi peluang yang diciptakan Mbappe, Michael Olise, Dembele, dan rekan-rekannya mampu dipatahkan oleh organisasi pertahanan Paraguay yang tampil nyaris tanpa cela.
Orlando Gill Tampil Gemilang
Selain barisan pertahanan, satu sosok paling menonjol dalam pertandingan adalah kiper Paraguay, Orlando Gill.
Penjaga gawang muda Paraguay itu berkali-kali melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang emas Prancis. Refleks cepatnya membuat Les Bleus frustrasi karena tak mampu mencetak gol dari permainan terbuka meski terus menekan sepanjang pertandingan.
Gill menjadi alasan utama Paraguay mampu mempertahankan skor tetap imbang hingga memasuki pertengahan babak kedua.
VAR Menjadi Titik Balik Pertandingan
Momentum pertandingan berubah pada menit ke-70 ketika Desire Doue terjatuh di area penalti setelah mendapat tekanan dari pemain Paraguay.
Wasit sempat membiarkan permainan berlanjut sebelum menerima rekomendasi untuk meninjau tayangan ulang melalui monitor VAR. Setelah pemeriksaan, wasit akhirnya menunjuk titik putih.
Keputusan tersebut memancing reaksi keras dari kubu Paraguay, sementara para pemain Prancis menyambutnya dengan lega.
Mbappe yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan kerasnya tak mampu dihentikan Gill dan membawa Prancis unggul 1-0.
Prancis Buntu dari Permainan Terbuka
Meski unggul, Prancis tetap mendominasi jalannya laga hingga peluit panjang dibunyikan. Namun satu fakta menarik muncul dari pertandingan ini. Selama 90 menit, Les Bleus gagal membobol gawang Paraguay melalui skema permainan terbuka, maupun eksekusi set piece.
Berbagai peluang yang tercipta berhasil dipatahkan oleh Gill maupun barisan pertahanan Paraguay yang bermain penuh determinasi. Gol penalti Mbappe menjadi satu-satunya pembeda dalam duel yang berlangsung ketat tersebut.
Paraguay Pulang dengan Kepala Tegak
Meski harus mengakhiri perjalanan di babak 16 besar, Paraguay meninggalkan kesan positif. Tim asuhan Gustavo Alfaro tampil berani menghadapi salah satu favorit juara dunia. Mereka mampu membuat lini serang Prancis kehilangan ketajaman dan hampir memaksa pertandingan berlanjut hingga babak tambahan waktu.
Penampilan disiplin lini belakang serta aksi gemilang Orlando Gill menjadi modal berharga bagi Paraguay untuk menatap turnamen-turnamen internasional berikutnya.
Di sisi lain, kemenangan ini mengantarkan Prancis ke perempat final Piala Dunia 2026, tetapi performa mereka menyisakan pekerjaan rumah.
Dominasi penguasaan bola tidak diimbangi efektivitas penyelesaian akhir. Ketergantungan pada gol penalti menjadi perhatian menjelang laga berikutnya, ketika Prancis dijadwalkan menghadapi Maroko yang sebelumnya tampil impresif dengan menghancurkan Kanada 3-0.
Pertemuan tersebut diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di babak delapan besar Piala Dunia 2026.
Sumber: The Guardian
Perjalanan Sensasional Maroko di Piala Dunia 2026: Tahan Brasil, Kini Gilas Kanada Menuju Delapan Besar
Maroko Hentikan Langkah Kanada 3-0, Jadi Tim Pertama Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Kanada vs Maroko Buka Pertarungan 16 Besar Piala Dunia 2026, Sejumlah Big Match Menanti
Maroko dan Mesir Jaga Asa Afrika di Piala Dunia 2026, Dua Singa Terakhir Menuju Babak 16 Besar
Wakil Asia-Oseania Habis di Piala Dunia 2026, Mimpi AFC Terhenti