Jon Jones Balik Serang Islam Makhachev, Perang GOAT UFC Makin Panas
Kitakininews.co.id - Perseteruan juara kelas welter UFC, Islam Makhachev dan mantan juara dunia dua divisi Jon Jones kembali memanas. Kali ini bukan soal pertarungan di dalam oktagon, melainkan perebutan status sebagai petarung terbaik sepanjang masa UFC.
Baca Juga:
Seperti diketahui, Makhachev baru saja memperkuat klaimnya setelah meraih kemenangan ke-17 secara beruntun di UFC dengan mengalahkan Ian Machado Garry pada UFC 330. Catatan tersebut membuatnya melewati rekor 16 kemenangan beruntun milik Anderson Silva. Ia juga telah menjadi juara di kelas ringan dan welter, sekaligus mempertahankan sabuk juara di dua kelas berbeda.
Namun, ketika ditanya mengenai rekor kemenangan Jones, Makhachev memberikan jawaban yang langsung menyulut perdebatan.
Islam Makhachev tidak sepenuhnya mengakui rekor kemenangan Jon Jones. Dalam wawancara dengan Ushatayka yang diunggah ke kanal Youtube, juara kelas welter UFC itu menilai catatan kemenangan Jones harus diberi tanda tanya karena sejarah pelanggaran aturan anti-doping.
"Tidak, saya rasa tidak. Saya tidak menyangkal bahwa Jon Jones adalah salah satu atlet terhebat dalam sejarah. Namun, dia dua kali tertangkap menggunakan doping, dan menurut saya itulah alasan mengapa rangkaian kemenangannya tidak bisa dianggap sah," kata Makhachev belum lama ini.
Makhachev kemudian mempertegas pandangannya. Menurutnya, kemenangan Jones ketika dinyatakan positif menggunakan zat terlarang seharusnya menjadi titik awal baru dalam penghitungan rekor.
"Karena dia masuk ke pertarungan ketika menggunakan zat peningkat performa dan kemudian menang. Seharusnya dari situlah penghitungan baru dimulai," ujarnya.
Komentar tersebut menjadi panas karena Jones selama bertahun-tahun dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menyandang status GOAT UFC. Ia memiliki rangkaian 20 pertarungan tanpa kekalahan di UFC sejak 2009 jika kemenangan atas Daniel Cormier yang kemudian dibatalkan tetap dihitung sebagai kemenangan.
Pada UFC 214, Jones sebenarnya menang KO atas Cormier, tetapi hasil tersebut kemudian diubah menjadi tanpa hasil atau no contest setelah ia gagal dalam tes doping. Jones juga memiliki kontroversi anti-doping lainnya yang turut menjadi bagian dari perdebatan panjang mengenai warisannya di UFC.
Menariknya, Makhachev tidak sepenuhnya meremehkan Jones. Ia tetap memberikan penghormatan kepada mantan juara kelas berat dan kelas ringan tersebut.
"Bagaimanapun, dia adalah salah satu yang terhebat, bahkan mungkin yang terbaik. Saya tidak tahu. Itu tergantung pada masing-masing orang," kata Makhachev.
Jones sendiri sebelumnya sudah menunjukkan ketidaksenangannya ketika publik mulai menempatkan Makhachev di atas dirinya dalam daftar GOAT. Setelah kemenangan Makhachev atas Ian Machado Garry, Jones mengunggah statistik prestasinya di media sosial.
"Saya membuka media sosial dan mendengar bahwa ada GOAT baru? Saya benar-benar bingung, tolong jelaskan agar saya bisa memahaminya," tulis Jones.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Jones belum menerima narasi yang menyebut Makhachev telah melewatinya dalam perdebatan mengenai petarung terbaik sepanjang masa UFC.
Teranyar, Jon Jones kembali membalas komentar Makhachev dengan menyebutnya pernah kalah KO.
"Jangan lupa, kamu pernah di-KO, dibuat tak sadarkan diri, sampai tertidur. Apa pun yang perlu kalian katakan kepada diri sendiri agar bisa tidur lebih nyenyak di malam hari, silakan saja," tulis Jones di akun X miliknya, Selasa (15/9/2026).
Jones menutup balasannya dengan pesan yang terdengar sekaligus menyindir dan menantang Makhachev.
"Teruslah mengejar. Di puncak itu terasa sepi, Islam. Semoga suatu hari nanti saya bisa melihatmu berada di sini," kata Jones.
Balasan tersebut membuat perang verbal kedua petarung semakin sengit. Makhachev mempertanyakan validitas rentetan kemenangan Jones akibat kasus doping, sedangkan Jones menegaskan bahwa USADA tidak menyatakan temuannya sebagai sesuatu yang meningkatkan performa atau dilakukan secara sengaja.
Perdebatan ini pada akhirnya kembali kepada satu pertanyaan besar: siapa yang lebih layak menyandang status GOAT UFC? Makhachev memiliki momentum luar biasa dengan 17 kemenangan beruntun di UFC, juara dua divisi, sedangkan Jones memiliki warisan panjang dengan dominasi di kelas light heavyweight dan heavyweight.
Cedera Tom Aspinall Belum Pulih, Pilih Tangggalkan Gelar Juara Kelas Berat UFC
Jean Silva Bangkit Usai Dipukul Jatuh Lalu Kalahkan Jose Delgado di Noche UFC
Jean Silva vs Jose Miguel Delgado: Duel Panas Noche UFC di Glendale
Justin Gaethje Bela Islam Makhachev: Tak Peduli Disukai atau Tidak, Dia Memang Pemenang
Michael Venom Page Buka Suara Usai Dicoret UFC, Siap Hadapi Tantangan Baru