Ari Wibowo: Fokus pada Karier dan Anak Setelah Perceraian dengan Inge Anugrah
Dalam sebuah wawancara di program televisi, Ari Wibowo mengungkapkan bahwa dirinya belum siap untuk membuka hati kembali. Fokus utamanya saat ini adalah anak-anaknya dan kariernya.
Baca Juga:
"Nggak, belum. Mau fokus ke karier dulu, anak dulu, maksudnya ini berjalannya waktu berat juga untuk mereka," ujarnya.
Meskipun demikian, Ari dengan tegas menepis kemungkinan untuk rujuk dengan Inge Anugrah. Ia mengungkapkan beberapa alasan yang membuatnya yakin bahwa rujuk bukanlah pilihan yang tepat.
"Melihat apa yang proses perceraian dan semua intrik, drama yang terjadi, tidak," tuturnya.
Ari Wibowo mengakui bahwa ia telah memetik banyak pelajaran dari pernikahannya yang gagal. Ia juga sudah berdamai dengan masa lalunya dan menyadari pentingnya memaafkan.
"Ya semua orang tidak luput dari kesalahan, memaafkan itu sangat perlu, tapi kadang-kadang juga ada hal yang tidak aku perkirakan saat memilih pasangan hidup yaitu mungkin trauma masa kecil dan lain sebagainya, dan itu ternyata sangat penting juga," katanya.
Ari juga menambahkan bahwa meskipun ia telah memikirkan segala aspek dalam memilih pasangan hidup, ada faktor-faktor seperti trauma masa kecil yang bisa kembali muncul dan sangat berpengaruh.
"Aku cuma memikirkan aku sudah punya pendapatan yang cukup untuk bisa membesarkan keluarga, kenyamanan, keamanan, bisa ketemu yang cocok, ketemu juga di gereja, oke secara iman, mikirnya begitu saja. Nggak mikir ada trauma masa kecil yang mungkin bisa kembali dan sangat berpengaruh," sambungnya.
Dengan fokus pada karier dan anak-anaknya, Ari Wibowo berharap dapat memberikan yang terbaik bagi keluarganya dan dirinya sendiri.*
Ruben Onsu Akui Sudah Enam Bulan Tak Kirim Nafkah ke Mantan Istri, Sebulannya Rp225 Juta
Diceraikan Arya Khan, Pinkan Mambo Kembali Akrab dengan Anak
Pilih Cerai ketimbang Hidup Tak Tenang, Boiyen: Capek
Tetap Pajang Foto Istri meski Sudah Cerai, Desta: Gue Enggak Mau Mengubah
Diisuhkan Cerai dari Ardi Bakrie, Nia Ramadhani: Berhenti Menyebar Kebohongan