Senin, 06 Juli 2026

Ricky Siahaan Dimakamkan dengan Adat Batak di San Diego Hills

Fitri - Rabu, 23 April 2025 18:18 WIB
Ricky Siahaan Dimakamkan dengan Adat Batak di San Diego Hills
ig@rickysiahaan
Ricky Siahaan
Kitakini.news - Gitaris Band Seringai, Ricky Siahaan, telah meninggal pada Sabtu 19 April 2024 lalu. Jenazahnya pun baru tiba di Indonesia pada Kamis 24 April 2024 ini.

Melansir berbagai sumber, Rabu (23/4/2025), Ricky Siahaan meninggal dunia di Tokyo, Jepang, dalam usia 48 tahun, setelah tampil dalam sebuah pertunjukan Seringai.

Baca Juga:

Penampilan itu menjadi salah satu rangkaian tur Seringai Wolves of Asia Tour di Taiwan dan Jepang.

Kabar kematian Ricky Siahaan pertama kali terungkap ketika dibagikan oleh kalangan musisi.

Seringai melalui akun resmi media sosial kemudian mengumumkan sang gitaris berpulang beberapa waktu setelahnya.

Kuartet high octane rock asal Jakarta ini sebelumnya menggelar tur konser mereka ke kawasan Asia Timur.

Tur ini berlangsung selama 11 hari, mulai dari 10 hingga 21 April. Seringai memulai tur ke Taiwan, sebelum akhirnya tampil di Gekiko Festival, sebuah festival musik ekstrem metal di Jepang.

Melalui media sosial, Seringai kemudian membagikan jadwal rangkaian persemayaman dan pemakaman.

Setelah jenazah disemayamkan, keluarga dan kerabat nantinya menggelar ibadah penghiburan pada Jumat (25/4/2025) petang.

Prosesi dilanjutkan dengan acara adat Batak, acara tutup peti, dan ibadah pelepasan yang digelar pada Sabtu (26/4/2025).

Jenazah Ricky Siahaan lalu akan dimakamkan pada Sabtu (26/4/2025) siang usai seluruh rangkaian selesai.

Pemakaman mendiang gitaris dan pendiri band high octane rock itu bakal berlangsung di San Diego Hills Memorial Park, Karawang Barat, Jawa Barat.

"Kami bersama keluarga, dengan dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, telah menyusun rencana repatriasi jenazah almarhum ke Indonesia yang akan tiba pada Kamis petang (24 April 2025)," tulis keterangan resmi Seringai.

Sebagai informasi, rangkaian pemakaman berjarak sekitar satu pekan karena proses pemulangan jenazah memakan waktu.

"Prosedur clearance untuk kematian WNA secara mendadak cukup panjang dan sangat teliti di Jepang, makanya memakan waktu," ungkap Wendi Putranto, manajer Seringai.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Wakil Asia-Oseania Habis di Piala Dunia 2026, Mimpi AFC Terhenti

Wakil Asia-Oseania Habis di Piala Dunia 2026, Mimpi AFC Terhenti

Kuatkan Ekonomi, Konjen Jepang di Medan Bahas Kerjasama Indonesia Wilayah Sumut

Kuatkan Ekonomi, Konjen Jepang di Medan Bahas Kerjasama Indonesia Wilayah Sumut

Sambut HUT Kota Medan ke- 436, Rico Waas Pimpin Ziarah Makam Pahlawan dan Ajak Generasi Muda Maknai Perjuangan Masa Lalu

Sambut HUT Kota Medan ke- 436, Rico Waas Pimpin Ziarah Makam Pahlawan dan Ajak Generasi Muda Maknai Perjuangan Masa Lalu

Mimpi Jepang Hancur Seketika, Brasil Lolos Usai Comeback Dramatis

Mimpi Jepang Hancur Seketika, Brasil Lolos Usai Comeback Dramatis

Duel Raksasa Lawan Kuda Hitam: Brasil Diuji Mental Baja Jepang

Duel Raksasa Lawan Kuda Hitam: Brasil Diuji Mental Baja Jepang

Ronald Koeman Usai Belanda Dipaksa Jepang Main Imbang: Kami Buruk Saat Bertahan

Ronald Koeman Usai Belanda Dipaksa Jepang Main Imbang: Kami Buruk Saat Bertahan

Komentar
Berita Terbaru