Harga Masker Naik Gila-gilaan Efek Erupsi Gunung, Nana Mirdad: Mark Up Spontan Nggak Berperikemanusiaan
Melansir berbagai sumber, Rabu (9/9/2026), Nana Mirdad pun menyayangkan perilaku penjual masker yang mengeruk keuntungan di tengah kondisi bencana.
Baca Juga:
"Memang, jualan goalnya profit. Tapi ngga usah securang ini pada saat bencana kali ya," kata Nana Mirdad di akun Threads-nya.
Dengan kata lain, menurutnya tak etis jika sebuah brand menaikkan harga selangit di saat masyarakat sedang dilanda bencana.
"Agak gila juga di saat rakyat banyak yang kesusahan lihat brand penjual masker proper malah naikin harga jadi 180rb-an per biji. Sementara paginya masih dijual di harga 12rb aja," tulis Nana Mirfan lagi.
Sebagai informasi, lonjakan hargamasker dirasakan oleh warga Jabodetabek setelah adanya persebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
Beberapa penjual masker di marketplace seperti Shopee dan Tokopedia tiba-tiba mematok harga di atas rata-rata.
Nana Mirdad lalu menjelaskan perusahaan suaminya memegang hak distribusi salah satu masker N95.
Artinya, dia tahu persis berapa hargamasker tersebut sebelum diedarkan ke pasaran.
Maka dari itu, Nana Mirdad merasa kesal karena oknum-oknum brand tertentu justru memainkan harga produk maskernya di tengah kesulitan.
"Kebetulan suami saya juga salah satu product list di perusahaannya adalah masker N95 jadi harga distributornya saya tahu persis berapa. Mark up spontan kayak gini ngga berperikemanusiaan," pungkas Nana Mirdad.
Antisipasi Kabut Asap, BPBD Sidimpuan Bersama TNI, Polri dan PKK Bagikan Masker
Tapsel dan Sidimpuan Masih Diselimuti Kabut Asap, BMKG: Bukan Abu Vulkanik
Diselimuti Kabut Asap Tebal, BPBD Kota Padang Bagikan 11 Ribu Masker
Gunung Api Lewotolok NTT Kembali Erupsi, Abu Letusan Setinggi 7.000 KDPL
Indonesia Sedang Berjuang Hadapi Bencana Alam, PDI Perjuangan: Tempatkan Kepentingan Keselamatan Rakyat Diatas Kepentingan Politik