Ngaku Diculik dan Dipenjara, Aron Ashab Ternyata Direhab karena Kecanduan Alkohol
Melansir berbagai sumber, Senin (19/10/2026), nyatanya klaim Aron Ashab itu, kemudian ditanggapi oleh sang kakak, Gamyla Ashab.
Baca Juga:
Lewat Insta Story, sang kakak menyanggah klaim adiknya dan menegaskan 'penjara' yang dimaksud Aron adalah tempat rehabilitasi.
"Bertobat dan berkarya yang benar. Enggak usah drama!!!" katanya.
Dalam lanjutan keterangannya, Gamyla mengaku, Aron Ashab punya kebiasaan menenggak minuman keras hingga membuatnya bermasalah di lingkungan keluarga.
"Setiap hari mabuk dan pesan minuman," tuturnya menambahkan.
Gamyla mengatakan, pengemudi ojek online berulang kali mendatangi rumah mereka untuk menagih pembayaran minuman keras yang dipesan Aron Ashab.
Kondisi itulah yang membuat keluarga lelah dengan perilaku sang adik.
"Kebayang enggak capeknya hidup sama monster? Saya sampai tidak bisa pindah rumah karena harus menjaga bapak ibu yang selalu ketakutan sama tingkahnya yang berani dan rusuh saat mabuk," ujarnya.
Gamyla kemudian menanggapi komentar seorang warganet yang mengatakan Aron Ashab seolah tidak terima dengan popularitasnya yang perlahan meredup.
"Dia sebenarnya tahu kondisi itu, makanya stres sendiri. Dia menjadi geblek dan alkoholik yang rusuh!" tuturnya.
Dalam lanjutan keterangannya, Gamyla menuding Aron Ashab mengarang cerita yang dianggapnya sebagai drama.
Dia juga mengklaim, perilaku sang adik telah memengaruhi peluangnya untuk kembali bekerja di industri hiburan.
Menurut Gamyla, akan sulit bagi Aron comeback menjadi artis mengingat sebagian besar pelaku industri hiburan sudah mengetahui perangai buruknya.
Bahkan beberapa rumah produksi menolak melibatkannya dalam proyek film atau sinetron.
Gamyla menegaskan, keputusan keluarga membawa Aron Ashab ke pusat rehabilitasi bertujuan agar sang adik bisa bertobat dan memperbaiki diri.
Namun sayangnya, niat baik keluarga itu justru disia-siakan oleh Aron Ashab.
"Dia malah kabur dan semakin menjadi-jadi. Sini pulang, kami siap ngangkut lo lagi sampai benar-benar bertobat. Kami tunggu!!" tuturnya.
Sebelumnya, Aron Ashab mengklaim, penculikannya itu difasilitasi oleh oknum yang disebutnya 'preman'.
Selama 6 bulan menghuni 'penjara' tersebut, Aron mengalami perlakuan tak menyenangkan.
"Gue dikurung, disiksa, digebukin, dan dipaksa (melakukan) ini itu tanpa berpikir yang dia 'garap' itu gue. Elo berurusan sama orang yang salah," ujarnya di Instagramnya.
Polres Nias dan BNN Gunungsitoli Gerebek Kos, Enam Orang Direkomendasikan Rehabilitasi
Penyebar Video Syur Divonis Tiga Tahun, Rebecca Klopper Akui Ikhlas
Gubernur BI Destry Damayanti Coba Langsung QRESTO di Booth Pemkot Medan pada FEKDI 2026
Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Revaldo Empat Kali Masuk ke Lubang yang Sama
Anak Mulai Ogah Minum Susu? Ini Solusi Baru yang Enak untuk Nutrisi Otak