Rabu, 14 Oktober 2026

Kerupuk, Makanan Rakyat yang Identik dengan Perayaan Kemerdekaan

Fitri - Sabtu, 16 Agustus 2025 20:44 WIB
Kerupuk, Makanan Rakyat yang Identik dengan Perayaan Kemerdekaan
Instagram
Lomba makan kerupuk
Kitakini.news - Sebutkan satu makanan di Indonesia yang paling populer saat perayaan kemerdekaan? Maka, jawabannya adalah kerupuk.

Kenapa bisa terjadi dan adakah hubungan kerupuk dengan kemerdekaan?

Baca Juga:

Melansir berbagai sumber, Sabtu (16/8/2025), kerupuk identik dengan makanan rakyat, terutama saat masa-masa penjajahan. Biasanya kerupuk sering dimakan oleh masyarakat dengan strata sosial bawah.

Ketika itu, mereka bisa bertahan meski hanya makan nasi dan kerupuk saja. Inilah yang mendasari perlombaan makan kerupuk di setiap momen 17 Agustus.

Jadi, lomba makan kerupuk bertujuan mengingatkan masyarakat Indonesia pada masa peperangan, di mana kondisi rakyat saat itu sangat memprihatinkan.

Sejarah mencatat, perusahaan kerupuk pertama berdiri 1930. Mereka memiliki banyak buruh pabrik.

Pengusaha kerupuk tersebut bernama Sahidin dan Sukarma yang berasal dari Tasikmalaya.

Saat itu, mereka berjualan kerupuk di Jalan Kopo depan Rumah Sakit Emanuel Bandung. Mereka dikenal tersohor bahkan namanya diabadikan menjadi nama jalan.

Bahkan, sejarawan kuliner Fadly Rahman sempat mengatakan kerupuk sudah ada di pulau Jawa sejak abad ke-9 atau ke-10.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya prasasti Batu Pura. Pada prasasti tersebut tertulis kerupuk rambak atau kerupuk yang terbuat dari kulit sapi atau kulit kerbau.

Pembuatan kerupuk kulit ini terbilang sulit. Kulit sapi atau kerbau yang digunakan harus dipisahkan dulu dari selaput dan bulu-bulu.

Kemudian, direbus sampai empuk, diiris sesuai ukuran, dan dijemur hingga kering.

Pun, perkembangan kerupuk di Indonesia tak hanya di Pulau Jawa. Sekira abad 19, kerupuk bukanlah makanan yang asing di seluruh Indonesia.

Setidaknya, naskah Melayu karya Abdul Kadir Munsyi menyebut kata keropok atau kerupuk. Saat itu, kerupuk menjadi makanan favorit sejuta umat.

Tak hanya orang Melayu, tetapi juga para tentara Belanda di masa penjajahan. Sejak itulah kerupuk menjadi makanan pelengkap di setiap masakan di Indonesia atau Nusantara.

Begitulah, kerupuk memang hanya makanan ringan yang bertekstur renyah. Biasanya dikonsumsi sebagai camilan atau sebagai pelengkap untuk makan nasi dan lauk-pauk.

Namun, dengan sejarah dan nilai yang dikandungnya, kerupuk ternta tidak sesederhana lomba cepat makan kerupuk yang digantung saat perayaan kemerdekaan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ketum Forum Pemred SMSI Apresiasi Imigrasi Bekasi, Hanya 30 Menit Menunggu untuk Foto Paspor

Ketum Forum Pemred SMSI Apresiasi Imigrasi Bekasi, Hanya 30 Menit Menunggu untuk Foto Paspor

Pemuda Masjid Dunia Dorong Indonesia-Mesir Desak PBB Berikan Hukuman Berat ke Israel

Pemuda Masjid Dunia Dorong Indonesia-Mesir Desak PBB Berikan Hukuman Berat ke Israel

Bobby Usulkan Jalur Laut dan Subsidi Logistik Dongkrak Ekspor UMKM ke Malaysia

Bobby Usulkan Jalur Laut dan Subsidi Logistik Dongkrak Ekspor UMKM ke Malaysia

ISW Serahkan Dumas Dugaan Ijazah Palsu Oknum Anggota DPRD Pematangsiantar Inisial CL ke Bareskrim Polri

ISW Serahkan Dumas Dugaan Ijazah Palsu Oknum Anggota DPRD Pematangsiantar Inisial CL ke Bareskrim Polri

QRESTO Antar Medan Raih Tiga Penghargaan Nasional di Era Rico Waas

QRESTO Antar Medan Raih Tiga Penghargaan Nasional di Era Rico Waas

Dubes Malaysia Sebut Medan Kota Strategis, Rico Waas Buka Peluang Investasi

Dubes Malaysia Sebut Medan Kota Strategis, Rico Waas Buka Peluang Investasi

Komentar
Berita Terbaru