Pasar Tradisional di Yogyakarta Jadi Surga Kuliner bagi Pelancong
Melansir berbagai sumber, Senin (15/9/2025), ada kecenderungan pelancong memilih berburu kuliner di pasar tradisional karena rasanya yang otentik.
Baca Juga:
Tidak hanya rasa, tampilan kuliner di pasar tradisional pun cenderung sederhana, khas, unik, dan tidak terlalu berlebihan.
Itulah sebab pasar tradisional kini menjadi incaran pelancong untuk kulineran.
Tiga pasar tradisional di Yogyakarta berikut ini pun banyak dikunjungi warga lokal maupun turis dari berbagai daerah dan negara.
Berikut daftar pasar tradisional di Yogyakarta yang menjadi surga kuliner:
1. Pasar Beringharjo
Pasar Beringharjo diketahui sebagai pasar tertua di Yogyakarta sejak 1758.
Pasar tradisional ini memiliki beberapa tempat makan terkenal dan legendaris.
Pilihannya antara lain Warung Makan Bu Sum, Soto Pak Muh, Sate Kere Bu Suwarni, dan lainnya.
2. Pasar Pathuk
Pasar Pathuk Yogyakarta juga berada di dekat area Malioboro. Dikenal sebagai surganya kuliner pagi dan sentra oleh-oleh.
Pilihannya ada penjual jenang yang menawarkan bubur sumsum enak. Ada juga Nasi Kuning Nuna Cung.
Menu es dawet dan jenang gempol racikan juga bisa dinikmati di Pasar Pathuk.
Kalau ingin sarapan dengan sajian hangat bisa mampir makan Bakmoy atau Timlo dari Kondang Rasa.
3. Pasar Ngasem
Pasar Ngasem Yogyakarta belakangan menarik perhatian wisatawan. Dulunya pasar ini dikenal menawarkan hewan peliharaan, seperti burung.
Namun, kini lebih populer dengan beragam pilihan kuliner yang menarik.
Berada tepat di area sekitar Keraton Yogyakarta, Pasar Ngasem masih mudah dijangkau oleh wisatawan.
Beragam kuliner ndeso yang 'sedep miroso' dapat ditemui di Pasar Ngasem.
Jajanan seperti carabikang, apem beras, hingga wedang yang menghangatkan tubuh bisa dicicipi.
Sasar Sektor Kuliner Medan, PGN Jamin Pasokan Gas Bumi ke Restoran Savo Dine & Chill
Buka Pekan KHAS V 2026, Rico Waas: Ini Bukan Bazar Biasa, Harus Tonjolkan Ikon Khas Kuliner Medan
Harga Cabai Merah Turun Drastis, Harga Daging Ayam dan Sapi Stabil Pasca Idul Adha di Medan
Mau Jadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, Bayar Rp1,2 Juta Sehari
Banjir Rendam Pasar Tradisional Rokan Hulu, Aktivitas Lumpuh