Minggu, 05 Juli 2026

Efek Bencana Banjir, Ini Empat Wabah Penyakit yang Kerap Muncul

Fitri - Selasa, 09 Desember 2025 21:32 WIB
Efek Bencana Banjir, Ini Empat Wabah Penyakit yang Kerap Muncul
ig@parispernandes_
Pembagian logistik untuk korban banjir di Aceh Tamiang
Kitakini.news - Banjir dan longsor yang terjadi di Sumatra belum tertangani dengan maksimal, di saat bersamaan wabah penyakit pun mengintai.

Melansir berbagai sumber, Kamis (9/12/2025), kondisi lingkungan yang kotor, keterbatasan air bersih, serta padatnya lokasi pengungsian memang membuat masyarakat lebih rentan terkena infeksi.

Baca Juga:

"Nah, yang paling sering dari data-data, bukan hanya di Indonesia, di dunia, setelah banjir atau longsor itu, leptospirosis sekarang itu yang tinggi potensi menjadi wabah," ucap epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman.

Menurut Dicky, ini terjadi karena banjir membuat paparan manusia terhadap air kencing tikus atau hewan reservoir lainnya menjadi semakin luas.

Artinya, kontaminasi ini mempermudah penularan bakteri Leptospira ke manusia.

Ancaman berikutnya adalah penyakit berbasis fekal-oral, terutama diare, yang hampir selalu meningkat pasca banjir.

"Orang BAB atau kencing di mana saja. Kemudian fasilitas cuci tangan terbatas, juga adanya tempat pengungsian yang padat, itu yang memudahkan penularan fekal oral," tuturnya.

Kondisi lingkungan yang tercemar, sumur dangkal yang terkontaminasi air banjir, serta sanitasi darurat yang buruk menjadi pemicu utamanya.

"Dan di Indonesia, pola epidemiologisnya, setiap tahun pasca banjir, muncul peningkatan kasus diare. Dan umumnya, ini yang akhirnya memicu outbreak atau wabah yang cepat," jelas Dicky.

Pun Demam tifoid (tipes) kerap melonjak setelah banjir karena air bercampur limbah dan kotoran sehingga bakteri penyebab demam tifoid dapat menular lebih mudah.

"Kenapa ini terjadi? Karena makanan dan minuman mudah terkontaminasi oleh air banjir," ujar Dicky.

Banjir juga dapat memicu peningkatan vektor penyakit, terutama nyamuk. Genangan air yang tersisa menjadi tempat berkembang biak ideal.

Dicky menyebut, risiko demam berdarah dengue (DBD) maupun malaria biasanya muncul lebih lambat dibandingkan penyakit sebelumnya.

"Ini biasanya terjadinya satu bulan pasca bencana, jadi agak lebih lama," pungkasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kejari Samosir Tetapkan Pimpinan Bank Mandiri KCP Pangururan Sebagai Tersangka

Kejari Samosir Tetapkan Pimpinan Bank Mandiri KCP Pangururan Sebagai Tersangka

Penyintas Tanah Datar Mendapatkan Huntap 60 Unit, Warga Bisa Kembali

Penyintas Tanah Datar Mendapatkan Huntap 60 Unit, Warga Bisa Kembali

Walikota Siantar Lantik Direktur Teknik Baru Perumda Tirta Uli

Walikota Siantar Lantik Direktur Teknik Baru Perumda Tirta Uli

Cuci Muka dengan Air Beras Jangan Sembarangan, Bisa Picu Masalah Kulit

Cuci Muka dengan Air Beras Jangan Sembarangan, Bisa Picu Masalah Kulit

Tidak hanya Dikunyah, Manfaat Daun Sirih juga Bisa dari Air Rendamannya

Tidak hanya Dikunyah, Manfaat Daun Sirih juga Bisa dari Air Rendamannya

Pungli Ditertibkan, Pengunjung Pemandian Air Panas Sidebuk-Debuk Membludak

Pungli Ditertibkan, Pengunjung Pemandian Air Panas Sidebuk-Debuk Membludak

Komentar
Berita Terbaru