Jumat, 04 September 2026

Usai Gempa, Turkiye Akan Bangun 200 Ribu Apartemen dan 70 Ribu Rumah Tapak

- Sabtu, 25 Februari 2023 11:52 WIB
Usai Gempa, Turkiye Akan Bangun 200 Ribu Apartemen dan 70 Ribu Rumah Tapak

Kitakini.news – Pemerintah Tukiye mulai membangun kembali rumah-rumah warga dan direncanakan sekitar 200 ribu apartemen, 70 ribu rumah tapak akan dibangun dengan biaya sekitar 15 miliar dolar AS.

Baca Juga:

Namun, Bank Amerika Serikat, JPMorgan memperkirakan pembangunan rumah dan infrastruktur tersebut menghabiskan biaya sebesar 25 miliar dolar AS.

Melansir dari Republika.co.id, Sabtu (25/2/2023),  lebih dari 160 ribu bangunan berisi 520 ribu apartemen runtuh atau rusak parah dan menewaskan puluhan ribu orang di Turki serta negara tetangga Suriah.

Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat (AFAD) mengumumkan, jumlah korban tewas di Turki akibat gempa bumi naik menjadi 44.218 pada Jumat (24/2/2023) malam.

Dengan jumlah korban tewas terbaru yang diumumkan Suriah sebanyak 5.914, jumlah korban tewas gabungan di kedua negara naik menjadi di atas 50 ribu.

UNDP mengatakan diperkirakan kerusakan itu menyebabkan 1,5 juta orang kehilangan tempat tinggal, dengan 500 ribu rumah baru dibutuhkan

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu telah meminta 113,5 juta dolar AS dari dana semiliar dolar AS yang diajukan pekan lalu. Dana tersebut akan memfokuskan uang ini untuk membersihkan tumpukan puing.

UNDP memperkirakan bencana tersebut menghasilkan antara 116 juta hingga 210 juta ton puing. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan 13 juta ton puing setelah gempa bumi di barat laut Turki pada 1999.

Turki juga mengeluarkan peraturan baru dengan perusahaan dan badan amal dapat membangun rumah dan tempat kerja untuk disumbangkan ke Kementerian Urbanisasi. Nantinya oleh pemerintah bantuan ini akan diberikan kepada warga yang membutuhkan.

Menghadapi pemilihan dalam beberapa bulan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji membangun kembali rumah dalam waktu satu tahun.Meskipun para ahli mengatakan, pihak berwenang harus mengutamakan keselamatan sebelum kecepatan. 

Beberapa bangunan yang dimaksudkan untuk menahan getaran runtuh akibat gempa bumi terbaru.

"Untuk beberapa proyek, tender dan kontrak telah dilakukan. Prosesnya berjalan sangat cepat," kata pejabat yang berbicara tanpa menyebut nama, menambahkan tidak akan ada kompromi pada keselamatan.

 




Redaksi 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan

UFC Coret Empat Petarung dari Roster, Daniel Marcos yang Punya Rekor Mentereng Ikut Tergusur

UFC Coret Empat Petarung dari Roster, Daniel Marcos yang Punya Rekor Mentereng Ikut Tergusur

OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan

OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan

Bayern Menggila di Bergamo, Atletico Madrid Pesta Gol

Bayern Menggila di Bergamo, Atletico Madrid Pesta Gol

Juara Duta Muda Sumatera Utara 2026 Terpilih, Pemuda Ini Bawa Asa Baru untuk Sumatera Utara

Juara Duta Muda Sumatera Utara 2026 Terpilih, Pemuda Ini Bawa Asa Baru untuk Sumatera Utara

Komentar
Berita Terbaru