Legenda Musik India S. Janaki Tutup Usia, Selamat Jalan Burung Bulbul India Selatan
Kitakininews.co.id - Dunia musik India berduka. Penyanyi legendaris S. Janaki, yang dijuluki "Burung Bulbul India Selatan" (Nightingale of South India), meninggal dunia pada Sabtu (11/7/2026) dalam usia 88 tahun setelah menjalani perawatan di Apollo BGS Hospital, Mysuru. Pihak rumah sakit menyatakan Janaki mengalami henti jantung saat dirawat akibat komplikasi penyakit yang berkaitan dengan usia.
Baca Juga:
Kepergian penyanyi bernama lengkap Sistla Sreeramamurthy Janaki itu menandai berakhirnya salah satu era paling gemilang dalam sejarah musik India. Selama lebih dari enam dekade, ia menjadi suara yang menghiasi ribuan lagu film dalam berbagai bahasa India, termasuk Tamil, Telugu, Malayalam, Kannada, Hindi, dan beberapa bahasa lainnya.
Dalam pernyataan resminya, Apollo BGS Hospital menjelaskan bahwa Janaki tiba di rumah sakit dalam kondisi kritis.
"Ibu S. Janaki dirawat di Apollo BGS Hospital, Mysuru, pada 11 Juli. Meskipun telah mendapatkan perawatan medis intensif dan pemantauan secara terus-menerus, beliau mengalami henti jantung selama menjalani perawatan," katanya.
S. Janaki dikenal sebagai salah satu penyanyi playback (penyanyi legendaris yang menyanyikan lagu untuk para aktor atau aktris dalam film)paling produktif dalam sejarah perfilman India. Ia membangun reputasi luar biasa melalui kemampuan vokalnya yang mampu membawakan berbagai genre musik, mulai dari lagu romantis, klasik, hingga lagu rakyat. Suaranya menjadi bagian penting dari perjalanan industri film India Selatan selama puluhan tahun.
Lagu-lagu legenda musik S. Janaki antara lain;
Kanmani Anbodu Kadhalan (Gunaa, 1991 – Tamil) Duet bersama Kamal Haasan.
Sundari (Thalapathi, 1991 – Tamil) Komposer: Ilaiyaraaja.
Thumbi Vaa Thumbakudathin (Olangal, 1982 – Malayalam)
Aakasam Enatido (Nireekshana, 1982 – Telugu)
Yaar Bina Chain Kahan Re (Saaheb, 1985 – Hindi).
Sepanjang kariernya, Janaki meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk National Film Awards serta penghargaan dari berbagai negara bagian di India. Ia juga menerima Padma Bhushan, namun sebelumnya pernah menolak penghargaan tersebut karena merasa penghormatan dari pemerintah datang terlalu terlambat bagi para seniman senior.
Saat itu seniman perempuan itu mengatakan bahwa dirinya menerima keputusan tersebut dengan penuh hormat, tetapi berpendapat penghargaan seharusnya diberikan ketika para seniman masih berada pada puncak pengabdian mereka.
Kepergian Janaki memicu gelombang penghormatan dari berbagai kalangan. Aktor senior Rajinikanth, Chiranjeevi, Vijay, serta banyak tokoh perfilman India menyampaikan belasungkawa dan mengenang dedikasinya terhadap dunia musik.
Dalam penghormatan yang dikutip media India, mereka menggambarkan Janaki sebagai sosok yang suaranya akan terus hidup melalui ribuan karya yang telah diwariskannya kepada generasi berikutnya.
Lahir pada 23 April 1938, Janaki memulai perjalanan musiknya sejak usia muda sebelum akhirnya menjadi salah satu penyanyi playback paling berpengaruh di India. Kemampuannya menyanyikan lagu dalam banyak bahasa membuat namanya diterima luas oleh penikmat musik lintas wilayah dan lintas generasi.
Bagi jutaan penggemarnya, S. Janaki bukan sekadar penyanyi. Ia adalah simbol dedikasi, kerja keras, dan kualitas musikal yang melampaui zaman. Warisan ribuan lagu yang telah direkamnya dipastikan akan terus dikenang sebagai bagian penting dari sejarah musik dan perfilman India.
Kepergian "Burung Bulbul India Selatan" memang meninggalkan duka mendalam. Namun, suara emas S. Janaki akan terus hidup melalui karya-karyanya yang telah menemani jutaan pendengar selama lebih dari setengah abad.
Sumber: The Indian Express, The Times of India, WIkipedia, Apple Music
Mantan Rektor UNIMED, Syawal Gultom Tutup Usia
23 Selebritis Meninggal Dunia pada 2025, Banyak yang Berstatus Legenda
Muhammad Ali Sang Legendaris: Ia Melawan Perang, Kehilangan Gelar, Kini Selamanya Dicintai Dunia
Air Mata Mantan PSMS untuk Ronny Pasla: Witya Meminta Penghargaan Layak bagi Legenda Si Macan Tutul
Dari Maldini hingga Maradona: Cerita di Balik Nomor Punggung yang Dipensiunkan Klub