Satgas PRR Perkuat Kolaborasi Penanganan Sungai Krueng Tamiang
Kitakininews.co.id -Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mempercepat tindak lanjut penanganan Sungai Krueng Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang. Normalisasi dan pengendalian Sungai menjadi kebutuhan penting untuk mengurangi risiko luapan yang dapat kembali mengancam permukiman, lahan pertanian, dan aktivitas masyarakat.
Baca Juga:
Langkah konkret itu dilakukan secara
kolaboratif antara Satgas PRR, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, dan
kementerian/lembaga terkait menindaklanjuti monitoring dan evaluasi (monev)
khusus Satgas PRR di Kabupaten Aceh Tamiang.
"Kami dari Posko ini berupaya pada saat kita
datang ke daerah tidak hanya datang kemudian hanya ngomong-ngomong lalu pulang.
Kami mencoba berkumpul bersama di sini dengan kementerian dan lembaga terkait, kemudian
kita sama-sama mencari solusi," kata Marsma TNI Ridha Hermawan, Wakil Kepala
Posko Nasional Satgas PRR dalam rapat koordinasi tindak lanjut hasil monitoring
dan evaluasi (monev) Satgas PRR di Aceh Tamiang.
Dalam rencana induk rehabilitasi dan
rekonstruksi tahun 2026, Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiapkan tiga paket
pekerjaan yang berkaitan dengan pengendalian banjir dan penanganan muara Sungai
Krueng Tamiang. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya jangka Panjang untuk
memperbaiki kapasitas aliran sungai sekaligus melindungi
masyarakat dari risiko banjir berulang.
Data paket Kementerian PU per 11 Agustus 2026
menunjukkan terdapat 26 paket penanganan infrastruktur di Aceh Tamiang.
Sebanyak 11 paket atau 42,3 persen telah menunjukkan progres fisik, dengan satu
paket selesai 100 persen. Sementara itu, 15 paket atau 57,7 persen masih belum menunjukkan
progres fisik dan perlu dipercepat.
Perhatian utama berada pada 18 paket Direktorat
Jenderal Sumber Daya Air. Tiga paket yang telah berjalan yaitu rehabilitasi
jaringan irigasi air tanah dengan progres 65 persen, supervisi pembangunan
pengendali sedimen DAS Tamiang sebesar 43,33 persen, serta pembangunan
pengendali sedimen DAS Tamiang sebesar 14,02 persen. Sebanyak 15 paket lainnya masih
berada pada tahap awal dan segera dipercepat, terutama yang berkaitan langsung
dengan pengendalian banjir dan penanganan sungai.
Di sisi lain, pelaksanaan paket jalan,
jembatan, air minum, air limbah, ersampahan, dan kawasan pascabencana
menunjukkan perkembangan lebih baik. Seluruh empat paket Direktorat Jenderal
Bina Marga dan empat paket Direktorat Jenderal Cipta Karya telah memasuki tahap
pelaksanaan. Salah satu paket penanganan ruas Jalan Kota Langsa–batas Provinsi
Sumatera Utara bahkan telah selesai 100 persen.
Evaluasi juga membahas pemulihan layanan
pendidikan. Tujuh madrasah terdampak telah mendapatkan penanganan melalui
Kementerian PU, sedangkan Kementerian Agama akan menangani madrasah lain yang
belum tertangani, termasuk perbaikan bangunan dan pemenuhan mebel pendidikan.
Pelaksanaan program diselaraskan agar tidak terjadi tumpang tindih
antarinstansi.
Untuk memulihkan pelayanan pemerintahan,
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang didorong mengoptimalkan tambahan TKD sebesar
Rp36,8 miliar bagi perbaikan kantor dan fasilitas pemerintahan yang terdampak.
Di sektor kesehatan, pemerintah daerah juga diminta menyampaikan kebutuhan tambahan
70 ton PAC atau tawas kepada Kementerian Kesehatan untuk menjaga keberlanjutan
layanan air bersih pada November–Desember 2026.
Satgas PRR turut meminta Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral memantau ketersediaan serta harga semen, BBM, dan material
konstruksi di Aceh Tamiang. Ketersediaan bahan pendukung tersebut diperlukan
agar pekerjaan normalisasi sungai dan pemulihan infrastruktur lain dapat berjalan
tanpa hambatan di lapangan.
"Secara umum temuan-temuan yang kita dapatkan pada saat monev di Aceh Tamiang, kita sudah mendatangkan kementerian dan lembaga yang terkait dan alhamdulillah beberapa hal sudah langsung dijawab permasalahannya oleh kementerian dan lembaga terkait, termasuk masalah penanganan normalisasi sungai," pungkas Ridha.
Tiga Terdakwa Perdagangan Sisik Tringgiling 1,5 Tahun Penjara
Ratusan Jembatan Rampung Dibangun, Kasatgas PRR Apresiasi Satgas dari TNI
Melawan Stroke dan Kegagalan, Chaidir Saleh Kembangkan Melon Golden Hingga Mentori Petani Milenial
Satgas PRR Bangun Kawasan Huntap untuk 1.133 Penyintas Bencana di Padangsidimpuan
Perkuat Layanan Kesehatan, Satgas PRR Salurkan Bantuan 5 Unit Ambulans dari Korpri