Sabtu, 05 September 2026

Pengungsi Tetap Bertani di Tengah Erupsi Gunung Sinabung

Azzaren - Sabtu, 05 September 2026 13:00 WIB
Pengungsi Tetap Bertani di Tengah Erupsi Gunung Sinabung
Teks foto : Dari pengungsian, Seven memilih kembali ke ladangnya karena tanaman yang menjadi sumber penghidupannya, tak bisa ditinggalkan begitu saja. (Azzareen)

Kitakininews.co.id - Di tengah ancaman erupsi Gunung Sinabung, warga Desa Kuta Tengah masih harus bertahan di pengungsian. Namun bagi Seven Sembiring, berada di pengungsian bukan berarti bisa sepenuhnya meninggalkan kehidupan sebagai petani. Dari pengungsian, Seven memilih kembali ke ladangnya.

Baca Juga:

Bukan karena ia tak takut dengan erupsi Gunung Sinabung, tetapi karena tanaman yang menjadi sumber penghidupannya, tak bisa ditinggalkan begitu saja.

"Takut sih iya tapi ada juga bawa kendaraan roda dua mana tahu nanti tiba-tiba gunung erupsi kami sudah stand by untuk membawa kendaraan," ujar Seven, Sabtu (5/9/2026).

Dari Jambur Suka Tepu, tempat warga Desa Kuta Tengah mengungsi, Seven bersiap meninggalkan pengungsian. Kendaraan roda dua menjadi pilihannya, sebab selain untuk menuju ladang, kendaraan ini juga disiapkan untuk segera kembali, jika sewaktu-waktu aktivitas gunung meningkat.

"Kami pada umumnya masyarakat kuta tengah kami semua adalah petani kalau tidak kami rawat tanaman kami kami tidak dapat hasil nanti kalaupun nanti datang erupsi gunung sinabung takut juga kami tanaman kami ini rusak, karena petani desa kuta tengah itu bermodal juga menanam lahan ini," kata Seven lagi.

Seven kembali memasuki kawasan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupannya. Setibanya di lahan, Seven langsung memeriksa tanaman. Abu vulkanik yang menempel di sejumlah bagian tanaman tak menghalanginya untuk tetap bekerja.

Daun-daun diperiksa, tanaman dirawat dan kondisi lahan dipantau, bagi Seven inilah yang bisa dilakukannya saat ini. Rasa takut terhadap erupsi harus berbagi tempat dengan kekhawatiran akan kehilangan hasil pertanian.

Sebab bagi petani, tanaman yang tidak dirawat bisa rusak dan pada akhirnya menghilangkan sumber pendapatan keluarga. Di tengah kondisi ini, Seven memilih tetap merawat lahannya, sambil terus memperhatikan kondisi Gunung Sinabung.

Meski abu vulkanik telah menyentuh lahan pertaniannya, Seven masih menyimpan harapan. Dia menyebut sejauh ini tanaman miliknya masih terlihat segar dan dalam kondisi baik.

Dan di balik semua itu ada harapan Seven dan warga Kuta Tengah, agar pemerintah tetap memperhatikan kehidupan mereka.

"Mudah-mudahan harapan kami masyarakat desa kuta tengah khususnya petani minta sama Pemda Tanah Karo kami harus diperhatikan itu cuma harapan kami masyarakat desa kuta tengah biar pemerintah Kabupaten Karo memperhatikan kami yang berdomisili di bawah kaki gunung sinabung," papar Seven.

Bagi Seven kembali ke ladang bukan sekadar soal bekerja, ini tentang mempertahankan sumber kehidupan di tengah ancaman yang setiap saat bisa datang.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Hujan Tinggi, PVMBG Ingatkan Waspada Bahaya Lahar Dingin Sinabung

Hujan Tinggi, PVMBG Ingatkan Waspada Bahaya Lahar Dingin Sinabung

Petugas Bagikan Masker di Berastagi Antisipasi Gangguan Pernapasan Pasca Erupsi Sinabung

Petugas Bagikan Masker di Berastagi Antisipasi Gangguan Pernapasan Pasca Erupsi Sinabung

Siaga Sinabung, 2 Desa di Karo Dievakuasi

Siaga Sinabung, 2 Desa di Karo Dievakuasi

Kapolda Sumut Tinjau Gunung Sinabung Pascaserupsi, Pastikan Kesiapan Personel dan Keselamatan Warga

Kapolda Sumut Tinjau Gunung Sinabung Pascaserupsi, Pastikan Kesiapan Personel dan Keselamatan Warga

Dinas TPH Sumut Petakan Dampak Erupsi Gunung Sinabung terhadap Sektor Pertanian di Karo

Dinas TPH Sumut Petakan Dampak Erupsi Gunung Sinabung terhadap Sektor Pertanian di Karo

Status Siaga Ditetapkan di Gunung Sinabung, Jarak Pandang Hanya 10 Meter di Berastagi

Status Siaga Ditetapkan di Gunung Sinabung, Jarak Pandang Hanya 10 Meter di Berastagi

Komentar
Berita Terbaru